Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Kata Keterangan Waktu dalam Bahasa Indonesia yang Kalah Tenar

Andre Wijaya oleh Andre Wijaya
20 Januari 2021
A A
3 Keterangan Hari dalam Bahasa Indonesia yang Kalah Famous karena Bikin Bingung Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Suatu pagi saya mengawali hari dengan scrolling WhatsApp story karena nggak ada kerjaan, eh tiba-tiba disuguhi kata keterangan waktu dalam bahasa Indonesia yang aneh bin langka. Gimana nggak aneh bin langka? Bisa-bisanya saya, yang sejak dalam kandungan sampai sekian detik sebelum melihat unggahan WhatsApp story teman secara utuh dan menyeluruh, nggak tahu kalau ada kata keterangan waktu selain kemarin, besok, dan lusa. Parahnya lagi, selama hidup, saya belum pernah menggunakan kata-kata keterangan waktu tersebut saat berdialog dengan keluarga, guru, teman, atau apalah yang bisa bicara dan diajak ngobrol.

Atau mungkin jika dikaji dari sudut husnuzan, mengapa kata-kata keterangan waktu tersebut kalah tenar dibanding kata keterangan waktu lainnya atau kalah tenar dengan kata yang mirip padahal memiliki makna berbeda? Yaaa, mungkin saja biar orang yang diajak bicara nggak bingung alias mudah paham dan nyambung. Coba bayangkan, kalau kalian menggunakan kata keterangan waktu yang nggak familier, lawan bicara kalian butuh loading sekian detik untuk memahami apa yang kalian sampaikan. Ini kan bisa bikin waktu rebahan kalian habis, Cuy. Parahnya lagi, coba bayangkan kalau orang yang kalian ajak ngomong lewat chat malah bilang,”Kalau nulis yang bener, typo mulu wkwk” Laaah… Kalian saja yang kebanyakan nonton drakor makanya nggak tahu~

#1 Selumbari vs Sanubari

Istilah satu ini cukup langka dan bersejarah, dan mungkin bagi yang pertama kali mendengar kata “selumbari” akan menangkapnya dengan kata “sanubari”. Jadi teringat penggalan lirik “namamu akan selalu hidup dalam sanubariku” dari lagu “Hymne Guru”, ya. Wajar saja, “sanubari” kedengaran lebih artistik dan mengenang. Gimana nggak gitu, kata “sanubari” dalam lirik lagu “Hymne Guru” sudah mendarah daging di kepala orang Indonesia.

Kembali ke menu utama kita, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang beredar sekarang, kata “selumbari” berarti kemarin dulu, lebih mudahnya dua hari yang lalu. Jadi, jika sekarang hari Rabu, maka selumbari menunjuk pada hari Senin. Ingat!!! Ada selumbari yang menunjukkan hari dan ada sanubari yang menunjukkan hati. Jadi, jangan sampai salah, ya.

#2 Tulat vs Telat & Ulat

Kata keterangan waktu yang lebih aneh bin unik selanjutnya adalah “tulat”. Awal mendengar kata “tulat”, ada dua hal yang terngiang-ngiang dalam pikiran saya. Pertama, kata “telat”. Sudah jadi hal wajar jika kata “telat” lebih diterima otak lantaran cocok dengan perilaku dan kebiasaan orang Indonesia yang suka molor dan nggak on time dengan dalil andalannya “jam Indonesia” sambil senyum-senyum kayak nggak ada dosa. Kedua, kata “ulat”. Yaaa, “tulat” memang kedengaran kalah tenar dengan “ulat” lantaran “ulat” jadi primadona sebuah kehidupan. Ketika masih menjadi ulat, sebagian orang awam akan jijik melihatnya. Namun, jika dilihat oleh orang berilmu, maka ulat adalah kupu-kupu (keindahan) yang tertunda. Akhirnya orang bijak akan berkata, “Ulat mengajarkan kita untuk tidak melihat sesuatu hanya sebatas penampilan, melainkan secara keseluruhan” Puji semesta dengan segala yang kau ucapkan~

Kembali ke Kamus Besar Bahasa Indonesia, “tulat” berarti hari ketiga sesudah hari ini atau simpelnya hari sesudah lusa. Jadi, jika hari ini adalah hari Senin, maka “tulat” adalah hari Kamis. Namun, realita yang terjadi malah begini, “Tulat ngumpulin tugas praktikum, yuk” yang dipahami temanmu, “Telat saja ngumpulin tugas praktikumnya.” Hingga akhirnya tugas temanmu belum siap dan kamu jadi korban sontekannya.

#3 Tubin vs Turbin & Ubin

Kemudian disusul oleh turbin, eh “tubin”, yaaa! Pertama kali mendengar kata tersebut, tentu kalian lebih familier dengan dua kata lainnya. Pertama, “turbin” jadi kata yang lebih mudah diingat otak daripada “tubin” lantaran sering disebut dalam istilah permesinan. Apalagi jika sudah menyangkut mesin-mesin berskala besar, “turbin” akan jadi bahan pertimbangan dan pertanyaan. Kedua, kata “ubin”. Tentu ini bukan serial anak terkenal Ubin dan Ipin, ya. Eh, itu mah Upin dan Ipin. Huehehe. Yaaa, “ubin” dikenal masyarakat luas sebagai alas lantai, dinding, bahkan atap. Jadi, wajar jika “ubin” lebih diingat oleh otak dibanding dengan “tubin”. Oh ya, bagi yang belum tahu bentuk dan bahan pembuatan ubin seperti apa, ubin sendiri berbentuk persegi atau persegi panjang dan terbuat dari campuran pasir, batu, kaca, semen, dan cari di Wikipedia yang konon jadi sumber referensi. Tapi, jika alas lantai atau dinding rumah kalian hanya berbahan semen, itu bukan ubin, melainkan cor-coran!

Kembali ke Kamus Besar Bahasa Indonesia, “tubin” memiliki arti hari keempat dari sekarang atau biar makin ribetnya dua hari setelah lusa. Jadi, jika sekarang hari Rabu, maka tubin adalah hari Minggu.

Baca Juga:

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Agar lebih mudah dipahami oleh jamaah mojokiyah sekalian, kata keterangan waktu yang saya tuliskan di atas bisa diurutkan mulai dari selumbari, kemarin, hari ini, besok, lusa, tulat, dan tubin. Terus setelah tubin apalagi, Kak? Jawab saya, “Diamalkan dulu yang sudah ada, jangan muluk-muluk!”

BACA JUGA Memahami Beda Disinformasi, Malinformasi, dan Misinformasi Biar Nggak Keder.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2021 oleh

Tags: bahasa indonesia
Andre Wijaya

Andre Wijaya

Seorang pendosa yang sedang meniti jalan pulang. Menyadari diri sebagai anak yang penuh kekurangan, namun kini mendedikasikan sisa waktu untuk membahagiakan orang tua.

ArtikelTerkait

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026
6 Istilah Menempel dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Nemplek hingga Rengket. Beda Konteks Beda Penggunaan Mojok.co

6 Istilah dari Kata “Menempel” dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Nemplek hingga Rengket. Beda Konteks Beda Penggunaan

3 April 2024
Pergi ke Pantai Malam Hari Adalah Hal Bodoh yang Tidak Seharusnya Dilakukan mojok.co/terminal

Pantai Rako: Pesona Wanita Bertubuh seksi

23 Juni 2019
Langkat, Kabupaten di Sumatera Utara yang Masyarakatnya Fasih Berbahasa Jawa Mojok.co

Langkat, Kabupaten di Sumatera Utara yang Masyarakatnya Fasih Berbahasa Jawa

6 November 2023
Jurusan Sastra Indonesia: Fakta dan Stereotip Goblok yang Disematkan kepada Mahasiswa Sasindo

Jurusan Sastra Indonesia: Fakta dan Stereotip Goblok yang Disematkan kepada Mahasiswa Sasindo

23 Oktober 2023
Nostalgia Istilah Lawas dari Alamak Sampai Skuter yang Bikin Gen Z Jadi Lola terminal mojok

Nostalgia Istilah Lawas dari Almanak Sampai Gerobok yang Bikin Gen Z Jadi Lola

4 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

20 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

21 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.