Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Suara Ghaib yang Cereweti Pelanggar Lalu Lintas

Redaksi oleh Redaksi
18 September 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Baru-baru ini, muncul dan menjadi viral sebuah video yang memperlihatkan adanya suara ghaib di salah satu perempatan jalan di Bandung. Usut punya usut, suara ghaib tersebut adalah teknologi lalu-lintas terbaru yang baru diujicobakan di 10 kota di Indonesia untuk mengingatkan pengendara di jalan raya agar tertib dalam berlalu lintas.

Teknologi “ghaib” yang nggak ghaib-ghaib amat ini namanya Area Traffic Control System (ATCS).

Iklan

Cara kerja sistem ini adalah, setiap pengendara yang berhenti di perempatan lampu merah dan kedapatan melanggar peraturan lalu-lintas akan ditegur oleh petugas melalui pengeras suara yang terpasang lampu merah tersebut. Si petugas bisa tahu kesalahan para pengendara karena mereka mengawasi langsung para pengendara melalui CCTV.

Dalam video berdurasi 48 detik tersebut, terekam cuplikan rekaman yang memperlihatkan dua perempuan pelajar SMA berboncengan sepeda motor. Mereka tercyduk dan langsung mendapat teguran ghaib karena salah satu pengendaranya tidak memakai helm. Si petugas, melalui speaker, mengingatkan agar siswi yang tidak memakai helm agar turun dan berpindah ke angkot saja.

Si siswi nampak begitu kebingungan, begitu juga dengan pengendara lainnya. Si petugas sampai harus meyakinkan si siswi yang terlihat masih tolah-toleh mencari sumber suara, “iya, kamu… anak SMA yang boncengan,” kata si petugas melalui speaker.

Walaupun tidak ada sanksi langsung dalam pelanggaran berlalu lintas tersebut, namun suara ghaib ini agaknya cukup mampu memberikan efek jera dengan adanya sanksi sosial. Lha siapa yang tidak malu kalau ditegur langsung di jalanan di tengah keramaian banyak orang? Orang yang paling gentho pun pasti akan mikir-mikir kalau diperingatkan begitu.

Tak hanya rasa malu di perempatan, rasa malu akibat melanggar peraturan lalu-lintas itu pun masih bisa berlanjut, sebab ada beberapa video pelanggaran lalu-lintas yang terekam itu yang diupload di akun instagram @atcs.kotabandung. Malu kuadrat ini namanya.

Selain mengingatkan tentang penggunaan helm di kepala, si suara ghaib juga mengingatkan tentang kelengkapan spion dan juga penggunaan lampu yang standar, petugas juga akan mengingatkan para kimcil yang kedapatan berboncengan lebih dari tiga, atau para manusia-manusia kelewat visioner yang masih saja berhenti tidak di belakang garis batas lampu merah.

Jika nantinya teknologi ini diaplikasikan di seluruh kota Indonesia, maka bisa dipastikan, akan banyak yang melamar kerja sebagai petugas penegur, maklum, di negara Indonesia ini, salah satu hobi yang banyak dimiliki oleh orang-orang adalah mencari-cari kesalahan orang lain, dan pekerjaan sebagai tukang tegur di perempatan itu tentu menjadi pekerjaan yang pas untuk mengakomodir hobi tersebut.

Cctv

Terakhir diperbarui pada 18 September 2017 oleh

Tags: BandungCctvlalu-lintassuara ghaib
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO
Sekolahan

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

24 Juli 2026
Gedebage, Bandung.MOJOK.CO
Urban

Bandung Kota Overrated dan Penuh Masalah, Anak Mudanya Tetap Waras karena Persib

24 Mei 2026
Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran
Kuliner

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026
Alasan Sepele yang Membuat Orang Sleman seperti Saya Iri dengan Kota Jogja Mojok.co
Pojokan

Alasan Sepele yang Membuat Orang Sleman seperti Saya Iri dengan Kota Jogja

25 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Festival Transmigrasi 2026 Fun Run 6K: Event lari yang tawarkan sensasi berbeda di Kaliurang Sleman MOJOK.CO

Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K: Tawarkan Sensasi Lari di Kaliurang yang Beda dari Event Lari Perkotaan

27 Juli 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Penggagalan perdagangan ilegal burung di Tanjung Perak Surabaya. Satwa dilindungi dimasukkan boks sampai ada yang mati MOJOK.CO

Penggagalan Perdagangan Ilegal Burung di Tanjung Perak Surabaya, Satwa Dilindungi Dimasukkan Boks sampai Ada yang Mati

30 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.