Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

3 Proker KKN yang Terlihat Bermanfaat, tapi Aslinya Menyimpan Persoalan 

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
14 Juli 2025
A A
3 Proker KKN yang Terlihat Bermanfaat, tapi Aslinya Menyimpan Persoalan Mojok.co

3 Proker KKN yang Terlihat Bermanfaat, tapi Aslinya Menyimpan Persoalan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari terakhir berseliweran video mahasiswa menjalankan program kerja atau proker KKN. Di TikTok, Instagram, dan berbagai medsos, konten-konten keseruan KKN terus dibagikan. Di balik konten-konten yang asyik itu, keberadaan KKN terus menerus dipertanyakan oleh banyak orang. 

KKN sebenarnya punya tujuan baik, perguruan tinggi ingin ikut hadir di tengah-tengah masyarakat. Harapannya, mahasiswa tidak terjebak di menara gading dan bisa secara nyata turun ke masyarakat. 

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, KKN sekadar jadi formalitas. Ini terlihat dari proker KKN yang terkesan template dari tahun ke tahun.

Betul proker KKN memang sebaiknya berkelanjutan atau terus ada dari tahun ke tahun. Namun, itu bukan berarti satu proker KKN terus berlanjut tanpa ada evaluasi atau inovasi. Apabila tidak dievaluasi, bukan tidak mungkin program kerja yang sudah ada malah jadi persoalan baru bagi warga. 

Nah, berikut ini 3 proker KKN yang saya rasa sudah template dan perlu evaluasi.

#1 Bimbel, program simpel yang perlu kehati-hatian

Di suatu kelompok KKN pasti ada proker bimbingan belajar alias bimbel. Proker ini biasanya menyasar anak-anak sekolah. Jadi mahasiswa membantu anak sekolah mengerjakan PR atau mata pelajaran yang kurang dimengerti. Bimbel proker KKN yang simpel dan bermanfaat sehingga banyak kelompok menjalankannya. 

Persoalannya, tidak semua mahasiswa update dengan kurikulum yang berlaku. Bisa jadi, cara mengerjakan soal tidak lagi sama. Cara yang pernah para mahasiswa lakukan dahulu tidak lagi berlaku saat ini. Nah, apabila hal-hal semacam ini tidak dicermati, bukan tidak mungkin siswa malah semakin bingung. 

#2 Proker KKN senam perlu melihat sasaran program

Kelompok yang memasukkan proker senam dalam kegiatan KKN-nya kemungkinan besar sudah kehabisan ide. Program ini murah meriah dan nggak ribet. Mahasiswa juga nggak perlu keahlian khusus. Cukup berbekal video latihan senam di YouTube, para mahasiswa bisa jadi instruktur senam. 

Baca Juga:

5 Hal yang Bikin Saya Kaget Waktu KKN di Madiun

KKN di Bulan Agustus Itu Anugerah Sekaligus Musibah: Gara-gara Proposal Agustusan, Akhir KKN Serasa di Neraka

Sebenarnya, sah-sah saja keberadaan program ini. Hanya saja, perlu dilihat kembali sasaran program dan tujuannya. Apalagi sasaran programnya adalah warga desa yang sehari-hari berkegiatan fisik, proker KKN senam jadi tidak relevan. Apalagi kalau tujuan prokernya ingin menambah kebugaran warga. Waduh, tanpa proker itu pun warga juga sudah bugar. 

Beda cerita ketiak proker KKN itu digelar di warga perkotaan atau mereka yang sehari-hari bekerja kantoran. Proker senam akan lebih relevan. Persoalannya, tidak banyak KKN berlangsung di area perkotaan. Selain itu, tidak semua warga yang sehari-hari kerja kantoran mau mengikuti program semacam ini. 

#3 Pengadaan pojok baca dan perpustakaan mini tidak boleh asal 

Memang benar buku adalah jendela dunia. Melalui membaca buku, seseorang bisa mengenal dunia luar. Namun, terkadang perlu berhati-hati juga dengan buku yang dibaca. Salah-salah, seseorang bisa tercerabut dari akarnya apabila membaca buku tanpa pendampingan yang tepat. 

Inilah yang menjadi PR besar bagi mahasiswa KKN yang mengadakan proker pojok baca dan perpustakaan mini. Mereka tidak bisa sembarangan mengumpulkan buku, harus diseleksi kembali tema dan topik agar kontekstual. Selain itu, perlu ada pendampingan. Khususnya bagi anak-anak, agar wawasannya lebih luas, di sisi lain mereka tetap bangga atau setidaknya tidak tercerabut dari akarnya. 

Di atas proker KKN template yang sebenarnya perlu dievaluasi lagi manfaatnya ke warga. Jangan sampai kehadiran mahasiswa KKN dan program kerjanya justru mengubah banyak hal dari warga yang sebenarnya sudah menjadi tatanan yang baik. 

Bagaimana untuk melihat kebutuhan warga yang sebenar-benarnya? Tentu saja dengan riset sebelum terjun ke warga. Tidak kalah penting dari itu, mahasiswa perlu kepekaan untuk mendengar dan memangkas ego bahwa dirinya paling benar dan paling pintar dibanding warga. 

Penulis : Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Derita Mahasiswa ITS, Harus Berkali-kali Menjelaskan Kampusnya Bukan “Institut Teknologi Surabaya”!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2025 oleh

Tags: KKNmahasiswa KKNprogram kerja kknprokerProker KKN
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

KKN di Bulan Agustus Itu Anugerah Sekaligus Musibah: Gara-gara Proposal Agustusan, Akhir KKN Serasa di Neraka

KKN di Bulan Agustus Itu Anugerah Sekaligus Musibah: Gara-gara Proposal Agustusan, Akhir KKN Serasa di Neraka

9 Oktober 2025
KKN Itu Penuh Circle Pertemanan yang Bangsat Betul (Unsplash)

Percayalah, Circle Pertemanan di Kelompok KKN Itu Lebih Bangsat daripada di Perkuliahan Biasa

21 Agustus 2023
kkn di desa

Kenapa KKN di Desa Akan Selalu Lebih Berkesan Dibandingkan KKN di Kota

9 Juli 2019
Pengalaman Bertahan Hidup Selama KKN dengan Iuran Rp300 Ribu: Proker Bisa Tetap Jalan meski Dompet Pas-pasan

Pengalaman Bertahan Hidup Selama KKN dengan Iuran Rp300 Ribu: Proker Bisa Tetap Jalan meski Dompet Pas-pasan

25 Agustus 2025
KKN dan Lomba 17 Agustus Combo Terbaik Mendapatkan Jodoh (Unsplash)

Berkat KKN dan Lomba 17 Agustus, Teman Saya Mendapat Jodoh dan Sekarang Resmi Tunangan

7 Agustus 2023
Pengalaman Unik KKN di Perbatasan Indonesia dan Malaysia Mojok.co

Pengalaman Unik KKN di Perbatasan Indonesia dan Malaysia

23 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ayam Geprek Sejajar dengan Gudeg Jogja Menjadi Kuliner Khas (Wikimedia Commons)

Mengapresiasi Ayam Geprek Sebagai Kuliner Khas Sejajar dengan Gudeg Jogja

26 Januari 2026
Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026
4 Sisi Terang Mahasiswa Kupu-Kupu yang Selama Ini Dipandang Sebelah Mata Mojok.co

Mahasiswa Kupu-Kupu Jangan Minder, Kalian Justru Lebih Realistis daripada Aktivis Kampus yang Sibuk Rapat Sampai Lupa Skripsi dan Lulus Jadi Pengangguran Terselubung

27 Januari 2026
Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal MOJOK.CO

Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal

28 Januari 2026
8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut sebagai Jurusan Paling Green Flag Mojok.co

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

27 Januari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.