Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Hal yang Membuat Lamongan Semakin Payah Dibanding Tuban, padahal Dahulu Setara

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
25 Oktober 2025
A A
3 Hal yang Membuat Lamongan Semakin Payah Dibanding Tuban, padahal Dahulu Setara Mojok.co

3 Hal yang Membuat Lamongan Semakin Payah Dibanding Tuban, padahal Dahulu Setara (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada masa ketika Lamongan dan Tuban seperti dua saudara yang sama-sama bersinar di jalur Pantura. Sama-sama punya laut, sama-sama punya sejarah panjang, dan sama-sama dikenal karena kulinernya yang ngangenin. Tapi, entah kenapa, belakangan ini nama Tuban makin sering muncul di media sosial. Entah karena wisatanya, infrastrukturnya, atau program pemerintahnya yang memang terasa “hidup.”

Sementara Lamongan? Yah, masih sibuk dengan tagline “Lamongan Megilan” yang entah megilannya di mana. Berikut tiga hal yang, dengan berat hati, membuat Lamongan makin kalah pamor dibanding Tuban.

#1 Identitas kurang kuat

Coba tanya siapa pun di luar daerah: Tuban dikenal sebagai Kota Wali dan Kota Seribu Goa. Identitasnya jelas dan terus diperkuat. Pemerintahnya rajin bikin festival budaya, menjaga situs-situs bersejarah, dan mempromosikan wisata lokal secara berkelanjutan. Bahkan, kalau kamu nyasar ke pedesaan Tuban, bisa jadi nemu plang wisata atau ziarah yang terawat rapi.

Lamongan? Punya banyak potensi. Iya, ada WBL, Maharani Zoo, Makam Sunan Sendang Duwur, hingga pesisir yang cantik. Namun, sayangnya, semua itu seperti berdiri sendiri-sendiri tanpa narasi yang mengikat. Tagline “Lamongan Megilan” pun hanya populer di kalangan warga sendiri. Di luar Lamongan, orang lebih kenal “Soto Lamongan” daripada Lamongannya itu sendiri. Ironis, kan?

Kalau Tuban punya citra yang konsisten, Lamongan masih seperti remaja bingung, yang pengen tampil keren, tapi belum tahu mau dikenal sebagai apa.

#2 Infrastruktur wisata tertinggal 

Salah satu hal yang bikin iri warga Lamongan adalah betapa layaknya infrastruktur di Tuban. Jalan-jalan menuju tempat wisata rata-rata sudah mulus, ditambah taman kota yang cantik dan fasilitas publik yang hidup. Pemerintahnya paham bahwa wisata itu nggak cuma soal tempat, tapi juga pengalaman menuju ke sana.

Di Lamongan? Kadang menuju destinasi wisata lokal saja harus bersiap dengan jalan berlubang dan papan petunjuk yang entah ke mana arahnya. Padahal, Lamongan dilalui jalur Pantura, lokasi yang sangat strategis untuk menarik wisatawan. Tapi, ya itu tadi, tanpa pembenahan infrastruktur dan promosi digital yang serius, potensi besar itu cuma jadi bahan obrolan di warung kopi. Tuban punya rest area dan bus sekolah gratis, sementara di Lamongan, hanya bisa menunggu Trans Jatim dari program gubernur.

Baca halaman selanjutnya: #3 Tuban mulai …

Baca Juga:

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Legen Tuban kini serba oplosan, tak layak jadi oleh-oleh khas daerah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2025 oleh

Tags: lamonganLamongan MegilanpanturaTuban
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

Surat Terbuka untuk Bupati Lamongan Terpilih dari Warga yang Sudah Lelah Mojok.co

Surat Terbuka untuk Bupati Lamongan Terpilih dari Warga yang Sudah Lelah

4 Februari 2025
Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

19 Juli 2026
Jalan Mulus di Kabupaten Lamongan Itu Mitos!

Jika Ingin Jadi Sufi, Silakan Lewat Jalanan di Lamongan, Niscaya Kesabaran Anda Diuji hingga Titik Tertinggi

15 Juli 2023
Kerupuk Miskin, Camilan yang Punya Cerita Soal Masyarakat Pantura Saat Penjajahan

Kerupuk Miskin, Camilan yang Punya Cerita Soal Masyarakat Pantura Saat Penjajahan

10 Maret 2020
Urug-Urug Udan Gedhe, Sinyal Hujan Datang Orang Pantura curah hujan

Urug-Urug Udan Gedhe, Sinyal Hujan Datang Orang Pantura

28 November 2022
Plat K, Plat Nomor dengan Pengendara Paling Menyebalkan (Unsplash)

Pengendara Plat K Memang Jago Membahayakan Pengendara Lain Lantaran Hobi Banget Mendahului dari Sisi Kiri Jalan

30 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026
Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

3 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.