Spanyol vs Polandia: Perlombaan Membuat Lini Depan Paling Pecundang MOJOK.CO
Spanyol vs Polandia: Perlombaan Membuat Lini Depan Paling Pecundang MOJOK.CO

Spanyol vs Polandia: Perlombaan Membuat Lini Depan Paling Pecundang

MOJOK.COEuro 2020 Grup E | Spanyol vs Polandia | Dua tim ini punya masalah sama, yaitu lini depan yang mandul. Kini, siapa yang lebih pecundang?

Ganesha Arif: “Spanyol perlu pikirkan lini depannya.”

Wonderkid jagoan Spanyol, Ferran Torres, bilang begini: “Bek tengah kami bakal bikin Robert Lewandowski enggak berkutik.”

Well, saya pribadi malah jadi khawatir dengan nasib Spanyol setelah Torres ngomong begitu. Memang, performa Lewandowski di putaran final tiap turnamen selalu mengundang pertanyaan, dan Spanyol punya dua bek tengah yang top.

Ini bahaya, mengingat Lewandowski adalah atlet yang mekar setelah dipandang sebelah mata. Berdasarkan cerita Nick Ames di The Guardian, Lewandowski muda sempat diragukan sama rekan setimnya karena enggak punya fisik yang mumpuni buat jadi pesepak bola. Lewandoswki muda emang ceking, lambat, dan keliatan enggak berdaya di lapangan.


Sekarang Lewandowski malah jadi salah satu pesepak bola terbaik di dunia. Yah, mudah-mudahan aja Torres enggak cuma sesumbar. Lagian, mestinya Spanyol ini fokus sama penyerang mereka sendiri ketimbang pemain lawan.

Iya, saya sedang ngomong soal Alvaro Morata. Graham Hunter, jurnalis yang ditugaskan untuk memantau timnas Spanyol di Euro 2020, bilang bahwa lagi ada perdebatan hangat soal siapa yang mesti jadi juru gedor La Furia Roja di laga lawan Polandia.

Timnas Spanyol, diwakili oleh Torrres, menyatakan bahwa mereka semua akan terus percaya sama Morata. Ya, memang enggak mungkin mereka jelek-jelekin Morata, apalagi di media. Teman yang baik enggak akan nikung begitu, kan?

Baca juga:  Italia Itu Kayak Kamu: Satu-satunya dan Tiada Duanya. Swiss? Nggak Ada Mental Petarung

Tapi, ya mohon maaf aja nih, penampilan Morata di match lawan Swedia emang kurang banget. Beberapa peluang dibuang begitu aja, termasuk one-on-one sama Robin Olsen. Akibatnya, Morata di-boo sama supporter negaranya sendiri.

Dari situ, rasanya Gerard Moreno layak dicoba Luis Enrique buat jadi starter lawan Polandia. Penyerang Villarreal itu terbukti gres bersama klubnya, baik di liga lokal maupun level benua.

Namun, siapa pun penyerangnya, perlu diingat bahwa perkara bikin gol ini wajib banget dicari solusinya sama Enrique dan timnya. Di laga lawan Swedia, Spanyol bisa bikin peluang, bertahan, dan melakukan apa pun dengan baik kecuali bikin gol.

Ini jelas enggak boleh mereka ulangi lagi, terlebih melawan Polandia dan Lewandowski yang (mungkin) punya motivasi lebih.

Muhammad Fariz: “Polandia wajib mencari cara meningkatkan efektivitas serangannya.”

Malang benar nasib saya ketika menjadi pundit daripada Polandia. Bagaimana tidak, pasca di-roasting via judul Balbalan yang berat sebelah tersebut, eh tim yang terpaksa saya dukung ini menelan kekalahan saat melawan Slovakia. Sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Penderitaan saya tersebut bisa jadi bertambah dalam laga Polandia vs Spanyol nanti. Yup, La Roja sendiri merupakan lawan yang level kesulitannya tergolong legendary untuk Polandia. Buktinya, dari 10 pertemuan melawan Spanyol sepanjang sejarah, Orly hanya mampu meraup sebiji kemenangan.

Meskipun demikian, saya tetap akan mendukung Polandia hingga tim ini tersingkir atau mengangkat trofi Euro 2020. Untuk bisa mengalahkan Spanyol, setidaknya ada dua kunci yang diperlukan Polandia.

Baca juga:  Api Dendam Italia vs Spanyol yang Makin Berbahaya: Semifinal Rasa Final

Pertama, berharap Szczesny on fire. Kekalahan Polandia di laga perdana Euro 2020 lalu tak bisa dilepaskan dari blunder kiper Juventus tersebut. Rinciannya, satu gol merupakan own goal dari Szczesny dan sisanya adalah ketidakmampuannya dalam menangkap tendangan Skriniar.

Untuk laga kedua Grup E di ajang Euro 2020, saya berharap performa Szczesny bisa mencapai level top. Tak usah mencapai levelnya Neuer atau Buffon. Cukup seperti Olsen, kipernya Swedia, saat melawan Spanyol.

Kedua, meningkatkan efektivitas serangan. Saat menghadapi Slovakia, Polandia bisa dibilang lebih menguasai permainan. Terutama di 15 menit babak kedua dan 10 menit plus injury time sebelum pertandingan berakhir.

Sayangnya, Polandia sendiri terlihat kering peluang pada saat itu. Nyaris tidak ada ancaman berarti ke gawang Slovakia. Meskipun demikian, setidaknya Polandia bisa mencatatkan satu gol via Karol Linetty.

Polandia wajib mencari cara meningkatkan efektivitas serangannya. Dalam hal ini, saya berharap besar agar Lewandowski, yang melempem saat menghadapi Slovakia, bisa tampil beringas seperti di Bundesliga.


Demikian dua kunci yang dibutuhkan Polandia untuk bisa menang melawan Spanyol. Sebagai tambahan, semoga saja Morata masih under perform saat menghadapi Polandia nanti.

BACA JUGA Mental Portugal, Gosok Voucher Penalti Ronaldo, dan Momen Kebangkitan Jerman dan ulasan Euro 2020 lainnya.