Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Percakapan Redaktur Mojok soal Tempat Angker Mana yang Paling Seram: Bangunan SD, SMP, atau SMA?

Redaksi oleh Redaksi
9 Juli 2021
A A
ilustrasi Percakapan Redaktur Mojok soal Tempat Angker Mana yang Paling Seram: Bangunan SD, SMP, atau SMA? mojok.co

ilustrasi Percakapan Redaktur Mojok soal Tempat Angker Mana yang Paling Seram: Bangunan SD, SMP, atau SMA? mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bangunan sekolah sering jadi tempat angker versi siswa. Kisah horor pun beredar. Simak obrolan Redaktur Mojok terkait hal ini.

Tulisan berikut adalah rangkuman percakapan Redaktur Mojok di grup WhatsApp kami. Percakapan ini layak direkam buat menggambarkan betapa anehnya cerita-cerita Redaktur Mojok dalam menanggapi suatu fenomena. Tema kali ini dilempar oleh Yamadipati Seno, tentang fenomena bangunan sekolah yang selalu dianggap sebagai tempat angker oleh para siswanya. Bahkan ada anggapan kalau semua bangunan sekolah itu memang angker. Wah, krezi.

Yamadipati Seno: 

“Entah kenapa aku merasa bangunan SD tuh kayak lebih horor ketimbang SMP atau SMA. Memang, di SMA-ku ada pastor Belanda tanpa kepala, tapi di SD lebih banyak lagi penampakan sing nggatheli.”

Ajeng Rizka:

“Kabehhh, kabeh, kabeh cah SD pasti ngaku SD-nya bekas RS, terus ada lokasi yg dituduhkan sebagai kamar mayat. Dan kok ya pada percaya…?”

Ahmad Khadafi:

“Tapi, emang iyo sih, neng SD-ku mbiyen selalu ono wit kuburan. Di sekolah-sekolah negeri juga gitu. Mbuh yen SMP opo SMA negeri…”

Ajeng Rizka:

“SMP dan SMA-ku jelas bangunan bersejarah sih, jadi nggak bisa ngarang dulu bekas RS atau kuburan. Emang dari zaman Belanda itu sekolah. Tapi, mesti ada cerita yg mirip, tentang anak yang dikerjain dan dikunci di kamar mandi, tapi sing ngunci lupa, besoknya libur, Senin anaknya sudah meninggal. Trus jadi hantu di toilet sekolah.”

Ahmad Khadafi:

“Hahaha… koyo Harry Potter.”

Yamadipati Seno:

“Hasyu.”

Iklan

Ahmad Khadafi:

“Sakjane di antara bangunan sekolah, lebih angker SD karena anak SD masih gampang percaya kalau dibohongi. Lha wong perkara narkoba di tinta pulpen aja percaya, opo meneh cerita ada orang gantung diri di kamar mandi terus jadi hantu kamar mandi? Kalo SMP sama SMA kan udah mulai muncul perasaan skeptis-skeptisnya.”

Ajeng Rizka:

“Yo jelas tempat paling angker SMA, no kecot. Soalnya pas SD masih labil, bocah-bocah kurang expert mengarang cerita. Terkesan itu-itu aja. Dan horornya juga karena pas kecil kita masih penakut.

“Pas SMA, urban legend e wes ultimate. Serem-serem banget je, bahkan beyond imagination. SMA-ku bangunane dhuwur meneh (bangunannya tinggi, lagi), jarene ada noni Belanda sering ngider (keliling) di lorong-lorong. Gek nang tengah lapangan ada aula yg disebut bangsal. Kuwi wes tempat menempuh pendidikan paling horor dalam hidup.”

Ahmad Khadafi:
“Di SMA-ku malah ada mitos ada jin melahirkan di kamar mandi. Lak sikak banget iku cerito. (Kan anj*ng banget ceritanya).”

Ajeng Rizka:

“Cuuuk mbayangke (membayangkan) siapa bidannya.”

Ahmad Khadafi:

“Tapi, njuk dadi gojekan, neng dunia jin jebul ana Akper. (Tapi, akhirnya jadi guyonan, di dunia jin ternyata ada Akper.)”

Yamadipati Seno:

“Bangunan sekolah SD itu memang paling horor dibandingkan SMP atau SMA, sih. Tapi, tunggu dulu, di bangunan SMP-ku pernah ada aksi mengusir setan dan aku menyaksikannya langsung. Sementara itu, di SMA pernah ada pastor ngambilin bola basket yang memantul keluar lapangan. Masalahnya, pastornya itu udah meninggal dan dia datang nggak bawa kepalanya.

“Nah, kalau di SD, ada kejadian setan ngesot. Bukan suster, kan ini di SD. Semacam mbak-mbak pakai pakaian guru gitu jalannya ngesot. Terus di kamar mandi banyak setan-setan bocil, di lorong menuju kamar mandi pernah ada penampakan pocong. Di halaman, malam ketika Persami, ada yang ditampaki pocong juga. Bangunan SD itu dah kayak toserba makhluk gaib.”

Ahmad Khadafi:

“Mbak-mbak pakai pakaian guru terus ngesot itu jangan-jangan guru honorer yang frustasi nggak diangkat2 PNS.”

Agus Mulyadi yang tiba-tiba nongol:

“Nek aku sing paling angker SMA. Sebab, nek SD ki hampir semua ruangan pasti diisi. Beda dengan SMA (atau SMP) yang pasti ada ruangan yang hanya diisi sesekali, kayak lab komputer, lab kimia, gudang, perpustakaan, lorong, dll.. SD biasane ora ono lorong, soale ya mung 6 kelas. Nek SMA kan iso ngasi 18 kelas. (SD biasanya nggak ada lorong, soalnya ya cuma 6 kelas. Kalau SMA kan bisa sampai 18 kelas.

“Zamanku SD, ruangan yang dianggap paling angker ki mung (cuma) gudang, kuwi we mergo ono replika tengkorak tulang peraga pelajaran IPA. (Itu aja karena ada replikas tengkorak tulang peraga pelajaran IPA.”

Ajeng Rizka:

“Oh iyo, bener. Replika tengkorak biyen (dulu) dianggep horor, trus gosipnya dibuat dari tulang orang mati. Saiki aku menyesal pernah wedi karo replika tengkorak yg terbuat dari plastik itu.”

Ahmad Khadafi:

“Dadi kelingan (jadi ingat). Dulu, dosenku S-1, pernah cerita kalau dia mau sumbangkan seluruh organ tubuhnya kalau nanti meninggal dunia. Setulang-tulangnya. Itu kalau kerangkanya disumbangkan, apa jadi kerangka buat sekolah-sekolah gitu ya?

“Hiiii….”

***

Percakapan Redaktur Mojok kali ni diakhiri dengan imajinasi Ahmad Khadafi soal peraga tengkorak, memang membagongkan. Kesimpulannya, bagi Yamadipati Seno dan Ahmad Khadafi, tempat angker di antara bangunan SD, SMP dan SMA adalah bangunan SD. Sedangkan Agus Mulyadi dan Ajeng Rizka sepakat bahwa bangunan sekolah mereka ketika SMA justru yang menyimpan kenangan paling seram. Jangan-jangan memang semua tempat di dunia ini angker, wah nggak ada yang tahu.

BACA JUGA Mitos Cerita Seram Sekolah Angker yang Ada di Jogja dan tulisan rubrik POJOKAN lainnya.

Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2021 oleh

Tags: Agus Mulyadicerita hororhantu sekolahkisah mistisMalam Jumatredaktur mojoktempat angker
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan
Video

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif
Video

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Warung Bakso Horor di Selatan Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Warung Bakso Horor di Selatan Jogja: Teror Gaib yang Tak Kunjung dan Belum akan Berhenti

22 Januari 2026
19 Tahun Gempa Jogja dan Teror di Bangsal Rumah Sakit MOJOK.CO
Malam Jumat

19 Tahun Setelah Gempa Besar Mengguncang, Ingatan akan Teror di Sebuah Rumah Sakit Besar di Jogja Datang Kembali

8 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambisnya Orang Tua di Jogja Demi Sekolah Favorit untuk Anaknya MOJOK.CO

Ambisnya Orang Tua di Jogja demi Sekolah Favorit untuk Anaknya

1 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

1 Juni 2026
In this economy: momen para laki-laki merasa gagal sebagai anak dan suami karena masalah keuangan (sulit ekonomi) MOJOK.CO

In This Economy: Momen Para Laki-laki Merasa Gagal sebagai Anak dan Suami, Gaji Numpang Lewat tapi Bingung Mau Kerja Model Gimana Lagi

1 Juni 2026
Sebat Bareng menjadi upaya sederhana merespons kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berlangsung di 16 daerah MOJOK.CO

Sebat Bareng di 16 Kabupaten/Kota: Cara Sederhana Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pengingat Industri Kretek Masih Dibutuhkan Indonesia

31 Mei 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

1 Juni 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.