Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Ditinggal Menikah karena Hape Rusak

Redaksi oleh Redaksi
7 Mei 2018
A A
Ditinggal Menikah karena Hape Rusak

Ditinggal Menikah karena Hape Rusak

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tanya: Salam kenal. Sebut saja saya Mukidin. Langsung ke curhatan saja ya.

Saya sedang patah hati dan patah semuanya. Kekasih saya memilih pria lain untuk menikahinya. Entah apa alasannya sampai bisa mengambil keputusan sepihak seperti itu tanpa mempertimbangkan hubungan kami yang sudah berusia hampir tiga tahun.

Semua berawal ketika ponsel saya rusak setelah jatuh dari sepeda motor. Saya sudah memberi tahu ke semua orang, termasuk kekasih saya, saya mungkin tidak bisa dihubungi untuk sementara waktu. Akhirnya saya menabung sedikit demi sedikit dari upah saya bekerja menjadi pelayan di warung kaki lima. Selama dua bulan kurang saya menabung dan akhirnya saya bisa membeli ponsel baru, bukannya layanan registrasi yang masuk ke ponsel baru saya, melainkan pesan buruk tentang kekasih saya yang sudah dilamar orang.

Saya mencoba mengklarifikasi informasi tersebut. Saya menelepon kekasih saya dan tidak ada jawaban apa pun. Rupanya dia memblokir semua jalur komunikasi yang berkaitan dengan saya. Untung saya memiliki kontak saudara laki-lakinya. Saya langsung menghubunginya. Saya berbincang lama dengannya dan menanyakan semuanya. Dengan nada menyesal dan tidak enak hati, kakaknya meminta maaf yang sedalam-dalamnya. Malah saya yang jadi merasa tidak enak hati dengannya.

Saya sempat depresi selama satu minggu dan menyalahkan semua kondisi yang ada. Tepat di hari ke delapan, Pak Dukuh di kampung kekasih saya menelepon saya. Kenapa Pak Dukuh harus terlibat? Karena Pak Dukuh adalah orang pertama yang saya temui ketika saya hendak bermain atau sekadar bersilaturahmi ke rumah kekasih saya.

“Kamu yang sabar,” begitu pesan Pak Dukuh dengan nada sedih setelah saya menjelaskan semuanya. Apakah karena komunikasi yang sempat terputus selama beberapa bulan hingga dia akhirnya memutuskan segalanya dan untuk selamanya?

“Oh, nggih, Pak,” jawab saya pura-pura tegar dan kuat.

“Dua hari lagi dia menikah. Saya harap sampean bisa datang ke acaranya. Bukan sekadar untuk mengucapkan selamat kepadanya, namun yang paling penting, sampean sudah saya anggap sebagai warga saya. Putus cinta dengannya tidak membuat putus kekeluargaan dengan masyarakat sini,” ujar Pak Dukuh.

Kira-kira, saya perlu nggak datang ke pernikahannya? Kalau iya harus datang, rasionalkah saya datang sementara yang punya hajat tidak mengundang saya? Terus apa yang harus saya perbuat jikalau datang menemuinya? Perlukah saya meminta penjelasan kepadanya sekadar untuk mengobati keganjilan selama ini, sementara dia sudah menjadi milik orang lain?

Mohon pencerahannya. Terima kasih.

Jawab: Hai, Mukidin! Langsung aja ya. Inti dari masalah asmara Anda ini, sebagaimana yang karjo baca, Anda berpikir jangan-jangan gara-gara Anda tidak menghubungi kekasih Anda selama dua bulan ketika ponsel rusak, kekasih Anda memutuskan untuk menikahi pria lain. Dua bulan tanpa komunikasi dan semuanya berakhir.

Ada banyak kemungkinan mengapa seseorang meninggalkan kekasihnya dan lebih memilih orang lain. Yang bisa menjawab hal ini tentu saja mantan kekasih Anda. Tapi kembali lagi, apa Anda sebegitu pengin tahunya kenapa dia meninggalkan Anda?

Kalau terus Anda ahu penyebabnya, apakah itu bisa mengubah keadaan? Kalau Anda pikir penting mengetahui penyebab mengapa kekasih Anda memilih menikahi orang lain, ya silakan saja tanyakan kepada yang bersangkutan. Tapi, kalau Anda pikir itu nggak penting-penting amat, ya sudah, tidak perlu ditanyakan. Lanjutkan hidup. Dekati orang lain. Carilah kebahagiaan sendiri.

Perlukah Anda datang ke pernikahan mantan sementara Anda tidak diundang? Ayolah, Anda sendiri pasti sudah tahu jawabannya. Anda hanya tidak mau menerima jawaban itu. Saran Karjo, sebaiknya jangan datang.

Bukan apa-apa, ini juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Itu hajatan orang. Jangan sampai jadi kacau cuma gara-gara Anda ingin meminta kejelasan. Kalau ingin meminta kejelasan, ya silakan buat janji bertemu. Atau hubungi keluarganya, dalam hal ini kakak mantan kekasih Anda. Kalaupun akhirnya mantan kekasih Anda tidak mau memberi penjelasan, ya sudah. Tidak usah memaksa. Anggap saja memang semuanya harus berakhir seperti itu. Tidak perlu (terlalu) diratapi.

Semoga Anda bisa menemukan penggantinya. Itu ponsel barunya dipakai dooong. Hhe hhe.

Anda dilanda masalah cinta? Punya problem dengan fenomena panjat sosial? Pusing menghadapi tekanan society? Atau butuh teman diskusi tentang rencana bisnis lele? Karjo, psikolog Mojok yang bukan insan tapi seekor sapi siap menampung, menjawab, dan memberi pencerahan untuk masalah-masalah Anda. Caranya, silakan kirimkan curhat dan cerita Anda ke [email protected] dengan subjek Curhat Mojok. Curhat terpilih akan dijawab dan ditayangkan di Mojok.co.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2018 oleh

Tags: curhat mojokditinggal menikahkonsultasi asmara
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ditinggal menikah tak pernah jadi perkara mudah

Ditinggal Menikah Tak Pernah Jadi Perkara Mudah

26 April 2021
Patah Hati Nggak Enak Rasanya, Makanya Cuti dan Tunjangan Patah Hati Perlu Diperjuangkan Masuk UU Ketenagakerjaan MOJOK.CO

Patah Hati Nggak Enak Rasanya, Makanya Cuti dan Tunjangan Patah Hati Perlu Diperjuangkan Masuk UU Ketenagakerjaan

27 Maret 2021
teman kantor bossy teman kantor menyebalkan rekan kerja menyebalkan cara mengatasi

Cara Mengatasi Teman Kantor yang Suka Menindas

4 Oktober 2019

Ketika Cinta Terhalang Gelar Sarjana

10 November 2018
Karier atau perasaan

Karier atau Perasaan, Mana yang Harus Diperjuangkan?

12 Agustus 2018
Love-Me-Love-Me-Not-MOJOK.CO

Tiga Cara Mendekati Pria untuk Wanita yang Belum Pernah Pacaran

23 Juni 2018
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
Agustusan momen bikin mahasiswa KKN kelihatan jadi orang bingung, kalah pamor dengan anak muda Karang Taruna desa MOJOK.CO

Momen Agustusan bikin Mahasiswa KKN di Desa Jadi Orang Bingung, Lebih Sigap Karang Taruna

17 Agustus 2026
Minus punya rumah di sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.