Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Salah Paham terkait Sumatra Utara yang Perlu Diluruskan

Maria Kristi oleh Maria Kristi
30 Agustus 2022
A A
3 Salah Paham terkait Sumatra Utara yang Perlu Diluruskan Terminal Mojok

3 Salah Paham terkait Sumatra Utara yang Perlu Diluruskan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai negara kepulauan yang terletak di Asia Tenggara, Indonesia memiliki banyak pulau, mulai dari pulau besar hingga kecil. Dari pulau-pulau tersebut, ada lima pulau terbesar yang kita kenal, yakni Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Tiap pulau di Indonesia terdiri dari beberapa provinsi. Hingga 30 Juni 2022 lalu, tercatat ada 37 provinsi yang ada di Indonesia. Salah satu provinsi tersebut adalah Sumatra Utara yang terletak di bagian utara Pulau Sumatra.

Hampir sama seperti daerah lainnya yang kerap disalahpahami, ada beberapa salah paham terkait Sumatra Utara yang juga beredar di masyarakat. Sebagai pemegang KTP provinsi ini sejak tahun 2015, saya merasa perlu meluruskan beberapa hal terkait kesalahpahaman tersebut.

#1 Danau Toba bukan berada di Medan

Sebelum resmi memegang KTP Sumatra Utara, saya pun kerap terjebak dalam salah paham pertama ini. Mentang-mentang Medan adalah ibu kota Provinsi Sumatra Utara dan Danau Toba adalah ikon pariwisata dari provinsi yang sama, orang-orang di luar Sumatra Utara menganggap bahwa Danau Toba itu terletak di Medan.

Nyatanya, Danau Toba yang merupakan kaldera raksasa ini berjarak kurang lebih empat jam perjalanan darat dari Kota Medan. Jika ingin berkunjung ke Danau Toba, akan lebih cepat jika kita turun di Bandara Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara ketimbang turun di Bandara Kualanamu. Kode Bandara Silangit sendiri adalah DTB yang merupakan singkatan dari Danau Toba, menunjukkan bahwa ini adalah akses bandara terdekat dari danau tersebut.

Ingat film Ngeri-ngeri Sedap beberapa waktu lalu? Domu dan saudara-saudaranya turun di Bandara Silangit yang lebih dekat dengan rumah. Wajar karena pengambilan gambar film ini dilakukan di kota Balige yang hanya setengah jam dari bandara tersebut.

#2 “Anak Medan” identik dengan suku Batak Toba

Salah paham kedua soal Sumatra Utara ini, bagi saya sendiri, sangat dipengaruhi oleh karakter Poltak Si Raja Minyak dari Medan yang diperankan oleh Ruhut Sitompul di sinetron Gerhana. Sebentar, kalian tahu nggak sinetron Gerhana? Itu lho, sinetron yang dibintangi Pierre Rolland dan tayang pertama kali tahun 1999 silam. Logat Batak Toba dipadukan dengan “gelar” Raja Minyak dari Medan, membuat saya menyangka bahwa Medan itu—bahkan se-Sumatra Utara—isinya ya orang-orang bersuku Batak Toba.

Nyatanya, Medan berdiri di wilayah “milik” suku Melayu. Buktinya adalah Istana Maimun yang berdiri megah di Kota Medan merupakan istana peninggalan kesultanan Deli yang memadukan unsur-unsur kebudayaan Melayu Deli, Islam, Spanyol, India, Belanda, dan Italia.

Selain Melayu dan Batak, Kota Medan juga diisi etnis lain seperti Tionghoa, India, dan Jawa. Khusus orang Jawa di Medan biasanya merupakan Pujakesuma atau Putera Jawa Kelahiran Sumatra: orang-orang bersuku Jawa yang sudah sejak lahir berada di Sumatra. Salah satu pakde saya termasuk kelompok ini.

Baca Juga:

Sebagai Orang Surabaya, Saya Pikir Jalanan Medan Sudah Paling Barbar, Ternyata Jalan Jamin Ginting Jalur Karo Lebih Tidak Beradab

10 Makanan yang Sering Bikin Salah Paham karena Namanya

Suku “asli” Sumatra Utara sendiri bukan hanya terdiri dari Melayu dan Batak Toba. Masih ada suku-suku lain seperti Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Angkola, Batak Mandailing, Batak Fakfak, Nias, dan Melayu Pesisir. Melayu Pesisir adalah suku Melayu yang mendiami pesisir selatan Sumatra Utara seperti wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah.

#3 Durian Medan bukan berasal dari Medan

Sepertinya yang ini cukup jelas, durian Medan yang terkenal itu bukan berasal dari Medan, melainkan dari seluruh pelosok Sumatra Utara. Lagi pula sulit rasanya mengalokasikan lahan di Kota Medan untuk sekadar membuka kebun durian. Lebih ekonomis jika digunakan sebagai tempat usaha. Ehe~

Berdasarkan data dari Katadata, penghasil durian terbesar di Sumatra Utara adalah Kabupaten Dairi yang terletak di barat laut Danau Toba, disusul oleh Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Nantinya durian-durian ini dikirim ke Kota Medan untuk kemudian dijual ke Pulau Jawa, dijadikan pie durian yang terkenal itu, atau dijual di Ucok Durian yang menyediakan durian sepanjang tahun. Bisa ada durian sepanjang tahun itu kan karena waktu berbuahnya durian berbeda-beda di tiap kabupaten.

Itulah tiga salah paham terkait Sumatra Utara yang beredar di masyarakat dan perlu diluruskan. Semoga setelah ini nggak ada lagi yang meminta saya untuk menuliskan Pandan-Medan sebagai alamat saat menghadiri acara di universitas. Sebab, Kota Pandan yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah itu jaraknya 10 jam perjalanan darat dari Kota Medan, jadi seharusnya yang benar Pandan-Sumatra Utara. Kalau Pandan-Medan sih sepertinya lebih tepat dijadikan rute bus antarkota dalam provinsi, deh.

Penulis: Maria Kristi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Uniknya Segmentasi Koran di Sumatra Utara.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang uniknya segmenapa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2022 oleh

Tags: salah pahamsumatra utara
Maria Kristi

Maria Kristi

Seorang Dokter Spesialis Anak yang menemukan ruang praktiknya tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di rumah bersama lima buah hatinya. Ia Memadukan ilmu medis dengan insting seorang ibu

ArtikelTerkait

Uniknya Segmentasi Koran di Sumatra Utara terminal mojok

Uniknya Segmentasi Koran di Sumatra Utara

9 Februari 2021
8 Salah Paham yang Kerap Terjadi Terkait Jabodetabek Terminal Mojok

8 Salah Paham yang Kerap Terjadi Terkait Jabodetabek

8 Juni 2022
Cewek dengan model rambut pendek. (Unsplash.com)

Derita Cewek Model Rambut Pendek yang Sering Dikira Cowok

18 Juli 2022
Meluruskan Kesalahpahaman Orang-orang terhadap Selai Srikaya: Ternyata Bukan Terbuat dari Buah Srikaya!

Meluruskan Kesalahpahaman Orang-orang terhadap Selai Srikaya: Bukan Terbuat dari Buah Srikaya!

29 Oktober 2023
Pulau Asu, Pulau Terluar Indonesia yang Tak Seburuk Namanya

Pulau Asu, Pulau Terluar Indonesia yang Tak Seburuk Namanya

6 Juni 2023
6 Hal Terkait Makassar yang Kerap Disalahpahami Terminal Mojok

6 Hal Terkait Makassar yang Kerap Disalahpahami

11 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.