Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Debat Capres Kedua, Jokowi vs Prabowo Sengit di Segmen 4

Redaksi oleh Redaksi
17 Februari 2019
A A
Debat capres kedua Jokowi vs Prabowo MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – KPU melakukan perubahan yang sedikit drastis di debat capres kedua. Sebuah perubahan yang bakal bikin Jokowi vs Prabowo tarung sengit di segmen 4.

Banyak yang merasa bahwa debat capres dan cawapres babak pertama berjalan terlalu hambar. Letupan serangan dari pasangan calon tidak terlalu menyengat. Bahkan, konon debat babak pertama itu dianggap selesai ketika Jokowi menggunakan hoaks Ratna Sarumpaet untuk menyerang pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno.

Iklan

Oleh sebab itu, meminjam kalimat Komisioner KPU Wahyu Setiawan bahwa “KPU RI berupaya mengartikulasikan harapan publik,” maka peserta debat capres kedua tidak akan mendapatkan kisi-kisi pertanyaan. Boleh dikata, debat capres kedua adalah ujian tutup buku. Tahukah kamu, ujian tutup buku sendiri biasanya malah lebih mudah ketimbang ujian buka buku.

Selain tidak ada lagi kisi-kisi pertanyaan, KPU juga mengubah format debat capres kedua yang mengusung tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup ini. salah satu yang pembeda antara debat capres pertama dengan debat capres kedua adalah keberadaan segmen 4 yang bakal (semoga) panas dan sengit.

Baik Jokowi maupun Prabowo, akan mendapatkan kesempatan untuk head to head di ajang Pilpres 2019 secara langsung. Formatnya begini.

Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan, Jokowi dan Prabowo nanti akan melihat tayangan film pendek yang akan menjadi bahan pertanyaan pada segmen 4. Menurut Arief, segmen 4 merupakan segmen khusus, di mana dua calon presiden akan melakukan debat bebas dengan waktu yang panjang.

“Nanti kita akan putar film tema yang sedang terjadi. Jadi nanti ada infrastruktur, energi, pangan, SDA, lingkungan, kita ambil satu film acak. Masing-masing pihak (capres) dikasih waktu untuk menanggapi, kemudian saling menanggapi respons yang sudah diberikan,” ujar Arief di Kantor KPU di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, seperti dikutip oleh Tirto.

KPU telah menyiapkan empat video film pendek, namun hanya satu yang harus dipilih Jokowi dan Prabowo untuk diperdebatkan. Film pendek tersebut berdurasi sekitar 30 detik sampai satu menit. “Nanti silakan 01 dan 02 menanggapi (film) itu, lalu mereka berdebat,” tutur Arief.

Tidak ada pembatasan waktu bagi Jokowi maupun Prabowo untuk membangun argumen atau melontarkan sanggahan. Kerja moderator menjadi lebih berat jika dibandingkan debat capres/cawapres pertama karena harus pandai membagi waktu.

Dua moderator, yakni Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki akan memandu jalannya debat capres kedua. KPU juga sudah menetapkan panelis. Para panelis menyusun pertanyaan-pertanyaan seputar tema debat.

Mereka adalah Joni Hermana (Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Nur Hidayati (Direktur Eksekutif Walhi), Arif Satria (Rektor Institut Pertanian Bogor), Irwandy Arif (ahli pertambangan Institut Teknologi Bandung), Ahmad Agus Setiawan (pakar energi Universitas Gadjah Mada), Sudharto Prawata Hadi (pakar Lingkungan Hidup), Dewi Kartika (Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

Perubahan format ini diharapkan membuat debat capres menjadi lebih menarik, lebih hidup. Bakal sengit? Atau anyep seperti yang sudah-sudah? (yms)

Terakhir diperbarui pada 17 Februari 2019 oleh

Tags: debat capresdebat capres keduajokowiPilpres 2019prabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO
Esai

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Ratusan anak di Sidoarjo terpapar HIV AIDS dan pentingnya periksa kesehatan sebelum menikah MOJOK.CO

Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Menikah, Bukan untuk Ragukan Pasangan tapi Cegah HIV/AIDS seperti Kasus Ratusan Anak di Sidoarjo

29 Juli 2026
Pengelolaan sampah di TPA Troketon oleh Pemkab Klaten. MOJOK.CO

Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.