Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Anggota FPI Ditangkap Karena “Goreng” Video Rusuh Turunkan Jokowi Depan Gedung MK

Redaksi oleh Redaksi
16 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Anggota FPI diduga telah sebar hoax dengan “menggoreng” video simulasi jelang Pilpres 2019 yang disebut sebagai kerusuhan turunkan Presiden Jokowi.

Hati-hati dengan informasi heboh yang tersebar melalui media sosial atau sekadar WhatsApp Group. Bukannya malah jadi heroik karena dianggap sebagai sosok paling kritis atau orang yang dianggap paling duluan dapat informasi, salah-salah malah diusut oleh aparat sebagai pelaku penyebar info hoax.

Hal ini yang harus dialami oleh SAA, salah satu anggota Front Pembela Islam (FPI) yang diduga telah menyebar video simulasi kerusuhan di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Video yang tersebar melalui media sosial itu sebenarnya merupakan simulasi pengamanan Gedung MK oleh satuan Kepolisian dan TNI.

Video yang disebar sebenarnya sama sekali bukan hoax, karena memang simulasi kerusuhan yang terekam kejadiannya seperti itu. Barangkali karena terpantik mendapatkan sebuah konten yang cukup telak bisa dibuat untuk menghantam pihak petahana, SAA tidak berpikir panjang lalu “menggoreng” informasi tersebut.

Oleh SAA, video tersebut disebarkan dengan diberi konteks sebagai sebuah kerusuhan meminta Presiden Jokowi turun dari jabatannya. Bahkan dengan berani disebutkan  bahwa video kerusuhan itu tidak tayang di media massa karena beberapa media televisi sudah pro dengan pemerintah sehingga tidak ada yang mau memberitakan.

https://www.facebook.com/AryPrasetyoOfficial3/videos/482510008895567/

Dari video tersebut lalu oleh terduga SAA diberi keterangan:

JAKARTA SUDAH BERGERAK, MAHASISWA SUDAH BERSUARA KERAS DAN PESERTA AKSI MEGUSUNG TAGAR #TurunkanJokowi MOHON DIVIRALKAN KARENA MEDIA TV DIKUASAI PERTAHANA. (Konten asli dari akun terduga SAA, sementara ini tidak bisa ditemukan karena sudah dihapus oleh yang bersangkutan.)

Penyebarannya tidak hanya berhenti lewat Facebook semata, melainkan juga lewat WhatsApp Group dan aplikasi medsos lainnya.

Menanggapi hal ini pihak kepolisian sudah memberikan klarifikasi. “Berkaitan dengan berita yang cukup banyak di media sosial, di WhatsApp Group, bahwa ada kericuhan di sekitar MK, itu hoax,” kata Bridgen Dedi Prasetyo, Karo Penmas Divisi Humas Polri.

Peristiwa yang direkam melalui video ini terjadi pada Jumat, 14 September 2018. TNI dan Polri melakukan simulasi untuk persiapan pesta demokrasi Pemilu dan Pilpres 2019. Sayangnya, beberapa orang malah menyebarkan video tersebut sehari setelahnya, lalu “digoreng” sebagai kericuhan di depan MK dan di depan Istana Presiden.

Pada Minggu (16/9) dini hari, Polisi langsung bergerak dan menciduk SAA yang dibantu dengan penyidik cyber crime Polda Metro Jaya dengan mengantongi dua alat bukti.

“Satu orang yang sudah terbukti, kasusnya dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan apabila dalam penyelidikan ditemukan lagi alat bukti yang bisa menjerat tersangka lainnya,” tambah Dedi Prasetyo.

Menanggapi atas tertangkapnya salah satu anggotanya, Slamet Ma’arif mengonfirmasi bahwa FPI sudah bergerak untu menangani terduga penyebar hoax. “Sudah ditangani BHF (Badan Hukum FPI),” kata Ma’arif yang merupakan Juru Bicara FPI seperti diberitakan detik.com.

Iklan

Duh, terduga SAA, tolong dong jangan lakukan hal-hal yang bisa bikin citra FPI semakin buruk lagi di mata masyarakat jelang Pilpres ini. Apa terduga penyebar info hoax ini tidak sadar yang dilakukannya malah jadi blunder yang semakin memperburuk pihak yang didukung oleh organisasinya?

Sudah pasti kejadian semacam ini jadi alat yang bisa dimanfaatkan oleh pihak petahana untuk melakukan serangan balik. Bukannya dapat untung, malah tambah buntung kan jadinya? Ramashook, Pak Eko, ramashook~ (K/A)

Terakhir diperbarui pada 16 September 2018 oleh

Tags: FPIFront Pembela IslamhoaxjokowikerusuhanMahkamah KonstitusipilprespolriPresiden JokowiRicuhsimulasiTNIturunkan jokowivideo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Polisi gelontorkan uang banyak untuk gas air mata yang digunakan dalam demo. MOJOK.CO
Aktual

Saat Duit Rakyat Hanya Dipakai buat Membeli Gas Air Mata Kadaluwarsa oleh Polisi

31 Agustus 2025
Pemerintah Tolak Uji Formil UU TNI, Bukti Suara Rakyat Tak Dianggap dan Cuma Fasilitasi Kepentingan Kekuasaan.MOJOK.CO
Aktual

Pemerintah Tolak Uji Formil UU TNI, Bukti Suara Rakyat Tak Dianggap dan Cuma Fasilitasi Kepentingan Kekuasaan

25 Juni 2025
Alumni Unhan RI Jurusan Ekonomi Pertahanan. MOJOK.CO
Kampus

Kuliah di Universitas Pertahanan Memang Menjanjikan, tapi Tugasnya bikin Mahasiswa Kena Mental

28 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.