MOJOK.COBerdasarkan survei BPS, setidaknya ada sekitar 45 juta orang Indonesia yang merasa kebal dan yakin dirinya tak akan bisa terinveksi corona.

Tak berlebihan (sebab memang demikian adanya) jika menyebut bahwa pandemi corona di Indonesia sampai saat ini terus menuju fase terburuk.

Per hari ini, jumlah kasus positif di Indonesia total sudah mencapai 279 ribu dengan korban meninggal dunia mencapai lebih dari 10 ribu. Jumlah kasus harian pun terus meningkat. Pada 27 September 2020 kemarin saja, jumlah penambahan kasus harian mencapai 4.823, yang mana merupakan rekor penambahan harian tertinggi. Rekor menyedihkan yang, sialnya, di masa depan, masih sangat terbuka kemungkinan untuk terpecahkan lagi.

Dengan berbagai data yang ada (jumlah kasus yang terus naik, dan korban meninggal dunia yang juga melambung), ternyata ada banyak sekali masyarakat Indonesia yang percaya bahwa dirinya tidak akan mungkin tertular corona.

Setidaknya, itulah yang didapat dari data survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terkait persepsi warga Indonesia pada kemungkinan terinfeksi Covid-19.

Dalam surveinya tersebut, BPS menyebut bahwa 17 persen masyarakat Indonesia merasa tidak akan akan terinveksi virus corona.

“Kelihatan bahwa 17 persen atau 17 dari 100 responden mengatakan bahwa mereka sangat tidak mungkin atau tidak mungkin tertular Covid-19,” terang Kepala Badan Pusat Statistik, Dr Suhariyanto dalam keterangan pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB pada Senin, 28 September 2020 lalu.

Baca juga:  Corona Adalah Peringatan Bahwa Kita Harus Serius Menjaga Kebersihan

Adapun persentase lengkap survei terkait persepsi warga terhadap kemungkinan terinveksi corona adalah: tidak mungkin tertular (12,5 persen), sangat tidak mungkin (4,5 persen), sangat mungkin (19.3 persen), mungkin (29,4 persen), dan cukup mungkin (34,3 persen).

Angka 17 persen ini tentu saja menjadi sebuah keprihatinan tersendiri. Hal tersebut mengingat ancaman pandemi yang memang sudah terbukti nyata di depan mata.

“Kalau 17% dari jumlah secara nasional, 270 juta orang, berarti sekitar 45 juta orang. Angka ini sangat besar, padahal kita semua tahu status yang kita hadapi sekarang pandemi,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, “Artinya boleh dikatakan, tak ada satu jengkal tanah pun betul-betul aman bebas covid-19. Dalam waktu sangat cepat wabah ini bisa menulari.”

Kendati demikian, walau terdengar sangat miris dan memprihatinkan, namun hasil persepsi tersebut tentu saja tak terlalu mengagetkan.

Tentu saja bukan hal yang aneh kalau di Indonesia ada 45 juta orang yang percaya mereka kebal dan merasa tak akan bisa terinveksi corona. Lha gimana, wong Menteri Perekonomiannya saja pernah berkelakar “Karena perizinan di Indonesia berbelit-belit maka virus corona tak bisa masuk” dan Menteri Perhubungannya pernah berkata, “Insya Allah Covid-19 tidak masuk ke Indonesia karena setiap hari kita makan nasi kucing, jadi kebal.”

Ingat, rakyat adalah cerminan dari pejabatnya, begitu pula sebaliknya.

Baca juga:  Penjelasan Sederhana Kenapa COVID-19 Sukses Menyerbu Cina

corona

BACA JUGA Puncak Pandemi Corona di Indonesia Diprediksi Baru Akan Terjadi Tahun 2021 dan artikel KILAS lainnya.