Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menkominfo Minta Milenial Kenal Kemajuan Digital Indonesia? Hellow, Give It a Rest!

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
21 Januari 2020
A A
menkominfo milenial MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menkominfo Minta Milenial Kenal Kemajuan Digital Indonesia? Hellow, Give It a Rest! Sudahlah, Pak. Kok ya lebih menyenangkan kalau Bapak memperbaiki kecepatan internet seluler Indonesia.

Sebetulnya saya mau bilang gini: “Shut the front door!”

Iklan

Tapi, kok kayaknya Pak Menkominfo nggak relate sama ungkapan kekesalan yang diplesetkan itu. Ya udah, saya ganti jadi: “Shut the fuck up!” Ehh maaf kok kasar banget. Tapi ya udah, udah terlanjur ketulis.

Pak Menkominfo, give it a rest. Sudahlah. Nggak perlu dipaksakan kalau Bapak memang nggak memahami gimana milenial berpikir. “Para milenial kita ini, perlu terus diberikan informasi negaranya itu seperti apa. Kebetulan hari ini terkait dengan pariwisata dan telekomunikasi,” kata Bapak saat menghadiri Indonesia Millenial Summit 2020.

“Kita memberikan gambaran, ini loh, potret bangsa dan negaranya yang sudah menjadi bangsa yang sangat besar karena mempunyai infrastruktur telekomunikasi dan informatika yang hebat,” ujarnya dalam yang diselenggarakan oleh IDN Times itu.

Pak Menkominfo, percaya saya. Milenial sudah tahu, atau bahkan malah lebih tahu, atau malah makin skeptis sama Bapak. Saya berusaha untuk percaya dengan kata-kata Bapak kalau Indonesia sudah punya “infrastruktur telekomunikasi dan informatika yang hebat”. Ya minimal biar nggak dibilang nggak nasionalis.

Tapi, Pak, seiring “infrastruktur telekomunikasi dan informatika yang hebat”, apa kabar kecepatan internet seluler Indonesia? Tahun lalu, Indonesia menduduki peringkat 10 dari 10 negara di Asia Tenggara untuk kecepatan internet selulernya. Juru kunci. Paling lambat. Ini kalau di klasemen liga sepak bola, Indonesia udah degradasi, Pak.

Kecepatan rata-rata internet seluler Asia Tenggara itu 21,82 Mbps. Indonesia, sebagai juru kunci, punya kecepatan download 10,62 Mbps dan upload sebesar 8,35 Mbps. Lalu, out of nowhere, Bapak Menkominfo bilang: “infrastruktur telekomunikasi dan informatika yang hebat”. Mau percaya kok sulit, mau nggak percaya nanti dibilang nggak nasionalis.

Berapa jumlah pengguna internet seluler di Indonesia? Berdasarkan data dari kementrian Bapak Menkominfo sendiri, per 30 April 2018, pengguna internet seluler mencapai 254.792.159 pelanggan. Saya yakin di 2020, jumlah pelanggan prabayar masing-masing operator lebih tinggi lagi. Ini baru prabayar, Pak, belum pascabayar, dan yang sudah registrasi.

Ini baru hal dasar dari internetan, Pak. Baru soal kecepatan. Saya tahu, Pak, di sini kinerja operator juga berpengaruh. Namun, soal kinerja operator juga berada dalam pengawasan Menkominfo, bukan? Masak ya nggak terkontrol.

Well, itu baru soal kecepatan, saya belum mulai ngebahas yang lagi ramai: Netflix!

“Kita minta Netflix original jangan dulu lah di Indonesia. Gunakan dulu hasil kreativitas anak Indonesia sendiri dulu. Kalau bisa,” kata Bapak Menkominfo seperti dikutip CNBC.

Pak, dengan segala kerendahan hati, meski masih diblokir sama Telkom, Netflix udah ngasih jatah kuota untuk “kreativitas anak Indonesia”. Timo Tjahjanto bikin The Night Comes for Us dan tayang di 2018. Judulnya memang pakai Bahasa Inggris, Pak. Tapi, tolong cek di Google, ini film hasil “kreativitas anak Indonesia”. Btw, Bapak tahu Google, kan?

Niatnya mau peduli, tapi Pak Menkominfo malah kelihatan nggak paham sama cara kerja Netflix dan dunia digital dunia saat ini. Jangan bilang kalau solusi memperbaiki “akhlak bangsa” itu cuma blokir saja, lho.

Belum selesai soal Netflix orisinal, Menkominfo malah mau pantau so called “konten negatif Netflix” pakai UU ITE. UU yang serba karet dan lebih banyak disalahgunakan itu.

“Terkait permintaan YLKI, kami perlu mendapatkan film mana atau drama dan seri mana yang persis mengandung muatan-muatan yang dilarang karena pasti tidak seluruhnya. Artinya, dari seluruh aplikasi Netflix tersebut mungkin hanya satu atau dua scene yang mengandung pornografi,” kata Plt Kepala Biro Humas Ferdinandus Setu.

Udah 2020, masih takut banget sama “konten pornografi”. Tahukah, Bapak, kalau Netflix sudah sejak lama menyediakan parental control. Jadi, Bapak bisa mengontrol konten-konten apa saja di Netflix. Ada PIN khusus yang bisa dimodifikasi demi keamanan. Jadi, jangan satu arah dengan menodong Netflix pakai UU ITE, tapi edukasi juga orang tua dan para pengguna.

Masak, sih, pejabat Menkominfo nggak tahu parental control? Jangan khawatir, Pak, saya memilih untuk berbaik sangka. Bapak Menkominfo pasti tahu, tapi lupa saja. Kan lupa itu manusiawi.

Iklan

Yang pasti, fasilitas parental control itu salah satu produk dinamika dunia digital. Yang pasti juga, milenial malah sudah memahaminya. Jadi, mending, Pak. Ini saran saja. Perbaiki kecepatan internet seluler saja. Dan satu lagi, blokir itu nggak milenial banget. Bukan solusi untuk so called “demi akhlak bangsa”.

BACA JUGA Komentar Terkini Johnny G. Plate Makin Meyakinkan Bahwa Dia Nggak Paham Konsep Netflix atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2021 oleh

Tags: Blokirblokir netflixInternetmenkominfomilenialNetflix
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Gen Z dihakimi milenial

Nasib Gen Z: Sudah Susah, Malah Serbasalah hingga Dicap “Gila” padahal Hadapi Krisis dan Hanya Mencoba Bertahan Hidup

30 April 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami

22 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Album baru ARIRANG BTS. MOJOK.CO

Sekecewanya ARMY dengan Album “ARIRANG”, Patut Diakui kalau Lagu-lagu BTS Selamatkan Hidup Banyak Orang

29 Maret 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
4 tradisi hajatan di Rembang (bancaan) yang terdengar asing bagi orang daerah lain MOJOK.CO

4 Tradisi Hajatan di Rembang yang Bikin Heran Orang Daerah Lain: Terkesan Ada-ada Saja, Terlalu Detail ke Banyak Urusan

27 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.