Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Cara Menahan Tangis yang Datang Tiba-Tiba

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
20 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tanpa permisi, air mata datang mendadak. Duh, sepertinya kamu-kamu semua harus baca cara menahan tangis ala Mojok Institute yang satu ini, deh!

Pada banyak kasus, menangis sering menjadi metode pelampiasan yang tepat agar kita merasa lebih lega. Bahkan, sebuah studi menyebutkan bahwa 85% wanita dan 73% pria mengakui bahwa menangis bisa meredakan rasa marah dan kesedihan yang mereka rasakan.

Iklan

Sayangnya, air mata kadang datang tanpa permisi, persis seperti mantan yang tahu-tahu WhatsApp nanya kabar, lalu bilang kangen. Lagi di kantor, tiba-tiba pengin nangis. Lagi di pasar, tiba-tiba pengin nangis. Sendirian di kamar pun,nangis—apalagi kalau secara mendadak kita harus menghadapi keadaan yang tidak mengenakkan, seperti dibentak bos atau target kerjaan tak tercapai. Duh, pengen mewek terus bawaannya :(((

Memahami kegelisahan hati menanggapi adegan menangis yang selalu datang dengan ujug-ujug, Mojok Institute telah mendata cara-cara yang bisa kamu-kamu lakukan demi keperluan menahan tangis. Silakan ditelaah sambil sendlap-sendlup air mata, Beb~

1. Atur Napas Baik-Baik

Ketika kamu tiba-tiba diserang perasaan ingin menangis—misalnya karena tiba-tiba teringat betapa pacarmu tega-teganya menduakanmu atau teringat ending film mengharukan yang kamu tonton semalam—lakukan cara ini sebagai pertolongan pertama.

Hitunglah 1 sampai 10 sembari menarik napas dari hidung. Setelah itu, keluarkan napas dari mulut dengan hitungan yang sama. Atau, kalau kamu bosan berhitung karena sudah bukan anak SD lagi, tarik saja napas panjang dalam-dalam, lalu lepaskan perlahan-lahan. Cara ini bisa membantumu untuk menenangkan diri dengan cepat.

2. Alihkan Pandangan, lalu Buat Pertanyaan

Kalau kamu ingin menangis karena seseorang yang ada di hadapanmu, lakukan cara ini segera. Alih-alih memandangi wajahnya yang menyebalkan, tengoklah ke samping kanan atau kiri; pandangi tembok atau bahkan telapak tanganmu.

Nah, sekarang, perhatikan tembok yang kamu lihat—kamu bisa bertanya-tanya: siapa penemu tembok? Dari mana kata tembok berasal? Kenapa tembok keras? Atau, saat memandangi telapak tanganmu, kamu juga bisa bertanya-tanya: kenapa jari-jariku pendek? Apakah ini artinya aku jago masak? Kenapa jari manisku belum ada cincin kawinnya?

Dengan pertanyaan-pertanyaan tadi, kamu bakal lupa betapa dua detik sebelumnya kamu sedang ingin menangis, mylov~

3. Lakukan Aktivitas Fisik

Selain mengalihkan pandangan, ada cara-cara lain yang cukup efektif kamu ikuti demi menahan tangis. Melakukan aktivitas fisik adalah cara yang tepat, misalnya dengan meremas kedua pahamu, menggengam tanganmu, bantal, ujung baju, atau tangan orang yang kamu sayangi—yha kalau kamu nggak jomlo.

Cara lain, kamu bisa pergi sejenak dari TKP, berjalan-jalan tak tentu arah, atau melakukan hal filosofis lainnya. Kalau ada kolam ikan di sekitarmu, misalnya, mampirlah sejenak untuk memberi makan pada ikan-ikan tadi. Amati betapa mereka langsung berebutan memakan makanan yang kamu lemparkan. Hmm, apa hubungan filosofisnya dengan menahan tangis?

Nggak ada. Seru aja, sih, kasih makan ikan. Hehe.

4. Jangan Pergi ke Kamar Mandi

Kebanyakan orang—apalagi di sinetron-sinetron—biasanya akan memilih kamar mandi sebagai tempat tujuan saat merasa ingin menangis. Padahal, kamar mandi pulalah yang menjadi tempat yang lebih memungkinkanmu untuk menangis lebih dahsyat. Lantas, apa solusinya?

Alih-alih ke kamar mandi, pergilah ke tempat yang lebih punya aura positif, misalnya dapur. Sekali memasuki dapur, kamu akan menyadari keberadaan Indomie, telur, kornet, nasi, dan lain sebagainya. Daripada bersedih sampai ingin menangis, bukankah lebih baik makan dan berbahagia?

Iklan

5. Pakai Maskara yang Tidak Waterproof

Trik terakhir bisa dilakukan oleh kamu para ladies. Buang semua koleksi maskaramu yang waterproof karena itu akan membuatmu merasa aman menangis sampai 3 jam lamanya. Malah, sebaiknya kamu memakai maskara yang tidak waterproof, yang harganya 3 ribuan saja (emangnya ada???).

Dengan maskara tidak waterproof, kamu akan berpikir ulang untuk menangis. Pilihannya ada dua: menangis atau re-touch up kosmetik, which is literally ngerepotin banget, apalagi kalau maskaranya mbleber ke mana-mana, terus kita harus dandan lagi dari awal.

Hadeeeeh, cuma gara-gara nangis, Siiiss~

Terakhir diperbarui pada 20 September 2018 oleh

Tags: air matacara mengatur napasmaskara waterproofmenahan tangismendadaktiba-tiba nangis
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

menangis bersama didi kempot MOJOK.CO
Penjaskes

Pelajaran Berharga dari Lord Didi Kempot Bahwa Menangis Itu Sehat

28 Juli 2019
didi kempot MOJOK.CO
Pojokan

Kebangkitan Kedua Didi Kempot: Karena Tak Seharusnya Orang Bersedih Sendirian

24 Juli 2019
KEPALA SUKU-MOJOK
Kepala Suku

Ketika AS Roma Mengalahkan Barcelona: Sebuah Pengakuan

11 April 2018
List

5 Topping Indomie yang Bikin Kenikmatannya Makin Paripurna

11 Desember 2017
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.