Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Produk Bayi Dipakai Orang Dewasa, Memangnya Kenapa? Ada Masalah?

Redaksi oleh Redaksi
5 Maret 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dari perbedaan keadaan kulit, muncullah pengamatan lebih jauh pada fenomena beberapa produk bayi dipakai orang dewasa.

Dianggap memiliki formula yang lebih ringan dan aman, produk perawatan kulit bayi sering menjadi pilihan bagi sebagian orang dewasa. Iya benar, orang dewasa—bukan bayi—bahkan mungkin termasuk kamu yang sekarang ini baru selesai mandi pakai sabun bayi atau tadi pagi pakai parfum bayi yang botolnya warna-warni.

Iklan

Selain sabun dan parfum, beberapa orang menggemari krim bayi, atau hal-hal yang lebih umum, misalnya baby oil dan minyak telon. Alasannya, lagi-lagi, produk perawatan kulit ini dianggap jauh lebih ringan dan aman untuk kulit, jika dibandingkan dengan produk kulit orang dewasa yang konon memiliki kandungan kimiawi lebih banyak.

Ya pokoknya, memangnya kenapa, sih, kalau produk bayi dipakai orang dewasa? Nggak dosa, kan? Nggak masalah, kan? Bebas dong~

Tapi, tunggu dulu, Saudara-saudara—jangan dulu se-PD itu. Nyatanya, ada banyak pertimbangan kelebihan dan kekurangan produk bayi dipakai orang dewasa. Sebagai penikmat produk bayi yang botolnya kecil dan imut-imut, kamu harus membaca tulisan ini sampai habis.

Pertama-tama, kita harus memahami bedanya bayi dan orang dewasa. Keadaan kulit bayi tentu jauh lebih muda dibandingkan kita-kita yang telah masuk usia dewasa. Ia belum terpapar faktor luar yang bisa merusak kulit, misalnya polusi atau radiasi sinar matahari, atau bahkan tingkat stres.

Sementara itu, orang dewasa mengalami pertumbuhan hormon yang berbeda. Hormon ini pulalah yang memengaruhi keadaan perkembangan kulit dan rambut, mulai dari yang berminyak atau rontok. Oleh karenanya, orang dewasa membutuhkan produk perawatan yang jauh lebih keras jika dibandingkan dengan produk untuk bayi.

Dari perbedaan keadaan kulit dan pertimbangan tadi, muncullah pengamatan lebih jauh pada beberapa produk bayi yang populer digunakan orang-orang dewasa, sebagai berikut:

Pertama, sampo bayi.

FYI aja, sampo bayi, meski baunya enak, ternyata memang nggak cocok-cocok amat dipakai oleh semua orang dewasa. Produk ini dibuat untuk rambut bayi yang halus dan kulit kepalanya yang sensitif. Secara sederhana, kalaupun produk bayi dipakai orang dewasa dan produk tersebut berupa sampo, ia hanya cocok digunakan oleh orang dewasa dengan rambut yang sensitif pada bahan kimia.

Hindari produk ini kalau rambutmu tebal dan berketombe. Ingat, sekali lagi, sampo bayi dibuat dengan formula ringan dan konon nggak bakalan kuat menghadapi masalah complicated di rambut dan kulit kepalamu.

Kedua, krim bayi.

Pada bayi, produk ini bermanfaat untuk melembapkan kulit dan mencegah kekeringan. Hingga pada anak-anak remaja, produk ini masih terbilang populer karena banyak peminatnya.

Tapi, tapi, tapi, Mbak-mbak dan Mas-mas sekalian, tolong jangan pakai krim bayi lagi mulai hari ini kalau kulitmu berminyak. Soalnya, krim ini sendiri memiliki kandungan minyak yang tinggi. Kalau kulitmu aja udah kayak kilang minyak, terus ditambahin krim semacam ini, apa nggak bakal memproduksi komedo dan jerawat??? Hmm???

Iklan

Ketiga, sabun mandi bayi.

Ini dia: produk kebanggaan sejuta umat dan kaum dewasa. Sabun bayi menjadi sedemikian populer karena baunya yang “bayi” banget dan lembut, sekaligus bikin penggunanya merasa muda saat memakainya. Namun, meski banyak yang mengamini manfaat sabun bayi, ada pula yang melawan keras teori ini.

Bagi orang dewasa dengan kulit sensitif sekalipun, struktur kulitnya jauh berbeda dengan struktur kulit bayi. Sama seperti sampo bayi, sabun bayi tidaklah cukup kuat digunakan untuk membersihkan kulit orang dewasa yang sudah tercemar debu dan polusi. Alih-alih sabun bayi, orang dewasa disarankan untuk menggunakan sabun mandi dengan kandungan alamai, seperti lidah buaya, vitamin E, atau chamomile.

Keempat, baby oil.

Beberapa orang menggunakan baby oil untuk keperluan praktis sehari-hari, misalnya membersihkan telinga atau bahkan sebagai make-up remover yang jauh lebih terjangkau daripada merek-merek lain yang lebih terkenal dan mahal. Nyatanya, ia bisa mengangkat kosmetik waterproof sekalipun, mylov~

Kandungan formula baby oil memang cocok digunakan untuk semua jenis kulit. Hal inilah yang kemudian mendorong populernya produk baby oil di seluruh kalangan usia. Kalau badanmu pegel-pegel, kamu bahkan bisa menggunakan baby oil sebagai minyak untuk memijat. Sungguh multilateral, eh multifungsi!

Kelima, bedak bayi.

Salah satu produk bayi dipakai orang dewasa yang paling umum adalah bedak bayi, khususnya oleh para perempuan. Nggak heran, sih, soalnya bedak bayi memang ajaib banget, penuh magic yang tak kita duga!

Produk yang satu ini bakal membantumu menghilangkan wajah berminyak—maksudnya minyaknya yang hilang, bukan wajahnya—dan bisa diaplikasikan tepat setelah kamu menggunakan foundation atau BB cream. Selain itu, kalau rambutmu lagi lepek dan berminyak, kamu bisa, loh, tabur-taburin bedak ke atas rambutmu sampai rambutmu jadi halus, bebas minyak, dan tampak segar kayak model iklan sampo~

Masih banyak daftar produk bayi dipakai orang dewasa yang umum ditemukan. Tapi, nih, ya, daripada beli produk bayi untuk diri sendiri, mendingan beli produk bayi untuk ditabung.

Ya gimana lagi—memangnya kamu nggak inget kalau temen-temenmu udah pada nikah dan melahirkan dan punya anak dan perlu kamu bawakan kado waktu lagi ditengok?

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: baby oilbedak taburproduk bayi dipakai orang dewasasabunsampo bayi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO
Esai

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.