Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

3 Fakta Menyebalkan dari Jalan Ditutup karena Hajatan

Anisah Meidayanti oleh Anisah Meidayanti
27 Juli 2022
A A
3 Fakta Menyebalkan dari Jalan Ditutup karena Hajatan Terminal Mojok

3 Fakta Menyebalkan dari Jalan Ditutup karena Hajatan (Ester Lia/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Musim hajatan telah tiba. Entah itu hajatan pernikahan atau hajatan sunatan (khitanan) akhir-akhir ini ramai dilaksanakan. Cukup mudah melihat tanda-tandanya, biasanya dilihat dari banyaknya tamu undangan yang datang ke sebuah rumah hingga akses jalan ditutup lantaran menggelar hajatan di rumah. 

Meski sekarang sudah banyak gedung dan hotel yang disewakan sebagai tempat hajatan, kebanyakan orang masih memilih menggelar hajatan di rumah. Akhirnya, tutup dalan buka terop adalah cara yang dilakukan sebagian orang, tak terkecuali di Surabaya, tempat asal saya. Menggelar acara dengan memasang terop (tenda hajatan), sound system, dan kuade di jalan masih jadi idola lantaran waktu pelaksanaan acara bisa fleksibel nggak seperti menyewa gedung yang terikat dengan keterbatasan waktu.

Hajatan memang identik dengan acara yang membahagiakan. Makan-makan, orkes, haha-hihi, dan hokya-hokye. Namun, terdapat beberapa fakta menyebalkan dari jalan yang ditutup karena hajatan.

#1 Pengguna jalan harus rela muter-muter

“Aduh, ndadak muter adoh iki,” begitu kira-kira sambatan mas ojol yang sepeda motornya terhenti akibat jalan yang hendak dia lalui ditutup. Daerah itu masih asing baginya. Peta digital yang selalu menuntun arah jalannya pun nggak punya update terkini yang memuat informasi “jalan ini ditutup”.

Begitu juga yang dirasakan beberapa warga yang harus berangkat kerja. Namanya jalan umum ya, yang lewat kan nggak cuma tetangga kanan kiri yang punya hajatan. Wajar saja kalau warga dari gang lain atau bahkan RT/RW lain nggak tahu kalau jalan yang biasa mereka lewati ditutup. Warga yang kecelek jadi harus putar balik mencari jalan lain.

Biar hajatan tetap berlangsung dan pengendara jalan atau warga sekitar masih bisa mengakses jalan, coba yang empunya acara menyisakan satu atau dua meter jalan biar warga tetap bisa lewat. Atau yang empunya acara bisa juga menyiapkan rancangan rekayasa arus lalu lintas alternatif lengkap dengan tim keamanan yang bisa membantu pengendara lewat. 

#2 Speaker bombastis bikin kuping menangis

Selain keberadaan tenda yang biasanya menghalangi jalan umum, hajatan yang dilangsungkan di jalan identik dengan speaker bombastis yang punya suara dan dentuman keras. Belum lagi kalau si empunya hajatan menyewa orkes atau electone lengkap dengan efek suara “hoobah”, “yak e yak e”, “asek asek”, dkk. beuh, saya jamin warga sekitar nggak bisa tidur dan nggak bisa kerja dengan leluasa.

Coba bayangkan kalau di sekitar rumah yang menyelenggarakan hajatan dengan speaker bombastis itu ada pekerja yang harus meeting dadakan di rumah. Selama meeting berlangsung, bukan suara bosnya yang terdengar, melainkan suara para biduan yang menyanyikan lagu “Pecah Telur”. 

Baca Juga:

Realitas Pahit di Balik Hajatan: Meriah di Depan, Menumpuk Utang dan Derita di Belakang

Derita 3 Tahun Bertetangga dengan Pemilik Sound Horeg, Rasanya seperti Ada Hajatan Tiap Hari

Biar hajatan tetap berlangsung dan warga sekitar nggak terganggu, empunya acara bisa menggunakan speaker di dalam saja, nggak perlu diarahkan ke jalanan. Selain itu, pastikan acara selesai tepat waktu supaya nggak mengganggu jam tidur warga sekitar.

#3 Pedagang sekitar nggak bisa jualan

Di dekat rumah saya pernah ada pedagang lontong pecel yang harus rela nggak berjualan selama dua hari lantaran ada tetangga yang melaksanakan hajatan. Blio menutup lapaknya ya karena memang jalanan utama ditutup dari ujung utara hingga selatan. Akses jalan yang ditutup dan diberi tenda itu tentu membuat calon pembeli nggak bisa mengakses jalan secara leluasa. Ketimbang memaksakan diri untuk tetap buka tapi nggak ada yang beli, akhirnya blio memilih untuk menutup lapaknya sementara.

Nggak adanya aturan jelas perihal penyelenggaraan atau jadwal penyelenggaraan acara yang menggunakan jalan umum membuat hajatan kadang terlaksana dengan asas sak karepe seng nduwe gawe (terserah yang punya acara). Pokoknya asal sudah izin dan bayar uang keamanan ya sudah beres. Padahal hajatan yang terselenggara dengan metode menutup jalan nggak hanya perihal kebahagiaan keluarga sang penyelenggara acara, tapi juga menyangkut puluhan keluarga yang hidup di sekitarnya.

Mau mengadakan hajatan di jalan ya monggo saja, asal nggak melupakan ada warga lainnya yang perlu mengakses jalan tersebut. Jangan sampai terkesan berbahagia di atas penderitaan orang lain. Kan jadi nyebelin gitu.

Penulis: Anisah Meidayanti
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 10 Istilah Job Desc Rewang Saat Hajatan di Gunungkidul.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2022 oleh

Tags: Hajatanjalanjalan ditutupTenda Hajatan
Anisah Meidayanti

Anisah Meidayanti

Mbak-Mbak Pekerja WFA yang Suka Menulis Pengalaman Perjalanannya. Tapi juga Menaruh Perhatian Pada Isu Lingkungan, Gender dan Kesehatan Mental

ArtikelTerkait

Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu Mojok.co

Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu  

29 Oktober 2024
pengemudi pemula

5 Kemampuan yang Wajib Diasah Pengemudi Pemula

10 Desember 2021
Jalan Searah di Segi 8 Emas Ponorogo Jadi Masalah, Kelewat Sedikit Bikin Mumet Pengendara

Jalan Searah di Segi 8 Emas Ponorogo Jadi Masalah, Kelewat Sedikit Bikin Mumet Pengendara

14 Maret 2024
Mempertanyakan Relevansi Karang Taruna di Masa Kini

Organisasi Karang Taruna Nyatanya Tak Lebih dari Pelengkap Acara Hajatan dan Ladang Cari Suara Politik

22 Februari 2025
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal

23 Maret 2024
Derita 3 Tahun Bertetangga dengan Pemilik Sound Horeg, Rasanya seperti Ada Hajatan Tiap Hari Mojok.co

Derita 3 Tahun Bertetangga dengan Pemilik Sound Horeg, Rasanya seperti Ada Hajatan Tiap Hari

26 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

10 Januari 2026
4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7 Mojok.co

4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7

10 Januari 2026
Cerita Kawan Saya Seorang OB selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Cerita Kawan Saya Seorang OB Selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

10 Januari 2026
Aku Cinta Kartasura, Kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Aku Cinta Kartasura, kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

12 Januari 2026
3 Alasan Ayam Geprek Bu Rum Harus Buka Cabang di Jakarta ayam geprek jogja oleh-oleh jogja

Sudah Saatnya Ayam Geprek Jadi Oleh-oleh Jogja seperti Gudeg, Wisatawan Pasti Cocok!

10 Januari 2026
Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.