Sudahlah, Ramalan Weton Itu Kan Nggak Penting-Penting Amat

weton

MOJOK.CO Mentang-mentang mau nikah, segala jenis ramalan dicoba, mulai dari ramalan zodiak hingga ramalan weton. Giliran hasilnya nggak bagus, langsung pusing setengah mati.

Teman saya menikah dua minggu lalu. Fotonya bersama si suami beredar di lini masa. Saya, yang berhalangan hadir karena kepentok deadline, ikut berbahagia dari jauh. Bahagianya bahkan berlipat—soalnya saya tahu cerita menyedihkan yang dulu teman saya alami.

Konon dia pernah berpacaran dengan seseorang cukup lama hanya untuk berhenti begitu saja gara-gara hitungan weton yang dianggap tidak cocok.

Tak berapa lama sejak kabar menyedihkan itu muncul, seseorang yang dulu jadi kekasih saya malah ikut bertanya, “Wetonmu apa? Mau dihitung sama Bapak.”

Saya lupa hasilnya bagaimana, tapi kayaknya sih baik-baik aja. Namun, saya jadi heran sendiri. Plis, deh, ini persiapan mau nikah atau lomba matematika, kok pakai hitung-hitungan segala?!

Tapi anehnya, setelah ramalan weton yang hasilnya nggak buruk-buruk amat tadi, kami malah kandas. Selesai. Bubar—tanpa pakai tulisan “bersambung” kayak di sinetron RCTI.

Kalau dipikir-pikir, ini lucu juga. Ramalan weton mendadak jadi hal yang mirip-mirip efeknya dengan ramalan kecocokan pakai zodiak: Sama-sama membuatmu menebak-nebak apakah ini benar-benar akan menunjukkan masa depan atau cuma lelucon.

Jadi gini, Saudara-saudara. Kala itu, saya yakin betul bahwa saya yang Taurus nggak bakal cocok dengan Gemini karena keduanya kalau disingkat bakal menghasilkan akronim “gerus” yang berarti “rusak”. Tapi, siapa sangka, kami ternyata nggak buruk-buruk amat kalau berdasarkan weton. Berangkat dari keyakinan itu, saya pun mulai optimis, apalagi ramalan golongan darah kami juga bilang kalau kami cocok dan berjodoh.

Tapi, akhir kami yang tidak baik-baik saja membuat saya heran dan bertanya-tanya. Kalau ada orang tua yang dengan seenaknya memutuskan hubungan asmara anaknya hanya karena ketidakcocokan weton, kenapa ada pula orang yang harus gagal menikah padahal wetonnya sudah cocok dan serasi? Terus apa hubungannya kalender Jawa dan weton-wetonan ini sama ramalan zodiak yang sering disepelein setiap kali muncul di kolom mingguan majalah dan media online, dong??? Hmmm???

Tadinya saya pikir, kalau ramalan zodiak kita jelek, kita bisa memegang teguh ramalan shio, golongan darah, atau bahkan ramalan weton yang hasilnya mungkin akan berbeda. Dengan begitu, keyakinan dan optimisme cinta pun bakal menggelora kembali.

Tapi kayaknya saya salah, ya?

Maksud saya, nggak mungkin kan kalau kita harus terus-terusan memastikan pasangan kita adalah orang yang cocok dengan kita, baik melalui ramalan zodiak, ramalan weton, ramalan golongan darah, dan segambreng ramalan-ramalan lainnya? Nggak lucu juga kalau lagi pacaran tapi aktivitasnya cuma membahas kecocokan dari aturan-aturan ramalan yang entah dari mana datangnya.

Ayolah, ramalan weton itu apa sih hubungannya sama cara kita menyelesaikan pertengkaran dengan pacar? Apa juga hubungan antara zodiak kita dan pasangan, serta bagaimana korelasinya dengan kesetiaan kita satu sama lain untuk nggak saling berselingkuh?

Lagian, menurut saya, daripada ramalan zodiak ataupun ramalan weton yang penuh misteri dan tanda tanya, ada hal lain yang lebih “menentukan” keberuntungan perjalanan hubunganmu dengan sang kekasih kok, yaitu…

restu orang tua. Titik.

Exit mobile version