Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Alasan Via Vallen Harus Lip Sync dalam Pembukaan Asian Games 2018

Redaksi oleh Redaksi
20 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Via Vallen dibully habis-habisan setelah dirinya ketahuan lip sync saat tampil dalam Opening Ceremony Asian Games 2018. Dengan banyaknya protes tersebut, akhirnya Via buka-bukaan menceritakan alasan di baliknya.

Instagram Via Vallen digeruduk oleh netizen ketika ia mengupload fotonya setelah tampil dalam Opening Ceremony Asian Games 2018. Mereka mempertanyakan mengapa Via harus lip sync ketika menyanyikan lagu “Meraih Bintang” tersebut.

Iklan

Padahal sebelumnya, Via dikenal sebagai penyanyi yang profesional. Lha, kok mau-maunya diminta lip sync. Selain itu, penampilan Via dalam acara pembukaan tersebut juga nampak kaku dan tidak percaya diri. Netizen pun bersedih. Namun untuk para hater ini adalah kesempatan untuk menyerang Via yang selalu nampak sempurna itu.

Sebenarnya, walau dengan banyaknya protes, Via Vallen yang mengenakan setelan baju berwarna putih tersebut, sudah berhasil membuat banyak orang berjoget-joget ceria. Bahkan Presiden Jokowi pun nampak menikmati penampilan tersebut sambil joget asik yang kemudian dinamakan ‘Goyang Duyung’ oleh netizen.

Tapi masalahnya, lip sync yang dilakukan oleh Via Vallen tersebut kelihatan terlalu jelas sehingga menuai protes. Beberapa hal yang muncul dalam protes netizen dari pantauan Mojok Institute, antara lain….

Pertama, mereka mempertanyakan kenapa “Meraih Bintang” sebagai lagu soundtrack Asian Games 2018 harus dinyanyikan dengan lip sync.

Kedua, sebagai penyanyi profesional, harusnya Via Vallen siap mengemban tanggung jawab besar. Sehingga tidak perlu grogi untuk menyanyi secara live dalam event besar tersebut.

Ketiga, apakah hal ini dikarenakan panitia merasa kurang yakin dengan Via Vallen dan menganggap Via kurang layak untuk menyanyi secara live?

Keempat, netizen sempat membandingkan Via dengan Anggun. Pasalnya Anggun yang saat itu juga tampil dalam acara pembukaan Asian Games 2018 tidak memilih untuk lip sync. Namun netizen pun menyindir bahwa hal tersebut wajar, dikarenakan Anggun adalah penyanyi internasional yang memiliki jam terbang tinggi.

Kelima, penampilan Via pun nampak semakin menyedihkan karena gerakan mic dan gerakan mulut yang tidak pas.

Keenam, netizen menganggap gerakan Via Vallen tidak luwes dan tidak nampak layaknya bintang utama. Padahal, seharusnya ia yang menjadi bintang dalam pembukaan Asian Games 2018 tersebut.

Mendapat berbagai protes tersebut, Via pun angkat bicara. Ia menjelaskan alasan mengapa dirinya lip sync dalam acara pembukaan Asian Games 2018.

Iklan

Ia memohon maaf telah membuat banyak pihak kecewa karena dirinya menyanyi dengan lip sync. Ia pribadi juga kecewa ketika diberi tau harus lip sync. Pasalnya dirinya tidak pernah percaya diri jika harus bernyanyi dengan lip sync.

Saat Gladi Resik, ia mengungkapkan sebenarnya telah berusaha untuk meminta bernyanyi secara live saja. Namun pihak panitia melarang dan memberikan alasan yang sangat masuk akal.

Ia melanjutkan, hal ini dikarenakan pertunjukan tersebut mempertaruhkan nama negara Indonesia. Sehingga jika terjadi kesalahan teknis sedikit saja akan membuat malu tidak hanya dirinya namun juga nama negara. Oleh karena itu, secara teknis sangat tidak memungkinkan bagi pengisi acara perform live.

Lebih lanjut, ketidakpercayaan diriannya dalam bernyanyi lip sync tidak lebih penting jika dibandingkan menjaga segala kemungkinan terburuk agar tidak terjadi kesalahan teknis sedikit pun demi kesuksesan acara tersebut.

Nah, sudah pada tahu kan alasan mengapa Via Vallen harus lip sync dalam acara tersebut? Masih pengin marah-marah kah? Atau sudah bisa menerima Via apa adanya? (A/L)

Terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2018 oleh

Tags: Anggun C SasmiMeraih BintangNetizen protesPembukaan Asian Games 2018soundtrackvia vallen
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Agar Mbak Via Vallen Nggak Plagiat Video Klip dan Kena Amuk Ormas K-Popers Lagi

Agar Mbak Via Vallen Nggak Plagiat Video Klip dan Kena Amuk Ormas K-Popers Lagi

26 Oktober 2020

4 Alasan Oza Kioza Perlu Cabut dari Duo Serigala untuk Nyusul Nella Kharisma dan Via Vallen

19 Februari 2019

Kenapa Penyair itu Kere?

23 November 2018

Dari Freddie Mercury sampai Nike Ardila, Fenomena Ganti Nama bagi Para Pesohor

22 November 2018

Dangdut Koplo Via Vallen di Tanah Anarki Jerinx

17 November 2018

Membela Via Vallen dari Kasus Sunset di Tanah Anarki

15 November 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

fisiologi pohon, walhi kerusakan lingkungan mojok.co

Hadapi Krisis Iklim, Ilmu Fisiologi Pohon Jadi Kunci Selamatkan 12 Juta Hektare Lahan Kritis

13 Agustus 2026
Saat Kemerdekaan RI Belum Bisa Dirasakan Buruh. MOJOK.CO

Saat Kemerdekaan Belum Bisa Dirasakan Kelompok Buruh dan Pekerja

17 Agustus 2026
Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Agustusan momen bikin mahasiswa KKN kelihatan jadi orang bingung, kalah pamor dengan anak muda Karang Taruna desa MOJOK.CO

Momen Agustusan bikin Mahasiswa KKN di Desa Jadi Orang Bingung, Lebih Sigap Karang Taruna

17 Agustus 2026
Kirab Budaya dan Karnaval Pembangunan Klaten Tahun 2025. MOJOK.CO

Karnaval Klaten 2026: Belajar Jejak Sejarah Mataram Kuno dan Keistimewaan Tiap Wilayah

16 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.