Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Ketika Orang Terkaya Indonesia Menerima Uang Bonus Asian Games, Uangnya Mau Buat Apa?

Redaksi oleh Redaksi
2 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Salah satu orang terkaya Indonesia serta pemegang saham mayoritas BCA, Bambang Hartono mendapatkan uang bonus Asian Games 2018 melalui bank BRI. Kira-kira uang tersebut untuk apa ya?

Salah satu orang terkaya Indonesia, Bambang Hartono turut memeriahkan Asian Games 2018. Ia ikut mewakili Indonesia dengan menjadi atlet di cabang olahraga Bridge. Dalam cabang olahraga tersebut ia berhasil meraih medali perunggu. Tentu saja karena berhasil mendapatkan medali, maka Jokowi pun memberikan uang bonus kepadanya.

Iklan

Nah, sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, uang bonus sebesar Rp250 juta dari pencapaiannya tersebut tentu tidak seberapa baginya. Melansir dari catatan Forbes yang dirilis per tanggal  2 September, total kekayaannya sebesar US$11,5 miliar atau sekitar Rp166 triliun (kurs Rp14.500/US$). Lalu, kira-kira untuk apa uang tersebut?

Ketika ditanya mengenai hal tersebut, Bambang mengungkapkan akan menyerahkan uang bonus yang ia terima sepenuhnya kepada tim cabang olahraga Bridge Indonesia. Sebagai uang pembinaan berkelanjutan para atlet.

Salah satu pemilik perusahaan rokok Djarum ini, sangat mengapresiasi pemberian bonus dari pemerintah tersebut. Apalagi diberikan dengan cepat tanpa perlu meminta para atlet kembali ke Jakarta lagi untuk menerima hadiah. Sehingga hal ini dapat dilakukan dengan sangat efisien dan ia menyukai hal tersebut.

Dalam acara pemberian bonus itu, Bambang pun nampak berbaur dengan atlet lainnya. Tidak terlihat ada pengawalan khusus terhadap salah satu orang terkaya Indonesia itu. Bahkan ia berjalan kaki sendiri saat keluar dari Istana Negara menuju parkiran mobil.

Bambang juga merupakan atlet tertua yang mewakili Indonesia dalam Asian Games 2018. Ia lahir pada 10 Februari 1939 dan kini berusia 78 tahun. Walau telah berusia lanjut, semangatnya masih menyala untuk mendapatkan medali di cabang olahraga Bridge.

Olahraga ini pun telah ia tekuni sejak usia enam tahun. Pasalnya, dapat membantunya untuk menjaga ingatannya tetap sehat tidak termakan usia. Menurutnya, Bridge juga dapat melatih ingatan seperti halnya kegemaran Bambang yang lain, senam Tai Chi.

Cabang olahraga ini memang mempertandingkan permainan kartu yang mengandalkan baik kemampuan bermain, kecerdasan pikiran maupun keberuntungan.

Atlet perorangan peraih medali perunggu mendapatkan bonus dari pemerintah sebesar Rp250 juta. Seperti atlet peraih medali lainnya, bonus tersebut diberikan melalui tabungan BRI. Pemegang saham mayoritas BCA ini juga sempat menunjukkan buku tabungan BRI yang diberikan pemerintah kepadanya. “Iya ini (dikirim ke BRI),” ungkapnya sambil tertawa.

Waduh, bos BCA dikasih bonus lewat BRI. (A/L)

Terakhir diperbarui pada 2 September 2018 oleh

Tags: asian gamesAtletBambang Hartonobridgemedali perungguorang terkayauang bonus
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Cerita Atlet One Pride MMA, Sempat Ditentang Orang Tua tapi Bisa Dapat Cuan dari Baku Hantam

16 Oktober 2024
atlet karate mojok.co

Juara Olimpiade Karate di Usia 40 Tahun Berbagi Ilmu dengan Atlet Jogja

27 September 2022
atlet

Wahai Para Pejabat, Berhentilah Mendominasi Poster Ucapan Selamat kepada Para Atlet Juara dengan Tampangmu Sendiri

30 Juli 2021

5 Kiat Sukses Tembus Kurasi Esai MOJOK

28 Maret 2020
Kekayaan Jeff Bezos MOJOK.CO

Jeff Bezos dan Kekayaan yang Nggak Bisa Dikejar, Bahkan Kalau Kamu Hidup Selama 2020 Tahun

1 Maret 2020

Tahun Baru 2019 dan Kaleidoskop Hedon 2018 di Media Sosial Indonesia

31 Desember 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

War Tiket Upacara 17 Agustus dan Rakyat yang Selalu Dipaksa Berebut MOJOK.CO

War Tiket Upacara 17 Agustus dan Rakyat yang Selalu Dipaksa Berebut

17 Agustus 2026
Pegawai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pinggir kuburan harus dibekali dengan keahlian supranatural hingga ilmu sosial MOJOK.CO

Keahlian-keahlian Vital untuk Pegawai Kopdes Pinggir Kuburan, Berguna buat Diri Sendiri dan Pembeli

13 Agustus 2026
Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026
Fenomena sarjana jadi pengangguran karena ijazah kuliah memang bulan modal ekonomi dan persoalan ketimpangan kapital MOJOK.CO

Bedah Penyebab Sarjana Pengangguran: Ijazah Kuliah Tak Bisa Jadi Modal Ekonomi, Dapat Kerja Ditentukan Privilege Keluarga

15 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tersandera Rp240 Triliun demi Program yang Tak Penting

17 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.