Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Salah Benar Kritik Fahri Hamzah soal Pembangunan Tol dan Bandara era Jokowi

Redaksi oleh Redaksi
26 Juni 2018
A A
Kritik Fahri Hamzah
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Fahri Hamzah mengritik kebijakan Presiden Jokowi soal pembangunan tol dan bandara. Beberapa poin ada yang masuk akal, meski ada juga yang sedikit offside dan sudah dilaporkan sebagai tindakan pencemaran nama baik.

Bukan Fahri Hamzah namanya kalau tidak mengomentari apa-apa soal Jokowi. Selain sudah menjadi tugas dari Anggota DPR sebagai pengontrol kerja-kerja pemerintah, Fahri juga termasuk sosok yang paling canggih kalau soal mengritik kebijakan Presiden. Dari mengritik mengenai libur nasional untuk Pilkada Serentak 27 Juni, kritik karena Jokowi tidak hadiri reuni alumni 212, sampai dengan kritik Pemerintah karena menghidupkan pasal penghinaan Presiden.

Iklan

Baru saja, Wakil Ketua DPR ini menyayangkan pembangunan jalan tol dan bandara yang dikejar target oleh pemerintah. “Gara-gara kita membangun tol itu, kita mengorbankan 5 ribu puskesmas yang sudah dijanjikan Pak Jokowi,” kata Fahri Hamzah.

Menurut Fahri, pembangunan jalan tol yang dikebut untuk mudik Lebaran mengakibatkan banyak janji Jokowi yang dilewatkan. Selain soal pembangunan 5 ribu puskesmas di seluruh Indonesia juga mengenai buyback Indosat yang juga belum dilakukan. “Mengapa? Karena uangnya habis untuk di tempat lain,” katanya.

Fahri Hamzah juga melihat bahwa pembangunan tol tak begitu ramah untuk rakyat miskin. Dengan dikejarnya pembangunan tol, hal ini menurut Fahri hanya mengutungkan untuk masyarakat menengah ke atas. Meski dulu Fahri adalah orang yang sangat getol dengan kebijakan Pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM, Fahri tetap menyentil bahwa mobil juga salah satu jadi sebab penggunaan subsidi negara. “Sudah begitu, bensinnya subsidi lagi,” tambahnya.

Selain tol, Fahri juga mengomentari pembangunan bandara yang cenderung terlalu jor-joran. Kebijakan yang tidak begitu berpengaruh untuk rakyat miskin. Menurut Fahri, harusnya Jokowi bukan membangun banyak bandara, melainkan kereta api dan kapal laut. Sebab belum semua wilayah di Indonesia bisa menikmati transportasi tersebut—terutama kereta api.

Mengenai hal ini, kritik Fahri memang tepat sasaran. Bahwa pembangunan tol dan bandara adalah langkah yang baik, tapi rakyat juga tidak boleh lupa akan program Presiden yang belum terlaksana. Jadi pada satu titik, kritik ini harus diapresiasi, karena ya memang betul.

Penikmat tol dan bandara rata-rata adalah golongan masyarakat kelas menengah ke atas. Meski kalau bicara tol juga sebenarnya tidak melulu soal kendaraan pribadi orang kaya, melainkan juga bisa membahas mengenai distribusi ekonomi yang lebih lancar sehingga pengeluaran persebaran komoditas bisa ditekan jadi harga berbagai barang diharapkan bisa lebih terjangkau. Dalam hal ini rakyat miskin juga akan kena dampak meski tidak secara langsung.

Meski begitu, Fahri juga sering offside dalam melakukan kritik. Apalagi kritik, eh, lebih tepatnya tuduhan tanpa bukti, di mana yang bersangkutan mengatakan bahwa Presiden Jokowi adalah Capres Petahana untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang melakukan pengumpulan dana dengan mengumpulkan fee. Fee ini dituding Fahri berasal dari pengusaha di berbagai proyek infrastruktur yang diluncurkan Jokowi. Proyek-proyek yang tentu saja melibatkan pembangunan tol dan bandara.

Pada Senin (25/6) silam, Fahri memang menyampaikan tuduhan ini, “Mana ada orang mau nyumbang sekian triliun kalau nanti nggak ada hasilnya nggak minta. Ya itu lah kemudian balas jasa itu proyek-proyek yang sekarang ada ini kan balas jasa politik semua,” kata Fahri.

Karena tudingan ini, Fahri Hamzah baru saja dilaporkan oleh relawan Jokowi karena dianggap melakukan pencemaran nama baik. “Kami dari Forum Komunikasi Relawan Jokowi Jatim melaporkan Bapak Fahri Hamzah atas pernyataannya di media-media online yang terkait dengan perbuatannya menuduh Presiden Jokowi,” kata Purwadi, salah satu relawan yang melaporkan Fahri Hamzah ke Polda Jatim, Surabaya.

Tudingan ini juga dipertanyakan oleh Partai Nasdem. Melalui Ketua DPP Nasdem, Irma Suryani, Partai Nasdem mempertanyakan bukti-bukti yang dimiliki Fahri Hamzah soal pernyataan tersebut. Harapan rakyat Indonesia sih semoga Fahri Hamzah benar-benar mampu membuktikan tuduhannya. Sebab kasihan juga kalau dia dipenjara karena mengomentari Presiden Jokowi tanpa bukti yang cukup. Kalau sampai dipermasalahkan betulan (meski sepertinya mustahil) Fahri justru bisa jadi martir untuk menurunkan pamor Jokowi lho nanti.

Nah kan, benar-benar canggih kan?

(K/A)

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2018 oleh

Tags: Anggota DPRbandarabbmdprFahri Hamzahjokowikereta apinasdempilkadasubsidiSubsidi BBMSurabayatolwakil dpr
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar MOJOK.CO
Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar

8 Juli 2026
Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, sebut inflasi di Kota Jogja pada Juni 2026 disebabkan kenaikan harga BBM non-subsidi MOJOK.CO
Kabar

Transportasi Jadi Penyumbang Inflasi di Kota Jogja: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Jadi Penyebab Utama dan Wanti-wanti Naiknya Biaya Pendidikan

2 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO
Sosok

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.