Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan Mahasiswa Kalau Resesi Ekonomi Terjadi

Akbar Malik Adi Nugraha oleh Akbar Malik Adi Nugraha
11 September 2020
A A
3 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan Mahasiswa Kalau Resesi Ekonomi Terjadi terminal mojok.co

3 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan Mahasiswa Kalau Resesi Ekonomi Terjadi terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini berita tentang kemungkinan resesi ekonomi ramai menjadi perbincangan. Mulai dari menteri, pengamat, analis, hingga mahasiswa ingusan seperti saya turun gelanggang menyuarakan kekhawatiran terjadinya resesi.

Awalnya, tentu, saya bodo amat dengan apa yang sedang terjadi di ranah makro, karena saya masih sibuk berpikir yang mikro yaitu kuliah online di rumah bikin stres. Tapi kemarin, saya disadarkan bahwa saya juga harus aware dengan berita dan kabar nasional.

Di suatu sore di akhir pekan yang sejuk, saya duduk bersama seorang perempuan untuk menghabiskan waktu petang. Kami mengobrol di kafe dengan pemandangan cukup asri, ditemani angin sore yang sejuk. Di sela-sela perbincangan, ada seorang bapak yang meminta saya untuk memfotokan dia bersama istrinya. “A, boleh minta tolong fotoin?” Saya langsung mengangguk seraya mengambil hape bapak tersebut.

Satu cekrek. Dua cekrek. Tiga cekrek.

Setelah difotokan, bapak itu melihat hasilnya, kemudian ia mengambil ruang percakapan untuk berbasa-basi.

“Kuliah di mana, A?”
“Udah tingkat berapa?”

Saya jawab sekenanya, agar percakapan tidak memanjang. Setelah itu, bapak tersebut berkata, “Oh, berarti belum mikirin kerja, ya. Santai ajalah. Dikira tingkat akhir yang mau nyari kerja. Bentar lagi kayaknya bakal resesi ekonomi lho.”

Saya manggut-manggut memberikan kesan bahwa saya mendengarkan pesannya secara utuh, padahal hanya agar perbincangan segera selesai. Dan syukur, strategi saya berjalan jitu, bapak itu melengos dan pergi bersama istrinya setelah mengucap terima kasih.

Baca Juga:

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Walau saya merasa pertemuan dengan bapak itu tidak terlalu berkesan, tapi pernyataannya tentang resesi ekonomi cukup membuat saya berpikir. Pertanyaan paling mendasar seperti apa itu resesi, apa dampaknya bagi saya, dan seterusnya, membuat saya mencari tahu lebih banyak tentang resesi ekonomi.

Setelah mencari dan membaca, akhirnya saya tahu kalau resesi adalah keadaan ketika pertumbuhan ekonomi minus selama dua kuartal berturut-turut. Kuartal dua, dari April hingga Juni, sudah minus, tepatnya 5,23%. Nah, kalau kuartal tiga, nanti sampai akhir September ternyata minus lagi, Indonesia akan dinyatakan mengalami resesi ekonomi. Singkatnya begitu.

Pertanyaan selanjutnya yang kemudian muncul, “Terus, kalau resesi, saya harus bagaimana?”

Saya, mahasiswa yang masih mengandalkan beasiswa dari orang tua, mulai berpikir apa persiapan yang harus dilakukan sebagai ancang-ancang merespons resesi. Bukannya apa-apa, saya ingin melek finansial, biar nggak terlalu menyulitkan orang tua, hehehe.

Setelah membaca petuah-petuah bijak dari para pengamat ekonomi, setidaknya ada tiga tips yang bisa kita lakukan, khususnya untuk mahasiswa yang miskin belum berpenghasilan. Tips berikut adalah hasil adaptasi dan tafsir saya sendiri, tentu.

Menyeimbangkan waktu nongkrong

Walau pandemi masih berlangsung, sudah banyak mahasiswa yang kembali ke habitatnya untuk nongkrong bersama teman-teman. Dalam sudut pandang kesehatan, barangkali itu bisa jadi buruk, karena bisa meningkatkan kemungkinan penularan virus. Tapi dalam kacamata ekonomi, itu malah bisa jadi bagus, karena mendorong peningkatan konsumsi masyarakat dan produksi yang dilakukan UMKM. Jadi, ekonomi lebih segar dan hidup.

Mahasiswa mungkin tidak sadar bahwa kebiasaan nongkrongnya di kedai-kedai kopi, bisa menumbuhkan geliat perekonomian nasional. Mereka tidak sadar bahwa uang yang dihamburkan adalah untuk kesejahteraan bangsa. Sungguh, nongkrong adalah hal yang sangat berdampak. Walau begitu, waktu nongkrong harus diseimbangkan alias jangan sering-sering. Kita harus sedia payung sebelum hujan.

Meski nongkrong bisa menstimulus perekonomian, kita tetap harus siap dengan kemungkinan resesi bakal terjadi. Kita harus menyisihkan uang untuk menabung. Kendati uang kita tidak seberapa banyak, menabung tipis-tipis adalah jalan yang mesti kita tempuh untuk menghalau derasnya resesi di kemudian hari. Itu bukan kata saya, tapi kata ekonom. Jangan terlalu konsumtif.

Investasi kecil-kecilan

Ketika Anda membaca investasi, khususnya dalam tulisan ini, tolong jangan khususkan definisinya dengan membeli satu atau sejumlah instrumen investasi. Saya tidak merujuk pada saham atau reksadana. Itu tugas perencana keuangan.

Ketika sedang pandemi begini, ditambah kuliah online, kita bisa “berinvestasi” dengan meningkatkan kapasitas diri. Membeli buku dan membacanya, kemudian mendiskusikannya dengan teman-teman adalah satu dari sekian banyak cara. Investasi dengan mengembangkan diri adalah investasi paling mendasar. Dan, membaca buku demi tetap waras dan mendayagunakan nalar adalah hal paling mudah.

Para penerbit buku, mulai dari penerbit besar hingga kecil, mayor sampai indie, semua terkena getah kecut pandemi. Maka dari itu, agar literasi tidak padam, malah harusnya meningkat, kita harus ramaikan khazanah literasi Indonesia dengan membeli buku-buku ori dari para penerbit atau distributor, baik secara konvensional maupun online. Setidaknya, walau di rumah saja, kita bisa tetap hidup bergairah dengan bacaan-bacaan yang menggugah.

Membantu orang tua

Di saat semua orang tua menjerit karena kebutuhan harus tetap terpenuhi sementara jalan pemenuhan kebutuhan bisa jadi terseok-seok, kita sebagai mahasiswa–orang yang sekolah–harus membantu.

Bantuan paling ringan bisa dengan pekerjaan fisik seperti membereskan rumah, dan lainnya. Bantuan lumayan berat bisa dengan menyalurkan saran strategis agar ekonomi keluarga tidak ikut-ikutan resesi. Dan bantuan paling lumayan bisa dengan berhenti meminta uang dan mencoba mencari penghasilan.

Seperti yang saya lakukan, menulis di Terminal Mojok adalah salah satu usaha melancarkan tips ketiga. Dan tentu, lebih jauh agar tetap bisa membeli buku dan nongkrong.

Tiga hal itulah yang bisa kita lakukan, wahai kawan-kawan seperjuangan. Selamat mencoba.

BACA JUGA 4 Kuliner Bandung yang Sudah Menyandang Status Legendaris dan tulisan Akbar Malik Adi Nugraha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 September 2020 oleh

Tags: Mahasiswaresesi ekonomi
Akbar Malik Adi Nugraha

Akbar Malik Adi Nugraha

Mahasiswa Universitas Diponegoro

ArtikelTerkait

4 Pengalaman Duka yang Dirasakan saat Rumah Dijadikan Tempat Nongkrong

Momen Perpisahan Anak Bandel dengan Ibu Kos yang Terlewat Dramatis

30 November 2020
cerita ospek pengalaman mahasiswa baru angkatan corona beruang pemalas mojok.co

Yang Sedih dan Gembira dari Mahasiswa Baru Angkatan Corona

3 September 2020
vandalisme

Demokrasi Indonesia dan Bayang-bayang Vandalisme yang Sulit Dilepaskan

25 September 2019
pejuang 3,5 tahun

Tidak Perlu Menjatuhkan Mimpi Para Mahasiswa Pejuang 3,5 Tahun

27 Agustus 2019
internet buat nyari referensi

Emang Kenapa kalau Mahasiswa Ngandelin Internet buat Nyari Referensi?

22 Juni 2020
4 Cara untuk Menolak Ajakan Gabung ke Organisasi Mahasiswa terminal UKM mojok.co

Urutan Kasta Divisi Kegiatan Mahasiswa dari yang Enak sampai yang Apes

13 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.