Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

KKN di Bulan Agustus Itu Anugerah Sekaligus Musibah: Gara-gara Proposal Agustusan, Akhir KKN Serasa di Neraka

Sholihul Abidin oleh Sholihul Abidin
9 Oktober 2025
A A
KKN di Bulan Agustus Itu Anugerah Sekaligus Musibah: Gara-gara Proposal Agustusan, Akhir KKN Serasa di Neraka

KKN di Bulan Agustus Itu Anugerah Sekaligus Musibah: Gara-gara Proposal Agustusan, Akhir KKN Serasa di Neraka

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian mahasiswa, bulan Agustus identik dengan lomba tujuh belasan, libur panjang, dan drama ospek mahasiswa baru. Tapi buat saya, Agustus tahun lalu adalah bab paling absurd selama jadi mahasiswa karena harus menjalani masa KKN, masa di mana idealisme kampus diuji di hadapan ibu-ibu PKK, sinyal internet putus nyambung, dan dapur posko yang selalu beraroma mie instan.

Periode KKN saya berlangsung dari awal Juli sampai akhir Agustus, di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jauh dari kebisingan kota. Sejujurnya, awal-awal terasa adem ayem. Tidak ada masalah dengan kelompok, tidak ada drama ala sinetron, bahkan warga desa pun menerima kami dengan tangan terbuka.

Sebagai ketua kelompok, saya merasa cukup optimis. Teman-teman kelompok saya bukan tipikal anak mami-papi manja yang ogah kotor tangan, justru mereka cukup tangguh dan gampang membaur dengan masyarakat.

Awal yang adem dan penuh harapan, seolah semua akan berakhir sempurna

Hari-hari awal kami lalui dengan penuh semangat. Program kerja berjalan sesuai rencana, kami mulai akrab dengan warga, dan saya sampai bilang, “Wah, KKN ini bakal jadi pengalaman berharga, nih.” Setidaknya begitu yang saya pikirkan di awal sampai akhirnya kami memasuki bulan Agustus, bulan yang katanya paling meriah di desa.

Betul saja, di bulan itu ada banyak lomba Agustusan. Dari balap karung, tarik tambang, sampai lomba makan kerupuk semuanya meriah. Bahkan tiap dusun yang ada di desa bikin acaranya sendiri, dan kami sekelompok mahasiswa ini seperti artis tamu yang keliling dari satu panggung ke panggung lain. Rasanya seru banget. Kami merasa benar-benar jadi bagian dari desa.

Plot twist: proposal yang menyambar keheningan dan kehangatan suasana KKN

Namun, di balik keriuhan lomba Agustusan, ada sebuah “plot twist” yang bikin kami syok setengah mati. Sore itu, dua orang yang mengaku sebagai perwakilan pemuda dusun datang ke posko kami. Dengan gaya meyakinkan, mereka menyodorkan proposal acara malam puncak kemerdekaan. Katanya, acara ini sekaligus bakal jadi perpisahan KKN kami, lengkap dengan hiburan dangdut dan macam-macam. Tentu, mereka tidak datang dengan tangan kosong. Eh maksud saya, tidak datang tanpa tuntutan. Mereka minta kami ikut iuran dana sebesar satu juta lebih.

Bisa dibayangkan betapa pucatnya wajah kami. Masa-masa akhir KKN di mana dompet sudah kritis, isi kas kelompok tinggal serpihan, dan tiba-tiba diminta menyetor satu juta lebih. Rasanya kayak mahasiswa semester akhir diminta revisi skripsi satu bab sehari sebelum sidang. Jelas kami nggak mampu. Akhirnya kami coba jelaskan kondisi kami apa adanya: hanya bisa membantu seikhlasnya.

Dan sejak hari itu, suasana berubah drastis. Para pemuda desa yang sebelumnya ramah mendadak jadi dingin. Tatapan mereka sinis, seperti kami ini maling ayam di kampung mereka. Hari-hari terakhir KKN pun jadi mencekam. Kami dihantui rasa takut, khawatir ada yang iseng mengerjai kami di malam-malam terakhir.

Baca Juga:

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

Sebagai ketua kelompok, saya merasa harus mencari jalan keluar. Bersama beberapa teman, kami mendatangi kepala dusun dan tokoh masyarakat untuk minta maaf. Kami jelaskan bahwa bukan maksud kami menolak, tapi memang kondisi finansial sudah di ujung tanduk. Untungnya, mereka bisa memahami. Namun tetap saja, bayangan wajah pemuda dusun yang sinis itu sulit hilang.

Puncak harapan yang longsor dan pelajaran yang tertinggal

Apa yang tadinya kami anggap puncak manis dari KKN malah jadi antiklimaks. Semua kerja keras, semua kedekatan yang sudah terjalin, rasanya tercoreng gara-gara satu momen itu.

Tapi yah, namanya juga hidup. Saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Bisa jadi kami yang kurang berkomunikasi sejak awal, atau panitia desa yang kurang melibatkan kami dalam perencanaan. Intinya, ini soal komunikasi yang gagal.

Meski begitu, saya tetap bersyukur. Dari pengalaman ini, saya belajar banyak tentang bagaimana rasanya hidup bermasyarakat. Bahwa tidak semua hal bisa sesuai ekspektasi, dan kadang momen yang seharusnya jadi indah bisa berubah jadi musibah karena miskomunikasi.

Pada akhirnya, pengalaman ini membuat saya sadar bahwa satu kali sudah lebih dari cukup untuk merasakan hiruk-pikuk hidup di tengah masyarakat desa melalui KKN. Semua lelah, tawa, dan ketegangan yang terjadi selama dua bulan itu menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana manusia berinteraksi, berkoordinasi, dan terkadang berselisih hanya karena salah paham. Saya tetap ingin terus belajar tentang hidup bermasyarakat, tentu saja dengan cara yang lebih tenang dan kalau bisa, tidak lagi di bulan Agustus.

Penulis: Sholihul Abidin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sekolah Jam 6 Pagi Itu Bukan Solusi, Kang Dedi Mulyadi, Itu Nyusahin!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2025 oleh

Tags: KKNmasa pelaksanaan KKNpemuda karang tarunaprogram KKN
Sholihul Abidin

Sholihul Abidin

Warga sipil biasa yang selalu ingin tahu dunia bekerja.

ArtikelTerkait

Seragam KKN Itu Nggak Ada Faedahnya, Sumpah!

Seragam KKN Itu Nggak Ada Faedahnya, Sumpah!

13 Juni 2023
Desa Bumiayu Magelang, Desa Paling Seronok untuk KKN (Unsplash)

Benefit KKN di Kota Memang Banyak, tapi KKN di Desa Jauh Lebih Seronok. Apalagi di Desa Bumiayu Magelang!

8 September 2024
KKN dan Lomba 17 Agustus Combo Terbaik Mendapatkan Jodoh (Unsplash)

Berkat KKN dan Lomba 17 Agustus, Teman Saya Mendapat Jodoh dan Sekarang Resmi Tunangan

7 Agustus 2023
3 Tipe Mahasiswa yang Nggak Cocok KKN di Gunungkidul

3 Tipe Mahasiswa yang Nggak Cocok KKN di Gunungkidul

20 Mei 2024
kkn di desa penari cerita horor ketika kkn kuliah kerja maya cerita hantu mistis horor mojok.co

Ketika Mahasiswa Kuliah Kerja Maya Membuat Cerita Horor dari Rumah

11 Juni 2020
kkn

KKN (Kuliah Kerja Nyumbang): Emang Masih Relevan?

10 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit Terminal

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit

8 Mei 2026
Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak Mojok.co

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

7 Mei 2026
Bioskop Sukabumi Nggak Menarik, Warga Pilih Nonton di Bogor daripada di Kota Sendiri Mojok.co

Bioskop Sukabumi Nggak Menarik, Warga Pilih Nonton di Bogor daripada di Kota Sendiri

5 Mei 2026
5 Keanehan Lokal Jogja yang Bikin Kaget Orang Semarang (Wikimedia Commons)

5 Keanehan Lokal Jogja yang Nggak Pernah Saya Temukan di Semarang tapi Malah Bikin Bahagia

5 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.