Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Selain Jerinx, UU ITE Juga Dipakai Anggota DPRD Ciamis untuk Perkarakan Anak Sendiri karena Ketahuan Poligami

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
13 Agustus 2020
A A
Selain Jerinx, UU ITE Juga Dipakai Anggota DPRD Ciamis untuk Perkarakan Anak Sendiri karena Ketahuan Poligami

Selain Jerinx, UU ITE Juga Dipakai Anggota DPRD Ciamis untuk Perkarakan Anak Sendiri karena Ketahuan Poligami

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tak hanya Jerinx, pasal karet di UU ITE pun seret putri pejabat DPRD Ciamis yang dilaporkan ayah sendiri yang tak terima ketahuan poligami.

UU ITE emang soal siapa mau melaporkan siapa. Atau siapa yang lebih selo dan punya duit untuk melanjutkan rasa sakit hatinya lantas melaporkan orang lain. Canggih bener ini undang-undang. Tiada lawan. Ngeri.

Iklan

Meski UU ini juga berhasil menjerat tukang hoaks macam Jonru ahli Syiah, Alfian Tanjung ahli PKI, sama Rahmat Baequni Al-Qonspirasy, namun kita juga nggak bisa menampik kalau UU ini juga nyeremin di sisi lain.

Kita masih ingat bagaimana tidak sedikit yang terjerat UU ITE karena masalah komplain sebagai konsumen, korban pelecehan seksual, sampai tagih utang lewat media sosial, hanya saja kebetulan pelaku-pelakunya punya duit dan waktu luang berlebih untuk memperkarakan korban, maka situasi pun terbalik 180 derajat.

Korbannya yang beneran diperkarakan, pelaku-pelaku nggathelinya malah dibela pengadilan. Benar-benar undang-undang yang serba-guna.

Pun dengan Jerinx SID, yang harus diborgol karena dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali. Dianggap memenuhi unsur delik pencemaran nama baik, Jerinx pun digelanggang karena ngatain IDI sebagai kacung WHO.

“Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan rumah sakit dengan seenaknya mewajibkan orang yang akan melahirkan, tes Covid-19,” posting Jerinx di Instagram yang jadi awal mula IDI melaporkan.

Tentu kita tak menyangka, Jerinx tersandung kasus karena persoalan dengan IDI, mengingat unggahan-unggahan sebelumnya jauh lebih seram dan ngeri-ngeri sedap. Sama seperti Ahmad Dhani yang akhirnya tersandung masalah justru karena unggahan vlog yang ada kata “idiot”-nya, bukan karena twit-twitnya yang seram sebelum-sebelumnya.

Ya itulah UU ITE, bisa menyeret siapapun, kalau kamu ngatain orang yang merasa sakit hati dan punya duit lebih, kamu bisa jadi korban berikutnya. Jadi buat kaum kere kayak kita, ketika dihina-hina di medsos yang perjuangan paling canggih ya cuma satu: bersabar. Karena UU ini hanya berguna untuk orang-orang selo dan punya duit.

Itulah yang kemudian juga dilakukan oleh seorang anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang dengan selo melaporkan seseorang dengan pasal-pasal dari UU ITE.

Merasa sakit hati karena dikata-katain di media sosial, SU (nama inisial DPRD ini) pun melaporkan pelaku ke pengadilan.

Masalahnya adalah, orang yang dilaporkan ini adalah anak kandung sendiri.

(((ANAK KANDUNG SENDIRI)))

Ajigile, dahsyat zekaleee.

Iklan

Jika di Sinetron Indosiar ada program “kisah nyata” dengan embel-embel based on true story, DPRD Ciamis ini malah bikin cerita based on Indosiar story. Sangar bener Pak. Sangaaar.

GM, inisial anak dari anggota DPRD ini sebenarnya sudah dilaporkan sejak 13 April 2020 lalu dan sudah dua kali dipanggil penyidik sebagai saksi. Alasan GM dilaporkan adalah karena mengunggah kata-kata makian untuk ayahnya sendiri pada Maret 2020. Meski postingan tersebut sudah dihapus sendiri oleh GM karena permintaan ibunya.

Semakin mirip dengan kisah-kisah di Indosiar, ketika makian anak ini bukan tanpa sebab. Tak ada asap kalau tak ada api, tak bakal ada makian kalau tak ada orang bajingan.

Semua karena sang ayah—menurut pengakuan GM—ternyata sering bertindak kasar terhadap ibunya. Sikap kasar ini ternyata merupakan buntut karena GM dan ibunya pernah melabrak SU di Bandung.

Di sana baru ketahuan kalau SU (menurut GM) sudah menikah secara siri dengan seorang perempuan di Bandung. Pernikahan SU dengan gadis baru ini pun tak pernah diketahui oleh GM dan ibunya sebelumnya.

Sebagai anak yang merasa sakit hati atas perlakuan ayahnya (yang memang kurang ajar itu), GM pun muntab lalu melampiaskan kemarahan itu di akun Facebook ayahnya.

Uniknya, karena merasa dihina-hina, merasa nama baiknya tercemar, dan merasa aibnya diumbar oleh anak sendiri, SU justru melaporkan si anak menggunakan pasal-pasal di UU ITE. Bukannya interopeksi, malah tambah lebih galak lagi.

Nama baik diambil lewat jalur pengadilan, bukan lewat kelakuan. Ajaib bener Pak SU ini, ajaiiib.

“Kok ada ya Bapak melaporkan anak kandungnya sendiri ke polisi. Singa saja tidak ada yang memangsa anaknya sendiri,” kata S, istri sah dari SU.

Masalahnya, SU itu terlalu ketinggian kalau mau diibaratkan dengan singa. Soalnya singa jantan tak akan meninggalkan keluarganya sendiri demi singa betina dari kelompok lainnya. Benar-benar potret kelakuan pejabat yang level bikin kesalnya sampai tahap paling paripurna.

Ketahuan poligami tanpa izin malah memperkarakan anak kandung sendiri. Timbangan anoa dikasih nyawa aja kayaknya nggak bakal begini-begini amat, Pak, Pak.

BACA JUGA Sekali Lagi, Mengapa Pria Selingkuh, dan Kini, Bagaimana Mengatasinya atau tulisan POJOKAN lainnya.

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2020 oleh

Tags: dprd ciamisjerinxPasal KaretUU ITE
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Bule Bali Viral hingga Messi yang Harusnya Bersyukur Bisa ke Indonesia!
Video

Bule Bali Viral hingga Messi yang Harusnya Bersyukur Bisa ke Indonesia!

31 Mei 2023
UU ITE Bakal Jerat Korban Perundungan dan Pelecehan Seksual di KPI: Sudah Speak up, Malah Dipaksa Give Up MOJOK.CO
Kilas

Es Teh Indonesia Jadi Trending karena Somasi Pelanggan, Ini Kasusnya

25 September 2022
Kronologi dan Peran Pemuda Madiun Membantu Bjorka Mojok.co
Kilas

Kronologi dan Peran Pemuda Madiun Membantu Bjorka

19 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.