Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Tips Menjaga Anak yang Ngantuk Ketika Dibonceng Pakai Motor

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
21 Maret 2020
A A
tips menjaga anak MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Membonceng anak yang sedang mengantuk bisa jadi aksi berbahaya. Butuh keseimbangan yang fokus yang prima. Berikut saya sajikan tips menjaga anak.

Saya punya dua keponakan. Yang satu sudah SMA, satunya lagi masih kelas 2 SD. Kebetulan, karena pekerjaan saya dulu bisa dikerjakan dari rumah, saya kebagian mengasuh dua ponakan itu. Terutama ketika ibu saya, yang mana nenek dari dua keponakan itu, lagi sibuk ngurus bisnis katering.

Iklan

Ini situasi yang terjadi ketika mereka belum bersekolah. Tentu di masa yang berbeda. Nah, ketika masuk jam tidur siang, keduanya punya satu kesukaan, yaitu dibonceng keliling kampung naik motor. Dan kebetulan yang kedua, mereka berdua gampang banget tertidur ketika dibonceng motor. MODYAR.

Sebagai paman yang membaca tips menjaga anak cuma sambil lalu, kejadian itu sangat merepotkan. Pun, sejauh ingatan saya, di dalam artikel-artikel tips menjaga anak tidak pernah dijelaskan mengatasi kerumitan ini. Padahal, membonceng anak kecil di depan, biasanya balita adalah pekerjaan yang tricky. Salah-salah, kamu bisa nyungsep ke sawah atau nabrak tiang listrik.

Apalagi ketika si anak memberontak, lalu nangis. Bayangin, kamu bonceng anak kecil dan si anak nangis kenceng banget. Bisa-bisa yang ada kamu disangka culik lalu dihajar warga. Runyam. Belum kalau si anak ngantuk. Kamu dipaksa akrobat. Tangan kanan memegang tuas gas, sementara tangan kiri memeluk si anak di bagian perut. Belum kalau lewat polisi tidur. MODYAR.

Nah, berdasarkan pengalaman bertahan hidup di momen-momen berbahaya itu, saya ingin membagikan tips menjaga anak ketika dibonceng. Dan ngantuk.

Selendang bukan pilihan

Banyak orang tua, atau paman masih muda seperti saya, yang memilih selendang. Jadi, badanmu dan badan si anak dililit pakai selendang. Nah, sejurus pengalaman saya mempraktikkan tips menjaga anak ini, selendang bukan pilihan bijak.

Kenapa? Karena si anak cepat bosan. Bisa terjadi, perhatian si anak teralihkan oleh bebek di sawah. Mereka pasti minta turun dari motor untuk mendekati si bebek. Mau nggak mau, kamu harus melepas lilitan selendang. Nanti ketika si anak puas mengagumi bebek, kan kudu jalan lagi naik motor.

Sering terjadi, orang tua–biasanya bapak–atau paman yang masih muda seperti saya, tidak bisa melilitkan selendang dengan benar. Kalau kurang kencang, lilitan bisa terlepas dan si anak gogrok ke jalan. Kalau terlalu kencang, pasti nggak nyaman, bahkan bikin sesak.

Bisa saja terjadi, karena kamu nggak bisa ngurusin selendang, si anak nangis kenceng banget pengin lihat bebek. Apa yang kamu kamu lakukan? Ingat, bisa-bisa kamu dianggap culik dan dihajar warga. Sementara itu di sawah, kawanan bebek akan keheranan lihat kamu yang panik  menenangkan si bocah sambil membantin: “Dih, apaan, sih.”

Melatih kelenturan tangan dan keseimbangan

Nah, karena selendang bukan pilihan, tips menjaga anak yang bisa kamu lakukan adalah melatih kelenturan tangan, sekaligus keseimbangan. Kelenturan tangan bukan berarti nggak kuat, ya. Tangan kirimu harus tetap kuat menjaga badan di anak. Sementara itu, keseimbangan naik motor adalah krusial dan nggak bakal kamu temukan di ujian-ujian SIM.

Nah, supaya tangan kiri tidak kebas, kamu harus tahu kapan saatnya memindahkan posisi duduk si bocah. Kamu harus piawai menggeser duduk si bocah dari jok bagian depan ke paha kiri. Tangan kiri menarik badan, bukan menyentak. Ingat, yang kamu bawa itu anak manusia, bukan karung beras.

Dengan memindahkan posisi duduk si bocah, posisi tangan kirimu juga akan bergeser. Setidaknya, tangan yang tetap bergerak membuat tanganmu nggak kebas atau kesemutan. Hati-hati dengan polah si bocah. Kamu harus responsif. Kalai si bocah salto, kamu harus bisa merespons. Fokus, perhatianmu jangan mudah teralihkan oleh apa pun, termasuk pedagang cilok atau mbak-mbak bahenol yang kebetulan papasan.

Kelenturan dan keseimbangan sangat ditentukan oleh fokus. Sekali silap, kamu bisa nyungsep. Kalau kamu sendiran, sih, nggak papa. Ingat, kamu bawa anak manusia, bukan bayi gajah.

Iklan

Tips menjaga anak paling ultimate: jangan malu

Ya, jangan malu untuk membonceng anak kecil biar dia cepat tidur siang. Kamu akan dipaksa untuk ngoceh sepanjang jalan. Bahkan bisa juga kamu harus ikut menyanyi biar perhatian si anak nggak teralihkan ke bebek di sawah.

Keponakan saya yang sudah kelas 2 SD nggak mau lagi dibonceng di depan. Dia maunya di belakang. Nah, menjadi masalah ketika dia ngantuk. Tanganmu akan kesulitan menjangkau si bocah di belakang.

Kebetulan, keponakan saya yang satu ini suka sekali sama Michael Jackson. Lagu favoritnya adalah Beat It. Dasar anak zaman sekarang. Udah nggak kenal lagi Enno Lerian yang suka nanya kamu makannya apa saya juru masaknya.

Ketika ponakan saya sedang menggumam lagu Beat It, saya berusaha mengikut iramanya. Untuk apa? untuk ikut menyanyi atau menggoyangkan badan. Kalau badan saya goyang, badannya ikut goyang. Kantuk bisa diusir. Tak ayal, pengendara lain sering memandang saya dengan tatapan heran atau geli. Terutama pas di lampu merah. Tapi ya, bodo amat. Keselamatan lebih penting.

Nah, itu tadi tips menjaga anak ketika dibonceng ketika nggak ngantuk. Silakan tambahkan di kolom komentar kalau kamu punya tips yang lebih jitu. Siapa tahu, nanti kita bisa kolaborasi nulis buku tips menjaga anak.

BACA JUGA Dear Ibu-Ibu yang Bawa Bayi Nangis di Pesawat… atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 21 Maret 2020 oleh

Tags: balitamengasuh anakmotortips mengasuh anaktips menjaga anak
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor.MOJOK.CO
Transportasi

Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor

3 Juli 2026
Menunggu Jogja Punya Sirkuit Balap Motor Permanen MOJOK.CO
Tajuk

Lahirkan Pembalap Kelas Dunia, Tapi Jogja Tak Punya Sirkuit Balap Permanen

15 Juni 2026
Kiandra Ramadhipa Juara di MotoJunior Championship Portugal!
Olah Raga

Kiandra Ramadhipa Juara di Race Moto3 Estroil 2026!

14 Juni 2026
4 jenis pengendara motor di pantura seperti Rembang yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya MOJOK.CO
Catatan

4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

23 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

22 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.