Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menyambut Kembali Poconggg, Menyambut Kembali Anonimitas

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
14 Juni 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kembalinya akun Twitter milik Poconggg adalah wujud nyata dari tren “Let’s confuse kids nowadays” di Twitter sebagai akun anonim. Welcome back!

Sejak tahun 2010-an, akun Twitter anonim bernama @Poconggg muncul di lini masa. Foto profilnya tampak seperti namanya: sebuah pocong berkain putih dengan muka yang tak tampak jelas. Seperti tokoh pocong di film-film hantu, pocong di balik akun Poconggg ini sifatnya sama: anonim dan tidak disebutkan nama aslinya.

Iklan

Cuitannya yang paling tipikal yang saya ingat adalah “lompat, lompat, lompat”. See? Sungguh sangat pocong!!! Memang jenius!!!

Dengan nama Poconggg tadi, si admin berhasil menarik minat followers-nya—yang langsung melonjak pesat. Cuitan lainnya memang kocak-kocak, termasuk curhatannya sebagai makhluk Tuhan yang paling seksi tak bertangan alias tangannya kegubet kafan.

Poconggg is Back!

Sejak kemarin malam, lini masa Twitter dihebohkan dengan cuitan dari akun @Poconggg yang berbunyi:

Assalamualaikum, yaa ahli timeline???

— Pocong (@Poconggg) June 13, 2019

Tagar #WelcomeBackPoconggg langsung menjadi nomor 1 trending, bahkan mengalahkan tagar para Kpoper yang menginginkan kembalinya B.I sebagai leader iKON. Luar biasa. Secara tidak langsung, ini membuktikan bahwa kekuatan nostalgia memang bisa sedahsyat itu, mylov~

Poconggg adalah anonim, anonim adalah Poconggg. Pada masanya, kita-kita semua (hah, kita???) sudah merasa cukup puas membaca twit-twitnya yang lucu tanpa habis pikir menebak-nebak laki-laki atau perempuan macam apa yang ada di balik akun tersebut.

Malah, saking populernya, ia berhasil menerbitkan buku komedi yang—dikutip dari Tempo—dinilai sebagai buku yang biasa saja: “Untuk orang yang sudah tua bangka, tertawa pun rasanya sulit. Untuk yang kategori om-om, paling juga berkomentar mirip Lupus, bacaan mereka di tahun 1980-an.”

Tapi nyatanya, bukunya laris, tuh. Komedinya diterima di kalangan remaja, persis seperti sambutan hangat saat buku Raditya Dika terbit di awal-awal. Seiring berjalannya waktu, Poconggg kian berjaya dan anonimitasnya menjadi satu poin plus yang penting.

Awal Mula Terbongkarnya Identitas Poconggg

Yah, setidaknya, segalanya berjalan lancar sampai pertengahan tahun 2011. Kala itu, sebuah akun tandingan bernama @siapapoconggg muncul dan mulai mengulik habis-habisan siapa orang yang selama ini menjadi Poconggg.

Singkatnya, drama pun dimulai. Pihak-pihak tertentu berhasil membongkar identitas asli Poconggg, mulai dari “menyogok” salah seorang teman Poconggg, hingga penyelidikan yang mengerucut ke satu nama: Arief Muhammad.

Selepas terbongkarnya identitas si Poconggg (yang memang benar adalah Arief), akun ini sempat menghilang dari Twitter. Lama-kelamaan, akun Poconggg lebih sering dipakai sebagai media untuk Arief men-share vlog yang ia tayangkan di YouTube.

Namun, Arief tidak berhenti. Poconggg kala itu akan difilmkan dan ia kian dikenal sebagai salah seorang content creator yang digandrungi anak muda, persis kayak Mas Ali yang itu, yang nulis buku Perihal Cinta, Kita Semua Pemula.

Iklan

Mengenang Anonimitas Lewat Poconggg

Sebagai pengikut Poconggg di awal kebangkitannya, saya nggak ingat-ingat amat apa yang terjadi setelah identitasnya terbongkar. Twitter sempat tak lagi menjadi media sosial yang ramai dikunjungi, dan mungkin itu sebabnya berita terbaru soal Arief Muhammad tak terlalu saya ikuti.

Tapi yang jelas, di kepala saya, dan ribuan followers-nya, Poconggg selalu menjadi tokoh favorit kami setiap kali membuka Twitter bertahun-tahun yang lalu, apalagi saat kami belum mengetahui identitas aslinya.

Yah, kadang memang rasanya lebih nyaman dan seru berinteraksi dengan orang-orang yang anonim, ya?

Maaf, Arief itu siapa ya? Cukup kita- kita aja lah di sini. https://t.co/2x9BvNlMR5

— Pocong (@Poconggg) June 13, 2019

Naaaah, inilah uniknya: anonimitas selepas akun pocong-pocongan ini nyatanya tetap ada dan tetap digandrungi!!!!!!11!!!1!!!!

Maksud saya—kamu tentu ingat Askmenfess, kan?

Akun-akun yang mendukung anonimitas kini menjadi tren baru di Twitter, selain budaya yang tetap ada sejak dulu, yaitu akun alter ego. Prinsipnya, lewat Askmenfess, kita bebas “nitip” ngetwit apa saja tanpa perlu takut-takut ketahuan orang bahwa kitalah yang menuliskan kalimat tersebut.

Yaaah, meskipun ujung-ujungnya hal ini membuat Askmenfess tampak seperti acara radio setiap Malam Minggu, yang jelas followers-nya senang.

Lagipula, baik Poconggg maupun sender-sender twit di Askmenfess tentu sepakat pada satu hal: anonimitas itu nggak melulu negatif. Dengan menjadi anonim, mereka bisa melepas sisi diri mereka yang “satu lagi”, tanpa perlu kepikiran bakal di-judge aneh-aneh atau ditertawakan.

Tapi kalau buat saya, daripada sekadar “menyambut kembali anonimitas”, comeback-nya Poconggg ini mengajarkan satu hal yang penting dan kadang sering dilupakan oleh kita:

…bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini.

Maksud saya, coba lihat Arief Muhammad: delapan tahun yang lalu, identitas anonimnya terbongkar dan semua orang meramalkan kariernya bakal tamat. Nyatanya, ia malah kian melambung sebagai content creator dan tadi malam, dengan suksesnya, membangkitkan kenangan jutaan orang, sekaligus disambut dengan hangat sampai jadi trending topic.

Hhh, sudahlah, minggir dulu semua akun role player—Poconggg kesayangan kami mau lompat-lompat lagi!

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2019 oleh

Tags: #WelcomeBackPocongggArief MuhammadPocongggraditya dikasiapapoconggg
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

GR Yaris Suka dikira Toyota Yaris GR Sport, Padahal Harganya Dua kali Fortuner
Otomojok

GR Yaris Suka Dikira Toyota Yaris GR Sport, Padahal Harganya Dua kali Fortuner

21 Desember 2021
ilustrasi Rezeki Ikoy-ikoy Arief Muhammad bagi Netizen: Ngemis with Style tapi Gas Lah! mojok.co dwi handa fadil jaidi
Pojokan

Rezeki Ikoy-ikoyan Arief Muhammad bagi Netizen: Ngemis with Style tapi Gas Lah!

2 Agustus 2021
Pojokan

Raditya Dika Beri Kado Saham buat Anak, Kita juga Bisa Kasih Hadiah Progresif Versi Lain

8 Mei 2021
Ribut-Ribut Golet Jeneng Anak, eh Kesalip Raditya Dika MOJOK.CO
Rerasan

Ribut-ribut Golet Jeneng Anak, eh Kesalip Raditya Dika

14 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.