Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

3 Kekurangan Lalamove yang Perlu Diperbaiki agar Pelanggan Nggak Kabur

Kuncoro Purnama Aji oleh Kuncoro Purnama Aji
10 Januari 2025
A A
3 Kekurangan Lalamove yang Perlu Diperbaiki agar Pelanggan Nggak Kabur

3 Kekurangan Lalamove yang Perlu Diperbaiki agar Pelanggan Nggak Kabur (Lalamove Marketing via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Pilihan layanan transportasi online saat ini sangat beragam. Salah satu yang sedang naik daun adalah Lalamove. Perusahaan asal Hongkong ini sebenarnya mulai masuk Indonesia tahun 2018. Namun baru mulai berkembang beberapa tahun belakangan.

Prinsip layanan Lalamove sama dengan transportasi online lainnya, yaitu menghubungkan pengguna dengan driver menggunakan aplikasi. Tapi, peruntukannya cukup berbeda dengan aplikasi transportasi mainstream macam Gojek dan Grab. Boleh dibilang Lalamove hanya untuk keperluan angkut barang. Karena layanan ini menyediakan kendaraan angkut mulai dari motor sampai truk engkel besar.

Saya adalah salah seorang pengguna rutin layanan Lalamove. Saya menggunakan layanan ini untuk keperluan pekerjaan seperti kirim barang. Sudah hampir setahun saya menggunakan jasa Lalamove. Pekerjaan saya banyak terbantu karena kehadiran layanan kirim barang ini.

Meski begitu, bukan berarti layanan Lalamove sempurna. Masih banyak kekurangannya. Beberapa kali saya bahkan mengalami kerugian karenanya, tapi saya masih mencoba untuk setia. Saya berharap kekurangan-kekurangan ini bisa segera diperbaiki pihak Lalamove, agar jasa satu ini bisa tetap eksis.

#1 Sistem pembayaran Lalamove perlu diperbaiki, jangan cuma menang murah

Salah satu keunggulan Lalamove adalah tarifnya yang murah. Boleh dibilang Lalamove lebih murah hampir Rp20 ribu jika dibandingkan dengan GoSend dan Grab untuk jenis kendaraan yang sama. Selain itu, dalam kondisi hujan atau kondisi lalu lintas yang padat, ongkos Lalamove cenderung lebih stabil dan tak banyak mengalami kenaikan.

Akan tetapi di balik murahnya biaya tersebut, ada kekurangan yang sering merugikan pelanggan. Yang paling sering saya alami adalah tarif yang harus dibayarkan ke driver tak sesuai dengan yang tertera di aplikasi. 

Jadi begini, sistem pembayaran di Lalamove ada dua, bisa melalui e-wallet di aplikasi atau bayar tunai ke driver. Saya lebih sering membayar melalui e-wallet karena lebih simpel. Tapi terkadang, walaupun sudah membayar via e-wallet, driver masih sering meminta uang tambahan di luar tarif yang ada di aplikasi. Alasannya bermacam-macam. Ada yang minta uang parkir, uang tol, sampai uang bensin tambahan.

Memang ada opsi melalui tol dengan biaya tambahan, tapi kita bisa menonaktifkannya. Sayangnya, sekalipun sudah dinonaktifkan, beberapa driver masih tetap ngeyel lewat tol tanpa persetujuan pelanggan. Masalahnya ketika kita enggan memberi uang tambahan, driver sering menolak untuk melanjutkan perjalanan dan malah menahan barang kami.

Baca Juga:

Lalamove Mengajarkan Saya bahwa Harga Khusus Teman Memang Mahal, dan Lalamove Memang Worth It

Jadi, Lalamove sebaiknya memperbaiki sistem pembayaran. Walau itu karena kelakuan oknum driver yang nakal, kalau sistem pembayarannya diperketat, tentu pelanggan nggak akan dirugikan.

#2 Kurangnya sistem perlindungan bagi pelanggan

Salah satu hal paling riskan yang sering terjadi adalah kehilangan barang ketika pengantaran. Sampai saat ini, Lalamove belum memberikan jaminan untuk hal itu. Beberapa kali barang yang saya kirim nggak lengkap ketika sampai di tujuan. Ketika ditanya ke driver, mereka selalu berkilah. Sayangnya, pelanggan juga nggak bisa menuntut tanpa bukti.

Jika barang yang hilang nilainya tinggi, tentu akan merugikan pelanggan. Harusnya sistem perlindungan bagi konsumen ditingkatkan lagi. Nggak apa-apa deh kami bayar lebih, asalkan barang kami aman.

#3 Oknum driver yang problematik

Kekurangan Lalamove selanjutnya yang sering saya dapati sebagai pelanggan adalah mendapat driver yang problematik nan ngeselin. Selain minta ongkos tambahan, beberapa driver juga sering menerima lebih dari dua orderan dalam waktu bersamaan. 

Hal ini tentu merugikan pelanggan karena otomatis waktu pengiriman jadi molor. Saya pernah order Lalamove untuk kirim barang ke Magelang. Saya order pukul 12 siang. Setelah lama menunggu, barang baru sampai pukul 5 sore. Setelah saya tanya ke driver, dia mengaku kalau menerima 2 orderan sekaligus, dan harus mengirim barang ke daerah Klaten terlebih dahulu. Kalau bilang dari awal tentu nggak masalah, lha ini baru bilang pas barang sudah sampai.

Sebenarnya masih banyak lagi kekurangan layanan Lalamove. Tapi, setidaknya 3 hal di atas harus segera diperbaiki pihak Lalamove mengingat layanannya sendiri sebenarnya cukup bermanfaat dan mudah digunakan.

Penulis: Kuncoro Purnama Aji
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Cara Menyelamatkan Bisnis Es Teh Jumbo yang Katanya Merangkak Menuju Kebangkrutan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2025 oleh

Tags: Lalamove
Kuncoro Purnama Aji

Kuncoro Purnama Aji

Memiliki keinginan menjadi penulis, meski prosesnya berjalan pelan. Banyak ide justru muncul saat berlari dan membiarkan pikiran mengembara.

ArtikelTerkait

3 Kekurangan Lalamove yang Perlu Diperbaiki agar Pelanggan Nggak Kabur

Lalamove Mengajarkan Saya bahwa Harga Khusus Teman Memang Mahal, dan Lalamove Memang Worth It

10 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Resign demi Jadi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

Resign demi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

18 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Saya Sempat Meremehkan Universitas Terbuka, Sampai Akhirnya Saya Menjalaninya Sendiri sambil Kerja

20 April 2026
Honda Supra X 125 Motor Terbaik? Ngawur, yang Terbaik Tetap Karisma (Unsplash)

Tak Hanya Supra, Honda Karisma Juga Jadi Tulang Punggung Keluarga Kelas Menengah di Indonesia

16 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
Stop Geber-Geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

Stop Geber-geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya
  • Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri
  • Dulu PD Paling Tampan dan Jadi Idaman saat Naik Motor Suzuki Satria FU, Kini Malah Geli dan Malu karena Ternyata Jamet
  • Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran
  • WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.