Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

3 Mitos Jaga IGD yang Nggak Masuk Akal, tapi Beneran Terjadi

Prima Ardiansah Surya oleh Prima Ardiansah Surya
15 Februari 2022
A A
3 Mitos Jaga IGD yang Nggak Masuk Akal, tapi Beneran Terjadi

3 Mitos Jaga IGD yang Nggak Masuk Akal, tapi Beneran Terjadi (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Seperti halnya tempat lain, IGD pun tak lepas dari mitos. Dan ini saya lihat dan alami sendiri.

Awalnya saya tidak percaya dengan tiga mitos IGD yang akan saya ceritakan ini. Mau percaya kok aneh, kalau nggak percaya kok takut kena karma buruk. Senior yang memberi pesan pun sudah menduga reaksi saya yang setengah percaya setengah tidak. Begini dia bilang:

“Wes ta, awalnya aku juga nggak percaya. Tetapi, ini kejadian beneran.”

Setelah beberapa bulan menjadi dokter muda atau koas, pikiran saya mulai terbuka. Bukti demi bukti telah saya alami hingga kini saya jadi dokter internship. Ya, pesan kakak kelas saya waktu itu memang benar.

#1 Mitos pertama, pembawa dan penangkal pasien

Di IGD, ada dua jenis orang: satunya pembawa pasien, satunya penangkal pasien.

Aneh kan? Mana ada orang yang terlahir apes untuk menerima pasien lebih banyak? Di sisi lain, ada orang yang kelewat beruntung bisa jaga santai dengan jumlah pasien yang sedikit.

Awalnya saya tidak percaya. Namun, pandangan saya mulai berubah ketika teman saya benar-benar mengalaminya. 

Sebut saja namanya Agus. Ketika Si Agus jaga IGD, pasien tiba-tiba berdatangan tanpa ampun. Kalau biasanya ada 5-7 pasien dalam satu shift jaga, si Agus ini bisa menerima 10-15 pasien. Banyak kan?

Baca Juga:

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

Pacaran di Kebun Raya Bogor Bikin Putus? Halah, Omong Kosong!

Namun, ketika yang jaga si Budi, yang sudah terkenal sebagai penangkal pasien. Pasien yang dia terima dalam satu shift bisa berkurang hingga 1-3 saja. Timpang bukan?

Lalu apa yang membuat saya percaya? Begini, kejadian si Agus menerima banyak pasien dan si Budi menangkal pasien itu bukan cuma sekali. Tapi, sudah terulang berkali-kali. Tiap Agus jaga, IGD rame. Tiap Budi jaga, IGD sepi, begitu terus. Walaupun ada kalanya kutukan tersebut tidak muncul. 

Biasanya, supaya bakat pembawa pasien milik Agus tidak terlalu dominan, pembuat jadwal jaga akan mengkombinasikannya dengan orang lain yang memiliki bakat penangkal, seperti Budi. Kelak akan dibuktikan, dari kedua orang berbakat ini, siapa yang lebih kuat. 

Jika nanti terbukti bakat pembawa milik Agus lebih kuat daripada bakat penangkal milik Budi, kelak Agus akan dipasangkan dengan partner lain yang memiliki bakat penangkal lebih kuat daripada Budi. Tentunya partner baru ini sudah dibuktikan kesaktiannya lewat adu bakat seperti tadi.   

Pastinya, di antara dua sifat pembawa dan penangkal itu, ada manusia-manusia yang nggak punya bakat dominan, seperti saya. Malangnya, nasib orang seperti saya akan ditentukan oleh bakat partner jaga. Jika dapat partner penangkal ya alhamdulillah, jika dapat partner pembawa ya masyaallah.

#2 Mitos kedua, jangan pernah bilang IGD sepi ketika lagi jaga

Plis, setelah kalian baca artikel ini, jangan dengan sengaja datang ke IGD terdekat, kemudian bilang: “Kok IGD hari ini sepi ya?” 

Kalau betul terjadi, Anda bisa habis dipelototi dokter jaga. Syukur nggak dilempar botol infus.  

Pernah, ketika teman saya jaga di sebuah pagi yang tenang. Perawat jaganya berkata demikian: “Alhamdulillah Dok, hari ini sepi.”

Teman saya lekas menatap mata perawat tersebut, memastikan dia sadar dengan ucapannya: “Aduh Mbak, masih jam segini, jangan bicara kotor.” 

Ajaib, satu persatu pasien datang, hingga jam jaga teman saya tadi memanjang gara-gara pasien tidak berhenti datang. Kadang, jika kalimat ini sampai terucap, kasus yang datang bakal tidak seperti biasanya. Kalau hari-hari sebelumnya yang datang cuma rawat luka dan sakit lambung, kalimat brengsek ini bisa mendatangkan kasus yang jarang seperti: kejang, stroke, serangan jantung, dan lainnya. Penyakit yang tidak baik untuk pasien, juga tidak baik untuk dokter jaganya. 

#3 Sebelum jaga, Anda harus mandi dan pakai pewangi terbaik supaya pasien enggan datang

Sepintas, tidak ada hubungannya bukan? Memang apa yang membedakan antara sudah mandi, atau belum mandi dengan kedatangan pasien?

Tetapi suer, ini beneran terjadi pada saya sendiri. Ketika awal jaga IGD sebagai dokter muda, saya tidak pernah mandi sebelum jaga. Wajar, jaga sore dilaksanakan setelah kegiatan pagi selesai. Mana sempat saya mandi? Apalagi ketika awal masuk rumah sakit, saya belum tahu celah-celah mencuri waktu. 

Aneh, di waktu itu, jam jaga saya tercatat membawa pasien sedikit lebih banyak daripada biasanya. Dokter residen (pendidikan spesialis) yang jaga pun bertanya kepada kami, tim jaga dokter muda, setelah semalam suntuk menerima pasien yang tak kunjung habis: “Dek, dari kalian ada yang nggak mandi ta?” 

Saya pun spontan menjawab, “Iya dok, saya kemarin sore nggak mandi.” 

Dokter residen yang jaga pun langsung membuang muka. Kedua kawan jaga saya pun berbalik menatap saya tajam.

“Lain kali sebelum jaga, mandi dulu Dek. Kalau belum mandi, jangan jaga sama saya.” Ucap dokter residen dengan tajam dan menusuk. 

Setelah itu, saya selalu mandi sebelum jaga, saya juga mengusahakan untuk selalu pakai parfum. Alhamdulillah kutukan tersebut berangsur menghilang. Tapi, kadang kutukan itu datang kembali sih, jika saya tidak sempat mandi karena kegiatan pagi yang kelewat padat.

***

Ketiga mitos tersebut mengajarkan saya, bahwa dalam hidup ini kita harus menjaga ucapan, penampilan, dan senantiasa berdoa supaya diberikan keselamatan dan keberuntungan. Bagaimanapun, IGD sepi adalah berkah. Artinya, banyak orang yang sehat.

Dan kesehatan, apalagi masa sekarang, adalah hal yang amat sangat berharga.

Penulis: Prima Ardiansah Surya

Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Februari 2022 oleh

Tags: IGDMitos
Prima Ardiansah Surya

Prima Ardiansah Surya

Dokter internship di RSU Aisyiah Ponorogo dan Puskesmas Jenangan Ponorogo.

ArtikelTerkait

3 Mitos Pantai Payangan Jember yang Banyak Dipercaya Orang Terminal Mojok

3 Mitos Pantai Payangan Jember yang Banyak Dipercaya Orang

23 Februari 2022
gondongan kalung mengkudu mojok

Mengungkap Mitos Menyembuhkan Gondongan dengan Memakai Kalung Mengkudu

28 September 2020
Tragedi Tumbal dan Bus Kesasar di Sungai Pemali Brebes

Tragedi Tumbal dan Bus Kesasar di Sungai Pemali Brebes

29 Oktober 2022
Membantah Mitos Menginjak Jempol Kaki Teman Bisa Ketularan Menstruasi Terminal Mojok

Membantah Mitos Menginjak Jempol Kaki Teman Bisa Ketularan Menstruasi

14 Desember 2022
Nggak Cuma Ngurus Pasien, Dokter Juga Harus Siap Menghadapi Pengalaman di Luar Nalar Mojok.co

Nggak Cuma Ngurus Pasien, Dokter Juga Harus Siap Menghadapi Pengalaman di Luar Nalar

22 Maret 2024
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Mitos-mitos Aneh yang Bisa Bikin Kamu Menang Judi Bola

6 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.