Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pak Fadli Zon, Hal Remeh Ini Saja Sulit Dilakukan, Apalagi Evakuasi Korban

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
3 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Fadli Zon membela aksi Ratna Sarumpaet yang mengkritik penghentian pencarian korban KM Sinar Bangun. Katanya, kenapa hal ini tak bisa dilakukan, padahal orang-orang aja udah sampai ke bulan?!

Beredarnya kisah perdebatan antara Ratna Sarumpaet dan Luhut Binsar Pandjaitan menjadi berita hangat sejak kemarin. Meski suara Ratna ditanggapi dengan sumbang oleh berbagai pihak, tak sedikit pula yang maju membela Ibu Ratna.

Iklan

Salah satu tokoh ternama yang dengan lantang menyebut Ratna sebagai wanita “luar biasa hebat dan pemberani” adalah sahabat kita semua, Fadli Zon.

Menanggapi laporan bahwa jenazah dan bangkai kapal tenggelam hingga kedalaman 450 meter, Fadli Zon bersuara, “Orang kan udah nyampe ke bulan, masa (evakuasi ke Danau Toba) saja nggak bisa?”

Baginya, kalau Indonesia nggak bisa, ya minta bantuanlah sama negara lain!

Ya,mungkin bagi Fadli Zon, pencapaian manusia ke bulan semestinya diikuti dengan keberhasilan manusia-manusia lain dalam segala aspek kehidupan, termasuk mengangkut jenazah yang tenggelam hingga 450 meter dalamnya.

Hal ini sebenarnya telah didiskusikan oleh tim SAR terkait. Bahkan, rencana untuk mendatangkan Remotely Operated Vehicle (ROV) yang lebih canggih pun telah dirancang. Namun, tindakan ini terpaksa dihentikan karena adanya kendala berupa lamanya pengiriman dan perakitan.

Namun, pernyataan Fadli Zon tadi memang cukup makjleb. Ketika orang-orang sudah berhasil melaksanakan ekspedisi ke bulan, kok kita malah nggak bisa evakuasi korban di Danau Toba, sih??? Kenapa???

Padahal nih, ya, Pak Fadli, ada beberapa hal yang telah berlangsung sejak lama yang jauuuuh lebih remeh daripada evakuasi korban di kedalaman 450 meter, tapi tetap tidak menemukan titik temunya sekalipun ekspedisi ke bulan dan luar angkasa telah dilakukan berkali-kali. Apa saja?

Pertama, dapat balasan chat dari gebetan.

Percayalah, Pak Fadli, ini sulit—apalagi kalau gebetan kita orang yang sama sekali tidak peka. Jangankan dibalas, dibaca aja sudah alhamdulillah.

Rasanya, kesulitan ini pun sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu, bahkan setelah beberapa misi astronomi ke bulan dilakukan oleh ahli-ahli antariksa di luar negeri. Padahal, ya, secara teori, semua mudah: kita sudah mengirimkan pesan manis untuk si dia, kita mengenal dia sebagai teman baik, kita pakai emoji senyum, dan kita tidak salah kirim chat.

Tetap saja, teori tak berjalan semulus kulitnya vlogger kecantikan, Pak.

Kedua, masuk UGM. Atau UI. Atau ITB—atau universitas impian mana saja, lah!

Iklan

Seseorang bisa saja mengikuti tes SBMPTN, SNMPTN, hingga seleksi ujian mandiri UGM demi mendapatkan kursi sebagai mahasiswa di sana. Bukan cuma sekali, beberapa orang bahkan rela melakukannya dua hingga tiga kali.

Tapi, pada titik tertentu, wajar saja jika ia menyadari batas kemampuan dirinya. Siapa tahu, suatu hari ia melihat iklan universitas lain yang ternyata lebih cocok untuknya. Dengan terpaksa, UGM pun menjadi mimpi semata.

Teorinya pun lengkap: si siswa telah belajar keras, mengikuti tes tepat waktu, dan wangi. Tapi ternyata, yang namanya takdir itu bisa saja terjadi: ia tidak masuk UGM meskipun (lagi-lagi) roket NASA yang lain diluncurkan ke luar angkasa.

Ketiga, menang pemilu presiden.

Ya, hal ini merupakan kesulitan besar bagi beberapa calon yang maju dalam gelaran pemilihan presiden di periode manapun. Di balik terpilihnya SBY di tahun 2004 dan 2009, ada pasangan-pasangan yang tumbang dan kalah pemilu. Hal yang sama terjadi saat Pilpres 2014 berlangsung dan memenangkan Jokowi-JK.

Yah, nggak mungkin, kan, kita malah bilang, “Orang-orang udah pada ke bulan, kok dia malah kalah pemilu presiden gitu, sih?!”

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2018 oleh

Tags: 450 meterevakuasi korbanFadli ZonKM Sinar BangunLuhut Binsar Pandjaitanratna sarumpaetROV
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO
Kilas

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wali Kota Agustina Wilujeng ajak anak muda mengenal sejarah Kota Semarang lewat kartu pos MOJOK.CO
Kilas

Kartu Pos Sejak 1890-an Jadi Saksi Sejarah Perjalanan Kota Semarang

20 Desember 2025
Gedung Sarekat Islam, saksi sejarah dan merwah Semarang sebagai Kota Pergerakan MOJOK.CO
Kilas

Upaya Merawat Gedung Sarekat Islam Semarang: Saksi Sejarah & Simbol Marwah yang bakal Jadi Ruang Publik

20 Desember 2025
Pacu Jalur Direcoki Pemerintah Jadi Cringe dan Nggak Seru Lagi MOJOK.CO
Esai

Saat Negara Turut Campur Aura Farming Pacu Jalur, Semua Jadi Terasa Cringe dan Nggak Seru Lagi

14 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.