• 42
    Shares

MOJOK.COMungkin elite timses Jokowi dan Ma’ruf Amin sedang memburu hadiah kapal pesiar atau plesir ke Paris ketika rajin memprospek kader Partai Demokrat.

Kalau mau naik level, pegiat MLM (Muti Level Marketing) harus rajin bertemu calon “nasabah”. Kalau bahasa MLM namanya prospek orang. Memburu orang yang dianggap potensial untuk dijadikan kepanjangan “kaki-kakinya”, atau namanya downline. Ternyata aksi memprospek orang tidak hanya di MLM saja, timses Jokowo dan Ma’aruf Amin pun bekerja layaknya MLM.

Setidaknya itulah anggapan Ketua DPP Parti Demokrat, Jansen Sitindaon. Dirinya nampak jengah dengan gesitnya gerak timses Jokowi dan Ma’ruf Amin untuk berburu orang. Kok yang kebetulan, timses petahanan banyak menciduk kader-kader Partai Demokrat. Setelah Tuan Guru Bajang (TGB), yang didekati adalah Deddy Mizwar dan Soekarwo.

“Lama-lama kami melihat elite di tim sukses Pak Jokowi Ma’ruf Amin ini mirip sales MLM aja,” ungkap Jansen dengan kesal seperti dikutip oleh detik.com. Kekesalan Jansen memang beralasan. Banyak nama kader Demokrat yang dibajak oleh timses petahana. Ya mungkin saja kader Demokrat memang oke punya.

TGB punya pengaruh yang cukup kuat. Perpaduan ulama dan politikus berpengalaman ada pada dirinya. Deddy Mizwar juga sangat dikenal oleh masyarakat. Terakhir, Soekarwo, atau biasa disapa Pakdhe Karwo yang diprospek oleh timses Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Baca juga:  Enak Zamanku, Tho? Apa-apa Murah, Termasuk Nyawamu

Jansen sendiri memberi saran kepada elite timses Jokowi dan Ma’ryf Amin. Ketimbang menghabiskan waktu berburu “downline”, lebih baik fokus saja menyusun dan membenahi program yang akan diusung di masa kampanye jelang Pilpres 2019 mendatang.

“Bukannya fokus membenahi program-program Pak Jokowi agar terlihat cemerlang di depan public, eh ini malah kerjanya sibujk ke sana ke mari ‘memprospek’, menarik-narik dan mengiming-imingi kader Partai Demokrat masuk menjadi tim sukses Jokowi-Ma’ruf Amin. Sesudah Deddy Mizwar, ini sekarang ke Pakdhe Karwo Ketua DPD kami di Jawa Timur juga mau diprospek sebagaimana ucapan Asrul Sani,” nyinyir Jansen.

Pak Jansen, sih, sebenarnya tidak perlu nyinyir. Coba Partai Demokrat juga membajak kader PDIP dan partai koalisinya. Untuk apa? Ya untuk timses anak Pepo. Eh, maaf, kemarin ‘nak mas enggak jadi cawapres. Khilaf saya. (yms)