Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Sinetron Indosiar Bukan Nggak Masuk Akal, Itu Prediksi Masa Depan

joget tiktok di rumah sakit bukti sinetron Indosiar itu nyata

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
21 September 2021
A A
ilustrasi Sinetron Indosiar Bukan Nggak Masuk Akal, Itu Prediksi Masa Depan mojok.co

Sinetron Indosiar Bukan Nggak Masuk Akal, Itu Prediksi Masa Depan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sinetron Indosiar pernah dihujat perkara nggak masuk akal dan kelewat aneh. Padahal mereka punya potensi jadi The Simpsons versi Indonesia.

Selantang apa pun kita berteriak bahwa televisi Indonesia kini isinya kebanyakan sampah, suara kita sulit didengar sebab pihak televisi punya “dewa” mereka sendiri, rating. Selama suatu tayangan, segoblok apa pun itu, ditonton oleh banyak orang yang nggak tahu seleranya kok bisa seburuk itu, ya tayangan itu bakal tetap nangkring di layar kaca Anda. Termasuk, sinetron Indosiar yang langganan jadi bahan rujak netizen. Asem kecut, diuleg-uleg dah tuh!

Ketimbang marah tak terarah terhadap KPI dan program televisi, ada kalanya kita berterima saja dengan keadaan ini. Latihan lah narimo ing pandum. Hitung-hitung buat men-support penulis dan segenap kru yang kerjanya kayak kuda pecut, tapi hasilnya tetap dianggap kecut.

Sinetron Indosiar, utamanya segmen Suara Hati Istri dan Kisah Nyata sebenarnya nggak konyol-konyol amat. Mereka punya tujuan buat merefleksikan keanehan di pergaulan sosial kita. Dengan model kejar tayang dan sat set sat set yang penting jadi, ya seperti itulah akhirnya yang tersaji. Sedikit kurang mashok, ya memang, sebab standar tayangan mereka bukan Hollywood atau drama Korea.

Anda yang getol scroll media sosiyol pasti masih ingat dengan kontroversi sinetron Indosiar yang menampilkan joget TikTok di rumah sakit kan? Iya, seorang bapak dan anak rela joget TikTok demi membangunkan sang istri dari koma. Joget TikTok-nya juga di bangsal rumah sakit, lengkap dengan properti infus dan selimutnya yang entah kenapa selalu menutupi pasien sampai perut. Si bapak dan anak asyik berjoget, sementara sang istri berusaha siuman. Yah, namanya juga usaha.

Berkat adegan ini, netizen merujak pembuat sinetron Indosiari, termasuk merujak penulis dan kru televisinya. Penulisnya sendiri pernah bikin pembelaan di Mojok. Meski begitu, sebagian besar masih nggak bisa terima, pokoknya konyol ya konyol.

Isu ini kemudian berlalu begitu saja dengan kesimpulan klise “ya semua kembali ke pribadi masing-masing” yang super-tai itu. Baru kemarin, saya menemukan sebuah pencerahan yang begitu berharga untuk segenap kru dan penulis-penulis sinetron Indosiar.

heran knp pada bangga dah gws fr pic.twitter.com/Bl9f2S6Xcl

— dwynna (@Dwynna_Win) September 20, 2021

Seorang netizen di TikTok joget-joget sambil curhat betapa susahnya ngatur waktu jika punya dua pacar. Mmmeh. Di luar isi kontennya yang menormalisasi selingkuh dan layak sliding itu, si netizen benar-benar joget TikTok di rumah sakit loh!

Sinetron Indosiar terbukti sebagai gambaran dan prediksi masa depan. Meski menonton sinetronnya terasa begitu aneh, nyatanya, kekonyolan macam ini terjadi juga. Saya jadi menduga-duga bahwa penulis dan kru sinetron Indosiar memang semacam indigo. Mereka dapat wangsit berupa inspirasi alur cerita dan pengadeganan yang begitu konyol, namun di masa depan hal ini bisa benar-benar terjadi.

Satu lagi sinetron Indosiar yang pernah memantik kontroversi adalah cerita soal fans K-pop. Banyak fans K-pop yang tersindir karena mereka merasa didiskreditkan. Sinetron tersebut menampilkan fans K-pop yang kelewatan, seburuk-buruknya fans K-pop deh pokoknya. Akibat keranjingan K-pop si tokoh jadi semacam halu dan hilang akal. Oke, memang nggak semua penggemar hiburan Korea perilakunya sekacau ini. Banyak di antara mereka yang justru bikin kegiatan positif dan kompak banget. Tapi, di antara yang bagus-bagus ada nggak yang konyol kayak di sinetron? Ada dong. Mereka menyebut fans yang udah kelewat halu begini dengan sebutan “sasaeng”. Dalam budaya pop Korea Selatan, sasaeng adalah sebutan untuk fans yang terlalu obsesif dengan sang idola. Selain halu, mereka juga bisa sampai membahayakan nyawa. Ngeri banget lah.

Meskipun hipotesis ini masih agak rapuh dan butuh penguat, saya merasa ini adalah sebuah awal dari pencerahan. Sinetron Indosiar punya potensi jadi kayak The Simpsons versi Indonesia itu benar adanya. Tempo hari, viral adegan seorang pria yang cuddle sama tanaman. Saking cintanya blio sama tumbuh-tumbuhan, mungkin. Nah, ini dia nih, adegan sinetron yang punya potensi besar terbukti di kehidupan nyata.

Bisa jadi, berikutnya bakal viral seseorang yang memang nggak bisa tidur nyenyak kalau nggak di samping tanaman kesayangannya yang mahal-mahal itu. Bisa jadi, ada yang bakal jadi stres kalau sehari saja nggak bertemu dengan “anak-anak” hijau mereka. 

pic.twitter.com/7aElXLm0ix

— Televisi Shitposting (@tvindonesiawkwk) September 19, 2021

BACA JUGA Kualitas Tersembunyi Sinetron Indosiar yang Diketawain Kelas Menengah Terdidik dan artikel AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 21 September 2021 oleh

Tags: acara televisiIndosiarkisah nyataSinetronsinetron televisisuara hati istri
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Kiprah Whani Darmawan dari Pemain Teater hingga Jadi Aktor Andalan Sutradara Kondang - PutCast Mojok

Kiprah Whani Darmawan dari Pemain Teater hingga Jadi Aktor Andalan Sutradara Kondang

10 Januari 2024
Mengubah Skenario Layangan Putus MOJOK.CO

Mengubah Skenario Layangan Putus

12 Januari 2022
ilustrasi Kita Cinta Steve Blues Clues tapi Benci sama Dora The Explorer, Kok Pilih-pilih Gitu? mojok.co

Kita Cinta Steve Blues Clues tapi Benci sama Dora The Explorer, Kok Pilih-pilih Gitu?

9 September 2021

Musik Azan Remix Bikin Geger Netizen Ava Korea. Hei MNet, Makanya Jangan Sembarangan Anda

9 September 2021
Angga Sasongko, Deddy Corbuzier, dan Ernest Tegas Menolak Saipul Jamil. KPI Kapan woi?

Angga Sasongko, Deddy Corbuzier, dan Ernest Tegas Menolak Saipul Jamil. KPI Kapan woi?

6 September 2021
ilustrasi Semua Komentar di Video YouTube Teletubbies Bahasa Indonesia Dimatikan dan Banyak Dislike-nya. Kenapa Sih? mojok.co

Komentar di Video YouTube Teletubbies Bahasa Indonesia Dimatikan dan Banyak Dislike-nya. Kenapa Sih?

10 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.