ADVERTISEMENT

Malaysia vs Singapura adalah pertarungan negara maju, sementara Indonesia cuma penonton yang cuma bisa iri dan mimpi basah bisa mengejar negara tetangga

Mimpi basah Indonesia mengejar kemajuan Malaysia vs Singapura MOJOK.CO

Mari kita resapi keprihatinan ketika melihat pertarungan Malaysia vs Singapura demi pendidikan warganya. Di mana Indonesia cuma bisa nangis.

Seorang warga Lamongan menulis di Terminal Mojok bahwa warkop di kotanya berhenti sebagai ruang pelarian dan belum menjadi rahim karya anak muda. Dia membandingkan kampung halamannya dengan Malang dan Jogja. Setelah itu, dia menyimpulkan. 

Lamongan tidak kekurangan orang pintar, hanya kekurangan ekosistem. Tulisan semacam itu terasa seperti tamparan yang menyehatkan, dan cara pandang yang sama layak kita pakai untuk urusan yang jauh lebih besar. 

Indonesia punya segalanya. Laut, nikel, sawit, 280 juta konsumen, Prabowo, Teddy, Bahlil, dan anak muda yang riuh di TikTok dan Threads. Tetapi, begitu kita melihat pertarungan 2 negara maju Malaysia vs Singapura, daftar kekurangan Indonesia langsung memanjang.

Sikap ini bukan sikap minder. Presiden Prabowo Subianto sendiri mengatakannya pada 13 Februari 2026, “Kita harus belajar dari kekuatan asing, tapi jangan lugu, jangan naif”

Dompet warga Indonesia yang pertama menjerit ketika melihat Malaysia vs Singapura semakin seru: jurang yang nyata

BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 sebesar 5,11% dengan PDB per kapita Rp83,7 juta atau 5.083,4 dolar AS. Ini adalah capaian tertinggi sepanjang sejarah dan kali pertama kita menembus 5.000 dolar AS]. 

Sementara itu, IMF memproyeksikan PDB per kapita 2025 Singapura 98.814 dolar AS dan Malaysia 13.125 dolar AS. Artinya PENDAPATAN RATA-RATA SATU ORANG SINGAPURA BERNILAI HAMPIR 20 KALI ORANG INDONESIA, SEMENTARA MALAYSIA BERDIRI DI ANGKA 2,6 KALI LIPAT.

Soal laju, kita sebenarnya kompetitif. Bank Dunia mencatat ekonomi Malaysia tumbuh 5,2% pada 2025 dan ringgit menguat 10,2% terhadap dolar AS. Dan ini menjadi apresiasi terkuat di kawasan. 

Singapura sendiri memang melambat. Bank Indonesia menyebut pertumbuhan negara kota itu 2,9% (yoy) pada triwulan III 2025, tetapi pendapatan per kapitanya tetap raksasa. Pelajarannya jelas. Mengejar angka pertumbuhan saja tidak cukup, kita harus mengubah pertumbuhan itu menjadi upah.

Lihat selisihnya. Singapura mencatat median pendapatan bulanan penduduk 5.775 dolar Singapura atau sekitar Rp80,7 juta pada 2025. Ini mengacu kurs 1 Oktober 2026 sekitar Rp13.980 per dolar Singapura. 

Survei Upah dan Gaji DOSM 2025 menempatkan median upah bulanan warga Malaysia di RM2.940, kira-kira Rp12,9 juta. Sementara itu, UMK Jakarta 2026 hanya Rp5.729.614 per bulan. Upah ini nangis kalau ngelihat serunya perkembangan negara maju Malaysia vs Singapura. Pekerja kita menjual jam kerja lebih panjang untuk hasil yang lebih tipis.

Kesejahteraan Indonesia: ketika negara tetangga memperlakukan warga sebagai investasi

BPS mencatat persentase penduduk miskin Maret 2026 turun menjadi 8,07% atau 22,93 juta orang. Garis kemiskinannya Rp669.235 per kapita per bulan atau sekitar Rp22 ribu sehari. 

DOSM melaporkan kemiskinan absolut Malaysia berada di level 5,1% pada 2024, kemiskinan ekstrem tinggal 0,09%, dan koefisien gini menyempit dari 0,404 menjadi 0,390.

Yang layak kita tiru justru cara Malaysia vs Singapura membelanjakan uangnya. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengajukan APBN 2026 senilai RM470 miliar pada 10 Oktober 2025 dan ini angka rekor.

Rinciannya,  RM66,2 miliar untuk pendidikan dasar, RM18,6 miliar untuk pendidikan tinggi, dan RM46,5 miliar untuk kesehatan, sekaligus mengangkat 4.500 dokter kontrak menjadi pegawai tetap dan menggratiskan kuliah 5.800 mahasiswa keluarga miskin. 

Singapura, lewat Budget 2026 yang Lawrence Wong sampaikan pada 12 Februari 2026, mengalokasikan belanja S$137,3 miliar atau 16,3 persen dari PDB dan menempatkan belanja kesehatan S$22,5 miliar sebagai pos terbesar kedua. 

Pemerintahannya memberi tiap rumah tangga voucher CDC S$800, menyalurkan pembayaran biaya hidup S$200–S$400 serta tambahan tabungan pensiun CPF sampai S$1.500 bagi warga berusia 50 tahun ke atas. Jadi, keseruan Malaysia vs Singapura tampak dalam usaha keduanya memperlakukan kesejahteraan warga sebagai investasi, bukan sebagai belas kasihan.

Pendidikan: Angka yang sulit kita bantah

Mari kita resapi keprihatinan ketika melihat pertarungan Malaysia vs Singapura demi pendidikan warganya. Di mana Indonesia cuma bisa nangis.

Jadi, OECD merilis hasil PISA 2025 pada 8 September 2026. Singapura membukukan 563 poin matematika, 535 membaca, dan 560 sains. Ini adalah peringkat pertama dunia untuk membaca dan peringkat kedua untuk dua bidang lain. Malaysia meraih 397, 393, dan 419. Indonesia mencatat 364, 365, dan 389. Ini jauh di bawah rata-rata OECD 463, 461, dan 482].

Di perguruan tinggi, QS Asia 2026 menempatkan NTU dan NUS berbagi peringkat ketiga Asia, sementara lima dari 10 kampus terbaik ASEAN berasal dari Malaysia. Universitas Indonesia menyusul di posisi kedelapan dan UGM kesepuluh. 

WIPO, melalui Global Innovation Index 2025, menaruh Singapura di peringkat kelima dunia dan memimpin 10 dari 78 indikator. Malaysia, di peringkat 34 sekaligus juara dunia untuk lulusan sains dan teknik. Indonesia di peringkat 55.

Prabowo mengakui persoalan ini ketika berbicara di depan periset BRIN pada 6 Agustus 2026. Dia menyebut 388.000 sekolah yang membentang dari gunung sampai pulau terluar sebagai alasan pembanding yang tidak sepadan, tetapi dia juga menegaskan bahwa fakta tersebut tidak boleh menjadi pembenaran, meski Malaysia vs Singapura dalam hal pendidikan sudah sangat jauh melaju.

Wisata: Indonesia punya alam, tapi kok bisa kalah kelas dari keseruan Malaysia vs Singapura

Malaysia vs Singapura di sektor wisata? Mar kita bedah secara sederhana.

Malaysia menyambut 42,2 juta pelancong asing sepanjang 2025 dan angka itu sudah mencakup pelancong harian. Ini naik 11,2% daripada capaian 2024 sekaligus mencetak rekor Asia Tenggara. 

Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi menyebut prestasi tersebut fondasi kokoh untuk Visit Malaysia 2026. Kementerian Keuangan Malaysia melaporkan penerimaan dari wisatawan asing RM110,6 miliar atau sekitar Rp480 triliun, dengan aliran neto RM49,2 miliar.

Singapura hanya menerima 16,9 juta wisatawan pada 2025, naik 2,3%, tetapi Singapore Tourism Board membukukan penerimaan S$23,9 miliar hanya untuk Januari–September 2025. Kinerja setahun penuh akan melampaui proyeksi S$29–30,5 miliar. Kwan Su Min, Director Communications STB, menyatakan bahwa pihaknya memfokuskan diri pada quality tourism ketimbang mengejar jumlah turis.

Indonesia melihat Malaysia vs Singapura di sektor wisata? BPS mencatat 15,39 juta kunjungan wisman sepanjang 2025, naik 10,8%, dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengumumkan devisa 18,91 miliar dolar AS atau sekitar Rp317,4 triliun. 

Kita kalah dari dua negara yang alamnya jauh lebih miskin. Ini menjadi bukti bahwa masalah kita terletak pada belanja per wisatawan, lama tinggal, konektivitas bandara, serta disiplin kampanye satu pintu, bukan pada jumlah pantai.

Transportasi dan uang masuk

Malaysia vs Singapura di sektor transportasi? Indonesia kudu belajar banyak, dan lebih rajin, biar pinter.

Land Transport Authority Singapura melaporkan 3,49 juta perjalanan MRT per hari pada 2025, naik 2,29%, melalui 146 stasiun untuk negeri berpenduduk sekitar 6 juta jiwa. Rapid KL mengangkut rata-rata sekitar 1 juta penumpang per hari pada triwulan III 2025 dan sempat menembus 1,5 juta penumpang pada malam tahun baru. 

MRT Jakarta mencatat 46,4 juta pelanggan sepanjang 2025 atau rata-rata 127.259 orang per hari, lalu naik menjadi 159.492 orang per hari kerja pada Januari 2026. Kita layak mengapresiasi tren itu, tetapi perbandingannya menyakitkan. Satu jaringan tetangga mengangkut dalam satu hari apa yang kita kumpulkan dalam sebulan.

Modal untuk mengejarnya ada. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mengumumkan realisasi investasi 2025 sebesar Rp1.931,2 triliun atau 101,3% dari target dan menyerap 2,71 juta tenaga kerja. Singapura tampil sebagai penyumbang investasi asing terbesar. 

WIPO juga menempatkan Singapura sebagai pemimpin dunia untuk arus masuk investasi asing neto]. Investor membayar mahal untuk kepastian, dan kepastian itu lahir dari birokrasi yang bersih.

Urusan negara: Indonesia mengumpulkan uang untuk membiayai mimpi mengejar Malaysia vs Singapura

Kementerian Keuangan dan BPS menghitung rasio perpajakan 2025 hanya 9,31% dari PDB. Ini penerimaan perpajakan Rp2.217,9 triliun terhadap PDB Rp23.821,1 triliun. Malaysia mengumpulkan pendapatan negara RM334,1 miliar pada 2025, setara sekitar 17% PDB, lalu menekan defisit fiskalnya menjadi 3,7% PDB.

Prabowo mengangkat isu yang sama dalam Rapat Paripurna DPR pada 20 Mei 2026. “Sekarang pun kita masih di bawah Malaysia, apa yang sebabkan kita tidak mampu? Bedanya apa kita sama orang Malaysia, Kamboja, Filipina?” 

Mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, saat itu lalu mematok target rasio pajak 11–12% untuk 2026. Kala itu, dia mengandalkan pembenahan Coretax dan penindakan kebocoran. Hasilnya? Yah, gitulah wqwqw

Mencontek cara Malaysia vs Singapura naik level, bukan menyerah pada gengsi

Belajar dari keseruan Malaysia vs Singapura bukan berarti meniru mereka bulat-bulat. Malaysia mengubah sawit dan timah menjadi rantai pasok elektronik dan investasi kecerdasan buatan. Singapura mengubah keterbatasan lahan menjadi gerbang logistik dan keuangan dunia. 

Keduanya memilih tiga hal yang sama. Target yang tegas, kebijakan yang konsisten lintas pemerintahan, dan evaluasi berbasis angka.

Indonesia punya semua bahan mentahnya. Kita hanya perlu membangun ekosistem yang mengubah potensi menjadi hasil. Ya persis seperti penulis Lamongan itu menginginkan warkop kotanya berubah fungsi. Kalau tetangga sebelah sudah menyalip, menoleh ke samping bukan aib. Itu pelajaran paling murah yang bisa kita ambil dari negara maju Malaysia vs Singapura.

BACA JUGA Malaysia kian dekat ke gerbang negara maju, kalau Indonesia makin dekat ke gerbang apa bes? dan artikel menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2026 oleh .

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Exit mobile version