Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Kasus Asia Sentinel, Demokrat Anggap Istana di Balik Fitnah Itu

Redaksi oleh Redaksi
18 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebuah media dari Hongkong, Asia Sentinel memberitakan kabar yang tidak mengenakkan SBY dan Partai Demokrat. Partai Demokrat menduga istana berada di balik fitnah tersebut.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan kegeramannya dengan pemberitaan dari media luar negeri, Asia Sentinel yang dianggap menyebarkan fitnah. Kegeraman tersebut disampaikan SBY dalam HUT ke-17 Partai Demokrat, Senin (17/9) kemarin.

Iklan

Sebuah media luar negeri dianggap mengarang cerita yang tidak mengandung kebenaran. Yang kemudian menjadikan SBY dan Partai Demokrat menjadi korban. Pada 11 September lalu, Asia Sentinel menerbitkan sebuah artikel karya John Berthelsen berjudul Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy yang menuding SBY terlibat dalam pencucian uang dana bailout Bank Century.

SBY menyayangkan karena pihak-pihak tertentu yang berada di dalam negeri justru ikut menyebarluaskan fitnah tersebut. Ia semakin merasa sangat jengkel karena hal tersebut dimunculkan di musim Pemilu.

Media massa Asia Sentinel yang berbasis di Hongkong ini, mengeluarkan hasil liputan investigasi atas konspirasi pencurian uang negara sebesar US$12 miliar dalam kasus Bank Century. Dengan pemberitaan yang dianggap tidak benar tersebut, Partai Demokrat melakukan pengaduan ke Dewan Pers Indonesia dan berencana mengadu ke Dewan Pers Hongkong.

Menanggapi hal tersebut, Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief menyesalkan pihak-pihak yang belum puas dengan hasil penyelidikan kasus Bank Century dan masih mengkaitkannya dengan SBY serta Partai Demokrat.

Melalui akun Twitternya, Andi mengungkapkan, jika memang merasa belum puas dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Panitia Khusus (Pansus) Bank Century DPR RI, dan penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ia meminta agar pihak tersebut meminta bantuan dari luar. Misalnya dengan mendatangkan alien dari planet Nibiru atau meminta tolong Thanos, bila perlu Fantastic Four serta Kapten Ameriki.

Kalau masih tidak puas dengan audit BPK, pansus century, penyelidikan KPK dan pengadilannya, soal century ini datangkan saja Alien dari planet Nibiru atau minta tolong Thanos, bila perlu impor Fantastic Four dan kapten Ameriki.

— andi arief (@Andiarief__) September 18, 2018

Selain itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachland Nashidik, juga mengunggah sebuah foto Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko bersama sejumlah orang termasuk co-founder Asia Sentinel, Lin Neumann.

Melalui foto tersebut, Rachland mencurigai pihak Istana yang terlibat dalam pemberitaan Asia Sentinel tersebut. Dalam Twitternya, Rachland Nashidik mengungkapkan,

Lin Neumann — berkacamata, ketiga di belakang — adalah Co-Founder Asia Sentinel, Blog berbasis di Hongkong yang menyebar kabar bohong tentang SBY dan Partai Demokrat. Di foto ini Tuan Neumann berfoto dengan @GeneralMoeldoko

Apakah Istana terlibat dalam fitnah pada SBY? pic.twitter.com/Vno3YrdppB

— Rachland Nashidik (@rachlannashidik) September 17, 2018

Sementara itu, dengan tudingan tersebut, Moeldoko meminta Partai Demokrat tidak bawa-bawa perasaan terhadap Istana atau dirinya dengan pemberitaan konspirasi pencurian uang US$12 miliar dalam perkara Bank Century itu.

Iklan

Moeldoko mengungkapkan, foto tersebut merupakan hasil pertemuannya dengan sejumlah delegasi America Chamber (Amcham) Indonesia yang dipimpin oleh Lin Neumann. Sehingga, kehadiran Lin tersebut bukan sebagai co-founder Asia Sentinel.

Moeldoko juga mengatakan bahkan ia tidak mengetahui hubungan Lin dengan Asia Sentinel dikerenakan waktu pertemuan yang terbatas. Pertemuan tersebut dilakukan oleh Moeldoko sebagai perwakilan Indonesia untuk menjelaskan situasi terkini supaya investor tertarik berinvestasi di Indonesia.

Moeldoko menganggap bahwa tuduhan tersebut tidak masuk akal. “Masa saya tentara melakukan hal bodoh. Kalau saya melakukan sesuatu enggak perlu foto-foto.”

Foto itu sendiri sebelumnya sudah diunggah oleh tim KSP dalam laman resminya ksp.go.id dengan judul artikel, Demokrasi Makin Matang, Jangan Ragu Berinvestasi.

Pihak Istana pun menganggap bahwa foto yang tersebar tersebut tidak dapat dijadikan dasar kecurigaan. Kesimpulan yang diungkapkan oleh Partai Demokrat juga terlalu jauh atau semacam jumping conclusion.

Juru Bicara Istana, Johan Budi menegaskan bahwa Presiden Jokowi dan Istana tidak memiliki kepentingan tertentu dengan SBY. Ia juga meminta untuk semua pihak tidak langsung mengaitkan permasalahan yang ada dengan Presiden Jokowi.

Tapi, Pak Budi, kan semua yang nggak enak itu memang salah Jokowi~ (A/L)

Terakhir diperbarui pada 18 September 2018 oleh

Tags: andi ariefAsia SentinelFitnahIstanajokowiMoeldokoPartai DemokratPemilu 2019sby
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Herlambang P. Wiratraman: Sebab Akibat Kekuasaan yang Antisains dan Dunia Akademik yang Memburuk di Era Jokowi

Herlambang P. Wiratraman: Sebab Akibat Kekuasaan yang Antisains dan Dunia Akademik yang Memburuk di Era Jokowi

28 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Agung.(MOJOK.CO)

Pesan Kemerdekaan Sri Sultan: Jogja Dibangun Tanpa Tergesa, tapi Juga Tidak Berhenti Melangkah

17 Agustus 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tersandera Rp240 Triliun demi Program yang Tak Penting

17 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

1 Juta Sarjana Jadi Pengangguran hingga Terpaksa Pinjol untuk Biaya Konsumtif, Apa yang Harus Pemerintah Lakukan?

11 Agustus 2026
Agustusan momen bikin mahasiswa KKN kelihatan jadi orang bingung, kalah pamor dengan anak muda Karang Taruna desa MOJOK.CO

Momen Agustusan bikin Mahasiswa KKN di Desa Jadi Orang Bingung, Lebih Sigap Karang Taruna

17 Agustus 2026
TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026
Mahasiswa baru (maba) rela jadi jongos abang-abangan kampus di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tidak pernah menyesalinya MOJOK.CO

Maba Rela Jadi Jongos Abang-abangan Kampus demi Relasi dan Diskusi Kiri Apa Salahnya? Tak Malu dan Tak Menyesalinya

13 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.