Kamu punya uang 10-20 juta, pengin beli motor, tapi pengin yang nggak biasa aja, serta penampilannya cakep? Jawabannya, bisa, dan motor yang kamu harus beli adalah Mio Sporty lawas tahun 2000-an.
Tren restorasi motor yang sedang naik beberapa tahun belakangan bikin motor-motor yang dulunya dianggap mati naik lagi ke permukaan. Desain motor masa kini yang membosankan bikin orang-orang dengan uang dan waktu lebih membangun ulang motor impian mereka di masa muda.
RX King, F1ZR, Satria 120, adalah beberapa motor yang hidup lagi setelah mati suri. Tak jauh di belakang, ada Mio Sporty yang dihidupkan kembali, setelah sempat mati diinjak-injak matic masa kini yang makin ke sini makin monoton.
Sedikit kilas balik, Mio Sporty ini memang rajanya jalanan. Dulu, di awal kemunculannya pada 2003, motor matic lekat dianggap sebagai motor wanita. Penjualan Mio meningkat karena branding tersebut. Sebab, di zaman dulu, desain motor-motor yang ada tidak ramah pada wanita. Matic menawarkan kemudahan yang diidamkan: tinggal gas, tak ada cerita belajar mengatur gas sebelum memasukkan transmisi.
Tapi di awal, penjualan Mio terhitung rada anyep. Maklum, di waktu yang sama, motor ini harus melawan legenda-legenda mengerikan di zamannya: Jupiter Z, Jupiter MX, Suzuki Smash, Shogun SP, Satria FU, dan masih banyak lagi. Memang mereka tidak satu kelas, tapi bayangkan seperti apa riuhnya pasar ketika dibanjiri motor sebegitu banyak. Sikut-sikutan jelas tak terelakkan.
Namun, konstelasi pasar langsung berubah ketika dua varian Mio keluar. Varian biasa, yang masih ber-velg jari-jari, tapi dengan striping bunga. Kedua, Mio Sporty.
Sejak itu, pasar motor di Indonesia tak sama lagi.
Mio Sporty memang cakep
Betul, Yamaha Aerox masih memegang takhta motor matic dengan desain paling cakep. Nah, nomor duanya, baru Mio Sporty generasi pertama.
Sumpah, kalian harus tau betapa merusaknya Mio Sporty di zaman dulu. Bodinya mirip Mio biasa, tapi lebih ramping, dengan behel yang berbeda, serta velg racing berwarna abu-abu (ragukan ini, saya buta warna soalnya). Varian Mio Sporty setau saya cuma ada warna biru (nah ini jangan ragu), makanya mudah banget dititeni.
Kesan premiumnya dapet banget. Nggak perlu dimodif gimana-gimana, sudah keren banget itu motor.
Tapi, karena harga yang berbeda, serta beli velg sendiri jauh lebih murah ketimbang beli varian sporty, jadi ya, setahu saya, motor ini nggak lama umurnya. Padahal ya bagus banget.
Lagi-lagi, kita nggak tahu ketetapan Allah itu gimana. Motor yang umurnya nggak begitu lama, justru hidup lagi di masa kini, setelah hampir dua dekade peluncurannya.
Begitu banyak di marketplace
Kabar baik bagi orang yang beneran males berusaha, cari Mio Sporty restorasi ternyata nggak susah sama sekali. Tinggal ketik di Facebook Marketplace, kalian akan menemukan motor ini dengan amat mudah. Harganya beragam, ada yang 7 jutaan udah dapet, tapi jangan kaget kalau ada yang jual di harga 27 jutaan. Biasanya part modifnya yang mahal-mahal, plus mesinnya udah dioprek.
Nah, sweet spotnya, di angka belasan juta, kalian bisa banget dapet Mio Sporty dengan kondisi dan desain yang amat cuantik.
Memang kadang basicnya bukan Mio Sporty asli, tapi desainnya udah dibikin semirip mungkin. Jadi, nggak usah bingung-bingung banget.
Tapi kalian perlu tahu satu hal, motor ini boros banget perkara bahan bakar. Kebetulan, waktu SMP-SMA, motor saya itu Mio. Jadi tahu betul betapa jahanamnya konsumsi bahan bakar ini motor.
Cuma, menurut saya, nggak jauh-jauh amat bedanya. Perawatannya juga nggak sulit. Kalau motor ini bisa direstorasi, artinya sparepart-nya juga melimpah. Bengkel mana pun saya kira harusnya bisa merawat ini motor. Nek raiso, kon tutup wae bengkel kui, asli.
Beli nggak? Beli lah
Jujur saja, menurut saya, beli motor baru di masa kini itu gambling. Terlalu banyak cerita buruk tiap motor yang keluar. Padahal menurut saya harusnya nggak gitu, kan ini motor baru, generasi baru, teknologi baru, kenapa masalahnya bisa banyak sih.
Jadi, kalau kalian kepikiran beli Mio Sporty, ya nggak perlu bingung sih. Maksudnya, kalian jelas tak perlu berjudi. Motor ini kekurangannya jelas, dan udah bisa ditangani. Spare part melimpah, diperbaikinnya pun mudah.
Oh iya, motor ini pun ground clearance amat forgiving buat kalian yang nggak tinggi-tinggi amat. Buat yang tingginya 170 ke atas emang agak PR, tapi buat 170 ke bawah, amat oke.
Saya sendiri kepikiran menjual PCX saya untuk beralih ke Mio Sporty. Cuman, saya manusia yang sudah kelewat dimanja fitur modern, salah satunya bagasi yang luas. Kalau nggak kepikiran itu aja, udah kujual dari dulu.
Jadi, kalau kalian pengin beli Mio seken dari Facebook, udah, nggak usah pikir panjang. Pastikan mesinnya masih sehat aja, udah. Selain itu, aman wis.
Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Terlalu Girang Saat Pertama Kali Mengendarai Motor Yamaha Mio, Malah Berujung Apes di Tengah Jalan Besar Kota Surabaya dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN
