Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Dosa Ultimate yang Sering Dilakukan Pembeli di Marketplace

Risky Priadjie oleh Risky Priadjie
8 April 2021
A A
3 Dosa Ultimate yang Sering Dilakukan Pembeli di Marketplace terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Belanja secara online bukan hal yang baru saat ini. Sudah banyak marketplace yang bermunculan, mulai dari yang memberi gratis ongkos kirim, sampai yang kasih cashback hingga 50%. Marketplace juga menjadi salah satu solusi bagi rakyat Indonesia sekarang ini untuk menambah pundi-pundi hartanya. Walaupun begitu, ada saja hal-hal yang kurang mengenakkan, entah dari sisi pembeli atau penjual.

Banyak orang di luar sana yang menuliskan artikel tentang seller yang menyebalkan di marketplace. Mereka tidak menyadari bahwa pembeli pun punya sisi menyebalkan. Kali ini saya akan menyampaikan keluh kesah dari sisi penjual supaya pembeli juga bisa berkaca pada diri sendiri.

Lupa mengonfirmasi menerima barang

Siapa yang pernah sengaja atau tidak sengaja melakukan hal ini? Mungkin hampir semua orang pernah. Bisa karena terlalu senang karena barang yang ditunggu sudah datang sehingga lupa untuk mengonfirmasi, bisa juga karena internet yang sangat lambat sehingga tidak bisa mengonfirmasi.

Ya, memang, dana tersebut nantinya juga akan dikirim ke penjual jika memang sudah terdeteksi menerima barang, tapi uang dari pembeli tersebut akan dikirim jika garansi yang diberikan oleh marketplace tersebut sudah habis dan waktu menunggunya cukup lama.

Bayangkan kalau dana tersebut akan digunakan penjual untuk menambah stok lagi, tapi tertahan karena pembeli tidak langsung mengonfirmasi menerima pesanan. Apa yang kamu lakukan itu JAHAT!

Tidak memberi penilaian atau rating

Masalah ini sebenarnya sepele, tapi bisa berarti besar bagi para seller marketplace. Rating bisa membantu penjual untuk bisa bertahan hidup. Bukan tanpa alasan, rating yang tinggi membuat toko menjadi peringkat atas dalam pencarian dan menambah kemungkinan untuk dilirik calon pembeli. Kalau kamu tidak memberi rating, secara tidak langsung kamu kurang mendukung UMKM untuk menggerakkan ekonomi.

Padahal rata-rata marketplace juga sudah memberikan hadiah (walaupun kecil) jika pembeli sudah memberikan penilaian. Mau itu penilaian buruk atau baik, kasih saja, supaya penjual bisa tahu pembelinya menerima barang dengan sukacita atau justru dengan kesedihan.

Sudah tidak mengonfirmasi menerima pesanan, ditambah tidak mau memberi penilaian pula. Hati penjual mana yang tidak tersakiti karena sikapmu?

Baca Juga:

Sistem COD: Menguntungkan Buyer, Merugikan Seller

4 Barang dan Jasa “Gelap” yang Tidak Pernah Saya Sangka Dijual di Facebook Marketplace

Menyalahkan penjual karena kesalahan sendiri

Ini yang paling ultimate. Pembeli menyalahkan penjual karena salah pilih variasi produk, padahal hampir semua penjual sudah menuliskan deskripsi terkait perbedaannya. Apa pembeli itu tidak membaca deskripsi? Atau memang sudah kebelet banget untuk beli barang? Entahlah, yang jelas hal seperti ini sudah berulang kali terjadi.

Sudah gitu, masih ditambah memberi penilaian dan komentar buruk ke penjual karena kesalahannya sendiri. Mending kalau protesnya menggunakan kalimat yang sopan, lah ini pakai kalimat ala-ala netizen tidak sopan se-Asia Tenggara. Mbok yo sadar diri gitu, lho! Kalau alasannya karena kualitas buruk, para penjual masih bisa terima, tapi kalau karena salah pilih variasi, ya harusnya introspeksi diri dengan membaca deskripsi dahulu sebelum membeli.

Aslinya, penjual tuh pengin misuh, tapi kan pembeli adalah raja. Meskipun nggak ada raja yang menyalahkan rakyatnya karena kesalahan sendiri, sih. Paling-paling penjual mengungkapkan semua keluh kesahnya ke grup seller marketplace yang ada di media sosial. Di sana kamu bisa melihat semua pisuhan dahsyat dari pada penjual yang belum pernah dilihat di mana pun.

Harusnya pembeli yang tipenya seperti itu, lebih baik tidak perlu dikasih gratis ongkir dan voucher cashback sekalian, tuman!

Pesan untuk para pembeli, tenangkan pikiran dan baca deskripsi dengan khidmat sebelum memesan barang yang diinginkan. Kalau perlu tanyakan dahulu hal yang belum dimengerti kepada penjualnya. Untuk seller, perbanyak sabar dalam menghadapi tipe pembeli yang dituliskan di atas.

Terakhir, untuk buyer yang sering menggunakan fitur tawar harga di marketplace, kamu punya uang nggak? Kalau menawar harga itu yang wajar gitu, loh. Produk harganya 100 ribu ditawar jadi 10 ribu. Kumpulkan dulu uangnya baru beli, atau kalau memang hasrat memilikinya sudah tidak tertahankan, pakai paylater saja, tapi risiko tanggung sendiri.

Semoga pembeli bisa sadar diri dan penjual bisa terus merawat usahanya.

BACA JUGA Dear Seller Marketplace, Kenapa sih Harus Blokir Pembeli yang Ngasih Review  Bintang Satu? dan tulisan Risky Priadjie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 April 2021 oleh

Tags: Belanja onlinemarketplacepembeli adalah rajapembeli onlinepenjual onlinetoko online
Risky Priadjie

Risky Priadjie

Nongkrong adalah jalan ninjaku

ArtikelTerkait

doa masuk pasar jualan online trik tips strategi marketing laku shopee cara menjaid star seller mojok

Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran Malah Jualan, Bikin Marketplace Sekalian Aja!

2 Mei 2020
3 Hal Menyebalkan dari Belanja Online di Toko Dropshipper

3 Hal Menyebalkan dari Belanja Online di Toko Dropshipper

22 Mei 2022
Tokopedia, e-Commerce Paling Dipercaya dan Nyaman buat Milenial & Gen Z Terminal Mojok.co

Tokopedia, e-Commerce Paling Dipercaya dan Nyaman buat Milenial & Gen Z

26 Agustus 2022
Nggak Enaknya Jadi Orang Desa, Mau Belanja Online Harus Ngumpet karena Banyak Tetangga Kepo!

Nggak Enaknya Jadi Orang Desa, Mau Belanja Online Harus Ngumpet karena Banyak Tetangga Kepo!

14 Juni 2025
Festival Pustaka Sastra Tokopedia: Pembeli Nggak Bakal Dapat Buku Bajakan Saat Belanja, HKI Penulis pun Terlindungi

Festival Pustaka Sastra Tokopedia: Pembeli Nggak Bakal Dapat Buku Bajakan Saat Belanja, HKI Penulis pun Terlindungi

27 Oktober 2023
jualan di facebook terminal mojok

Orang yang Jualan di Facebook Kasih Harga Rp123456789 Itu Kenapa, sih?

27 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.