Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Makam Sunan Drajat Lamongan, Wisata Religi yang Tergerus Sakralitasnya Gara-gara Banyak Pungutan dan Pengemis Nakal

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
29 September 2024
A A
Makam Sunan Drajat Lamongan, Wisata Religi yang Tergerus Sakralitasnya Gara-gara Banyak Pungutan dan Pengemis Nakal

Makam Sunan Drajat Lamongan, Wisata Religi yang Tergerus Sakralitasnya Gara-gara Banyak Pungutan dan Pengemis Nakal

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah lima tahun berlalu, akhirnya kemarin saya kembali ziarah ke Makam Sunan Drajat untuk keempat kalinya. Dulu, saya cuma ziarah ke sini kalau diajak bapak ikut rombongan ziarah wali lima dari tempat kerjanya. Tapi kali ini, saya mampir ke sana karena kebetulan. Kebetulan ada urusan pekerjaan yang mengharuskan saya ke Kabupaten Lamongan.

Sayangnya, pengalaman ziarah kemarin nggak seperti lima tahun lalu. Ada banyak hal yang amat sangat berubah di Makam Sunan Drajat. Entah perubahan ini sudah lama atau baru, saya nggak tahu. Yang pasti, wisata religi di Lamongan ini sudah beda. Baik dibandingkan dengan yang dulu, maupun dengan makam sunan lainnya.

ADVERTISEMENT

Biasanya, saya ke Makam Sunan Ampel di Surabaya. Sering, bahkan rutin dengan teman-teman kampung. Makanya ketika saya ziarah ke Makam Sunan Drajat, saya betul-betul kaget. Bagaimana mungkin ini wisata religi, sementara banyak sekali hal yang rasa-rasanya menggerus sakralitasnya.

Retribusi parkir Makam Sunan Drajat teramat mahal

Saat tiba di area parkir, suasananya masih terlihat sama seperti 5 tahun lalu. Luas dan banyak kios oleh-oleh yang berjejer. Jarak dari parkir ke Makam Sunan Drajat juga lumayan dekat, jauh berbeda dengan di Makam Sunan Ampel yang mengharuskan peziarah berjalan lebih jauh. Tapi, yang aneh adalah, retribusi parkirnya amat mahal.

Kemarin, saya sempat bersantai di area parkir dan ngobrol dengan seorang sopir minibus rombongan. Dia bertanya, apa memang sudah dari dulu biaya parkir di Makam Sunan Drajat ini mahal. Tentu saja saya tercenung bingung, lha wong jarang ke wisata religi ini. Begitu saya tanya berapa biaya parkirnya, saya makin kaget. Untuk minibus, ternyata biayanya 50 ribu!

Padahal, sopir minibus itu menambahkan, di papan informasi tertera tarifnya hanya 1.500 untuk minibus. Dan kalaupun memang itu juga dihitung biaya masuk makam, katanya, harusnya nggak semahal itu. Sebab, minibus yang ia kemudikan jumlah rombongannya 20 termasuk sopir. Artinya, jika dikalikan hasilnya 30 ribu. Ini sangat berbeda dengan tarif di makam sunan lainnya, tandas beliau.

Saya kurang tahu pasti kenapa sampai semahal itu. Apakah memang ada pemda yang berubah, atau memang pungli. Yang jelas, saya dan pak sopir minibus itu akhirnya cuma bisa geleng-geleng sambil melamun.

Semua fasilitas kena pungut, termasuk tempat ibadah

Sesudah ngobrol sama pak sopir minibus itu, saya pamit mau masuk ke area Makam Sunan Drajat. Sebelum ke makam, saya sempat ke toilet untuk buang air kecil. Lagi-lagi keanehan terjadi di sini. Untuk kencing, kena pungut 2000 ribu. Sementara 5000 ribu untuk buang air besar. Padahal, kondisi toiletnya kotor dan bau pesing, kayak jarang banget dibersihkan

Baca Juga:

Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

Bagi Warga Kabupaten, Orang Jakarta Terlihat Terlalu Buru-buru dan Terlalu Punya Tujuan

Tapi ya okelah, buat saya pribadi itu nggak terlalu masalah. Namun, setelah dari toilet mau ambil wudu, kok ya dikenai pungut lagi 2000 ribu. Tentu saja ini, dan bikin saya agak berat untuk bisa ikhlas. Ya gimana, wisata religi di mana-mana, seperti Makam Sunan Ampel, kalau mau wudu ya udah bebas tarif. Karena sudah bayar karcis masuk makam di awal.

Tak hanya itu, tempat ibadah di sekitar makam pun dikenakan pungut 2000 ribu. Tempat ibadah ini bukan musala atau masjid. Melainkan semacam tempat kosong, yang dimanfaatkan untuk beribadah. Sebenarnya, musala atau masjid ada, tetapi lumayan jauh jaraknya dengan makam. Yang paling dekat ya tempat ibadah itu tadi

Ya katakanlah tempat ibadah itu memang berbayar, tetap saja saya merasa aneh. Nggak biasanya wisata religi, apalagi makam waliyullah, tapi (seolah) dibuat ladang bisnis. Jujur saja kalau buat saya, ini kurang etis dan mencemari kesakralan makam wali.

Banyak pengemis yang masih muda dan memaksa

Setelah salat di tempat ibadah berbayar itu, saya kira keanehan sudah selesai. Tapi ternyata belum. Di sekitar Makam Sunan Drajat ada banyak sekali pengemis. Para pengemis di sana kelihatan sehat jasmani dan masih cukup muda. Sudah begitu, caranya nakal pula: menghampiri peziarah sambil memaksa agar ngasih uang.

Saya kemarin juga sampai takut untuk nggak ngasih uang. Sebab, para peziarah di sana itu dimarah-marahi pengemis, karena ngasih uang dengan nominal kecil. Akhirnya, dengan terpaksa saya kasihlah uang yang seharusnya bisa buat beli kopi. Meski nilainya kecil, tetap saja saya kurang ikhlas. Lha wong caranya kayak orang nagih hutang, kok.

Semoga Pemkab Lamongan memperhatikan Makam Sunan Drajat

Terus terang saja, saya merasa eman dengan Makam Sunan Drajat. Wisata religi ini lekat dengan nilai sejarah dan budaya keagamaan Islam yang tinggi. Tidak seharusnya dipenuhi dengan hal-hal yang justru menggerus sakralitasnya.

Semoga saja, Pemkab Lamongan lekas memperhatikam kondisi Makam Sunan Drajat. Kalau memang perihal retribusi parkir benar demikian mahalnya, setidaknya fasilitasnya dikelola dengan baik. Saya pribadi nggak masalah kalau toiletnya berbayar. Asalkan satu: nggak kotor dan bau pesing.

Dan, satu hal yang juga amat sangat penting, adalah keberadaan pengemisnya. Saya berharap para pengemis di Makam Sunan Drajat mendapat perhatian sebagaimana mestinya. Biar wisata religi ini tetap sakral, aman, dan nyaman. Sebab kalau terus dibiarkan, saya khawatir kalau wisata religi ini sepi karena peziarah malas ketemu mereka.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Wejangan Sunan Drajat untuk Alasan Kenapa Ayam Perlu Kandang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 September 2024 oleh

Tags: lamonganmakam sunan drajatpengemispungutantarif parkir
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

dermawan

Soal Dermawan, Kita Juga Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah

1 Juli 2019
Jalan Pucuk-Blimbing, Jalan Paling Berbahaya di Lamongan yang Rawan Kecelakaan Tunggal

Jalan Pucuk-Blimbing, Jalan Paling Berbahaya di Lamongan yang Rawan Kecelakaan Tunggal

9 Maret 2024
Sudah Saatnya Soto dan Pecel Lele Lamongan Memberi Panggung untuk Nasi Boran

Sudah Saatnya Soto dan Pecel Lele Lamongan Gantian Memberi Panggung untuk Nasi Boran

7 Februari 2023
Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta (Unsplash)

Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta

30 April 2026
4 Pertanyaan yang Bikin Orang Lamongan Ngelus Dada Mojok.co

4 Pertanyaan yang Bikin Orang Lamongan Ngelus Dada

4 November 2024
Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

18 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

15 Juli 2026
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026
Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan Mojok.co

Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan

14 Juli 2026
Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau? (Unsplash)

Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau?

15 Juli 2026
Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan Terminal

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

15 Juli 2026
Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak Mojok.co

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.