Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

S.P.L. Sørensen dan Memori Kimia SMA yang Tak Bersisa

Redaksi oleh Redaksi
29 Mei 2018
A A
Nostalgia-UNBK-SMA-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hari ini Google Doodle mengenang sosok bernama Søren Peter Lauritz Sørensen. Emang dia siapa???

Kamu yang waktu kecil pernah doyan membaca Buku Pintar karangan Iwan Gayo pasti tidak pernah mengira, akan tiba zaman ketika kamu belajar sejarah lewat benda bernama Google Doodle. Ya, banyak hal di dunia yang tidak bisa kita tebak, sebagaimana Mojok nggak bisa nebak kenapa Google Doodle hari ini bertemakan seorang tokoh bernama Søren Peter Lauritz Sørensen.

Iklan

Baik, mari kenalan dulu dengan beliau. Almarhum S.P.L. Sørensen adalah seorang kimiawan asli Denmark yang lahir pada 9 Januari 1868 dan meninggal pada 12  Februari 1939. Hari ini, 29 Mei 2018, notabene bukanlah hari ulang tahun maupun haul kematian Pak Sørensen.

Lalu, apa motif Google membuat doodle-nya pada hari ini? Kami berusaha googling jawabannya, tapi tidak ketemu. Padahal hari ini Google bisa saja, misalnya, memperingati keberhasilan Manchester United menjadi tim sepak bola Inggris pertama yang menjadi juara Liga Champions tepat hari ini 50 tahun lalu. Atau memperingati ulang tahun Soemitro Djojohadikusumo John F. Kennedy Roberto Di Matteo Merry Riana Andrei Arshavin Ghaida Farisya eks-JKT48?

Tapi, karena nasi sudah menjadi bubur, sekalian saja kita kulik jasa Pak Sørensen yang membuatnya jadi tokoh penting dalam sejarah. Ia adalah orang yang menemukan pH. Bukan istilah asing jika Anda rajin ikut pelajaran Kimia atau pernah menyimak iklan sabun sirih.

pH atau potential of hydrogen adalah ukuran tingkat konsentrasi ion hidrogen dalam larutan. Skalanya dimulai dari 1 sampai 14 dengan batas netral di angka 7. Suatu larutan disebut asam apabila pH-nya di bawah 7 dan disebut basa apabila pH-nya di bawah 7. Sedangkan larutan dengan pH kurang dari 1 atau lebih dari 14, larutan tersebut tergolong sebagai superasam atau superbasa. Salah satu cara populer untuk mengukur pH ialah dengan mengunakan kertas pH.

Sedikit tambahan, Anda mungkin ingat larutan asam punya rumus kimia yang mengandung atom Hidrogen (H+) dan rumus kimia larutan basa mengandung gugus hidroksil (OH–). FYI aja, penemu konsep itu adalah Pak Svante August Arrhenius yang hidup sezaman dengan Pak Sørensen dan berasal dari Swedia, negara yang bisa dicapai dari Denmark dengan lurus dikit, ketemu perempatan lalu belok kiri.

Sadar diri bahwa kami adalah media yang lebih konsen pada bidang IPS daripada IPA, kiranya penjelasan tentang Pak Søren Peter Lauritz Sørensen cukup sampai di situ. Jika ada hikmah yang bisa dipetik, kiranya Doodle (terjemahan Indonesianya: orat-oret) hari ini membuat kita terketuk untuk googling lagi definisi atom, ion, molekul, ikatan, gugus, titrasi, hidrolisis, dan seterusnya: hal-hal yang sudah kita pelajari di sekolah, tapi kemudian terlupa semua. Betapa waktu yang terbuang sia-sia….

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2018 oleh

Tags: google doodleS.P.L. SørensenSøren Peter Lauritz Sørensen
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Google Doodle Lasminingrat
Kotak Suara

Mengenal Lasminingrat: Ibu Literasi Pertama Indonesia yang Hari Ini Muncul di Google Doodle

29 Maret 2023
Alasan Google Doodle Tampilkan Didi Kempot 26 Februari MOJOK.CO
Hiburan

Alasan Google Doodle Tampilkan Didi Kempot 26 Februari

26 Februari 2023
Didi Kempot, Agus Mulyadi, dan Asal Mula Julukan The Godfather of Broken Heart
Sosok

Didi Kempot, Agus Mulyadi, dan Asal Mula Julukan ‘The Godfather of Broken Heart’

26 Februari 2023
Kasih Sayang Ibu Kasur: Cadel dan Barisan Lagu Tanpa Huruf R MOJOK.CO
Pojokan

Kasih Sayang Ibu Kasur: Cadel dan Barisan Lagu Tanpa Huruf R

16 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.