Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kronologi Pencoretan Atlet Senam SEA Games, Versi Keluarga

Redaksi oleh Redaksi
1 Desember 2019
A A
atlet senam sea games dicoret karena tidak perawan pb persani kemepora pelatnas shalfa avrila sania kronologi kasus mojok.co

atlet senam sea games dicoret karena tidak perawan pb persani kemepora pelatnas shalfa avrila sania kronologi kasus mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Alasan pencoretan atlet senam artistik dari Jawa Timur dari kontingen senam Indonesia di SEA Games Filipina 2019 masih simpang siur. Pihak pelatnas dan keluarga ngeyel dengan versi masing-masing, sedangkan Kemenpora sebagai otoritas tertinggi belum mengeluarkan investigasi apa pun.

Shalfa Avrila Sania (yang namanya juga simpang siur, ada yang menulis “Shalfa Avrila Siani”), 18 tahun, bersikeras pelatnas senam mengeluarkannya karena tuduhan tidak perawan. Sementara, pelatih, Kemenpora, dan Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani) kukuh alasannya bukan itu, melainkan karena indisipliner dan penurunan prestasi.

Iklan

Kasus ini mengemuka ketika ibunda Shalfa, Ayu Kurniawati, bicara pada media sejak Kamis pekan lalu (28/11).

“’Bu, minta maaf, ini Shalfa harus pulang sekarang karena itu, Bu, dia sering keluar malam. Ini kelihatannya anaknya selaput daranya sudah sobek, seperti orang diperkosa.’ Mendengar itu, langsung syok, lemas, nggak bisa apa-apa,” ujar Ayu menirukan ucapan pelatih Shalfa, dikutip Detik, Jumat (29/11).

Menurut Ayu, disadur dari wawancaranya dengan Tempo pada 29 November, kronologi pencoretan atlet senam ini bermula tiga minggu lalu.

13 November

Saat menjalani vaksinasi polio bagi para atlet senam di Pusdiklat Persani, Gresik, Jawa Timur, Shalfa diinterogasi dua pelatihnya, Retno dan Irma, soal kedekatannya dengan seorang pria. Shalfa kemudian mengakuinya. Irma lalu melapor ke pelatih kepala Indra Sibarani bahwa korban sudah punya pacar dan tidak perawan lagi.

“Dia ngomong kalau SA sudah dites, tidak perawan. (Padahal) anaknya belum dites, cuma diinterogasi, dia nyimpulkan begitu,” ucap Ayu kepada Tempo.

Irma kemudian menelepon Ayu yang berdomisili di Kediri, Jawa Timur untuk menjemput pulang Shalfa. “Saya syok. Saat dijemput anaknya sudah down. Sudah nangis, syok,” tutur Ayu.

Tiba di pelatnas, Ayu hanya bertemu asisten pelatih bernama Haris yang membenarkan bahwa anaknya melakukan tindakan indispliner dan sudah tidak perawan, dinilai dari postur tubuhnya.

Setelah pulang ke Kediri, Shalfa terus menangis dan tidak mau keluar rumah.

16 November

Pelatih lain bernama Jahari mengontak Ayu dan menyarankan Shalfa dites keperawanan. Jika terbukti ia masih perawan, ada kemungkinan ia bisa kembali berlatih di pelatnas.

18 November

Ayu membawa Shalfa menjalani tes keperawanan di Surabaya, namun tidak ada rumah sakit yang mau menerima. Ayu kemudian dikabari lagi oleh Jahari bahwa pelatih kepala Indra Sibarani membolehkan Shalfa latihan kembali tanpa perlu tes.

20 November

Ayu membawa Shalfa ke Gresik. Namun, ternyata Indra kembali meminta tes keperawanan. Tes itu kemudian dilakukan di RS Bhayangkara Kediri dan hasilnya, Shalfa masih perawan. Namun, hasil tes ditolak pelatih karena tidak dilakukan di RS Petrokimia Gresik.

Keluarga yang sudah kecewa menolak melakukan tes lagi dan pasrah dengan status Shalfa yang tak bisa berangkat ke Manila. “Saya bertanya karena sudah dites kenapa harus dites lagi. Anaknya merasa kesakitan kalau dites berulang-ulang,” ujar Ayu.

Iklan

Ketua Umum PB Persani Ita Yuliati membantah soal atlet dipulangkan karena keperawanan. Ia mengatakan, kasus ini murni karena prestasi yang menurun. Ia juga menekankan, maju tidaknya seorang atlet ke kompetisi ditentukan oleh prestasi dan keputusan menpora, bukan keperawanan.

Namun, Ita masih menyelidiki kasus ini. “Apa betul tes dilakukan? Kami belum dapat jawaban. Saya mau kronologis tertulis. Saya tidak mengerti informasi itu. Saya sampaikan ke Menpora dan hasil kejurnas itu jadi pertimbangan,” kata Ita, dikutip dari CNN Indonesia. Ita mengaku belum berkomunikasi dengan keluarga Shalfa.

Pelatih bersikap keras pada keputusan keluarga yang membuka kasus ini kepada media. Mereka juga tegas bahwa kasus ini karena masalah indispliner. “Nggak berprestasi, dibawa SEA Games? Kok enake! Kalau prestasi tinggi nggak apa, tapi masuk final SEA Games saja belum tentu kok,” kata Indra kepada Jawa Pos di Manila, Filipina, Jumat (29/11).

Selain prestasi menurun, pelatih juga marah karena Shalfa melanggar aturan pelatnas dengan berpacaran dan keluar malam bersama pacarnya. “Lalu dia pergi ke Malang sama cowoknya. Kami nggak tahu apa yang dia lakukan. Pamit juga nggak!” kata pelatih Zahari.

Shalfa mengakui ia memang melanggar jam malam karena keluar bersama pacar. Namun, ia sudah menjalani hukuman berupa tidak menginap di asrama. “Dan saya mematuhi hukuman tersebut, seharusnya masalah indisipliner sudah selesai karena saya telah menerima hukumannya,” kata Shalva yang masih duduk di kelas XII sebuah SMA di Kediri, kepada Jatimnow, Sabtu (30/11).

Shalfa juga tidak terima dengan alasan penurunan prestasi. Sebab, penilaian dilakukan ketika ia hanya dibolehkan memainkan dua alat. “Sebagus apa pun, kalau hanya main dua jenis alat saja, nilainya tetap kalah dengan yang main empat alat. Jadi alasan prestasi menurun untuk mencoret saya sangat tidak tepat,” katanya.

Keluarga sudah bisa menerima bahwa Shalfa tak menjadi atlet di SEA Games Filipina, namun mereka ingin ada permintaan maaf dari pelatnas atas kasus memalukan ini. Sementara Kemenpora sebagai otoritas tertinggi belum mengeluarkan hasil investagasi apa pun untuk menjernihkan sengketa ini.

Shalfa Avrila Sania yang kini duduk di kelas XII sebuah SMA di Kediri sudah berlatih di pelatnas sejak kelas IV SD. Kasus ini membuatnya kecewa dan ingin mengganti cita-cita dari atlet senam menjadi polisi. Senin besok (2/12) ia akan bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya.

atlet senam sea games dicoret karena tidak perawan pb persani kemepora pelatnas shalfa avrila sania kronologi kasus mojok.co

(prm)

BACA JUGA Selaput Dara Buatan, ketika Keperawanan Dipalsukan atau berita terbaru lainnya di rubrik KILAS.

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2019 oleh

Tags: atlet senamKemenporapb persaniSea Games 2019shalfa avrila sania
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Bendera Merah Putih Indonesia Kurang Punya Ciri Khas Skandal Bendera Merah Putih di Piala Thomas Bikin Legenda Bulu Tangkis Turun Gunung mojok.co

Skandal Bendera Merah Putih di Piala Thomas Bikin Legenda Bulu Tangkis Turun Gunung

18 Oktober 2021
kritik untuk menpora

Kritik untuk Menpora dan Alasan Tak Becusnya Negara Mengurus Olahraga

18 Oktober 2021
Indonesia vs Vietnam Final SEA Games MOJOK.CO

Indonesia vs Vietnam Final SEA Games: Jadi Etalase Lagi atau Memang Niat Juara?

10 Desember 2019
Edgar Marvelo emas sea games 2019 MOJOK.CO

Edgar Marvelo, Medali Emas Sea Games 2019, dan Kesadaran akan Kematian

3 Desember 2019

Hikmah SEA Games 2019 yang Tak Lebih Baik Dari Porseni Kecamatan

26 November 2019
kepala suku

Selain di Bioskop, Ini 5 Peristiwa yang Perlu Diiringi Lagu Indonesia Raya

1 Februari 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.