Derita dan Kejadian Konyol Pengalaman Saya Saat KKN di Jember: Salah Satunya Dikira Timses Prabowo Hanya karena Berpakaian Necis

Saya menjalani KKN di Kecamatan Kalisat, Jember. Di sana, setidaknya saya mengalami 4 kejadian konyol yang bikin KKN makin greget.
3 Proker KKN yang Terlihat Bermanfaat, tapi Aslinya Menyimpan Persoalan

Bimbel, senam, perpustakaan proker KKN yang pasti ada dan terdengar bermanfaat, tapi menyimpan persoalan jika tidak dijalankan dengan cermat.
Tolok Ukur Keberhasilan KKN Itu Bukan pada Jumlah Proker yang Berhasil, tapi Mahasiswa dan Desa Bisa Saling Belajar!

Ngapain berantem sih…
Mahasiswa KKN: Berlagak Pahlawan, padahal Cuma Beban. Pahlawan Sebenarnya ya Masyarakat Desa!

Dasar deadwood.
Proker KKN yang Cocok untuk Kampung Durian Runtuh “Upin dan Ipin”. Warga Senang, Mahasiswa Nggak Dicap Sok-sokan

Membayangkan proker KKN yang cocok untuk Kampung Durian Runtuh “Upin dan Ipin”, ada pengembangan sungai terpadu hingga literasi anak.
Proker KKN Bikin Jamu, Program Mahasiswa KKN Paling Nggak Berguna di Gunungkidul

Proker KKN mahasiswa banyak yang nggak berguna. Salah satunya, sosialisasi pembuatan jamu di sentra penjual jamu Gunungkidul.
KKN itu Pengabdian ke Masyarakat, Bukan Menjilat dan Mencari Gratifikasi dari Kantor Kelurahan Setempat

Saya menduga kegoblokan ini karena budaya menjilat. Bisa jadi, mahasiswa KKN itu berharap mendapatkan nilai bagus dari pihak kelurahan.