Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Komjen Firli Ogah Mundur dari Polri Meski Jadi Ketua KPK, Dwifungsi? Multifungsi Kaleee

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
26 November 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Komjen Firli ogah mundur dari anggota polisi usai dilantik jadi Ketua KPK. Menurut blio, nggak ada undang-undangnya kok. Aha, benar juga.

Sudah sejak lama negeri ini mengenal diksi “dwifungsi”. Dulu sekali, ketika masih ada Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), Pemerintahan Orde Baru memperkenalkan konsep “dwifungsi” ini dengan sangat baik.

Iklan

Oke, oke, nggak usah ngegas. Gini lho maksudnya. Paling nggak konsep dwifungsi itu kan berjalan dan dirawat dengan “baik”, toh nyatanya bisa awet selama 32 tahun.

Secara sederhana dwifungsi ABRI pada waktu itu membuat karier seorang tentara tak hanya sebagai aparat keamanan melainkan juga menjadi pejabat publik pemerintah. Usai Orde Baru kukut, konsep ini dihapuskan. Lalu ABRI berganti jadi TNI. Masuk lagi deh mereka ke barak.

Nah, baru-baru ini lahan “dwifungsi” ini kembali hadir dalam bentuk yang berbeda. Lebih modern, lebih kekinian, dan—mungkin—lebih terasa milenial.

Seperti ketika Komjen Firli Bahuri, selaku Ketua KPK yang baru, secara tegas menolak untuk mundur dari polri. “Aturan sampai saat ini nggak ada yang mengharuskan saya untuk pensiun (dari polri), kita adalah pegawai negeri,” kata Komjen Firli.

Komjen Firli memang benar. Selama ini tidak ada UU khusus yang membatasi seorang petugas kepolisian untuk menjabat di instansi pemerintah lain.

“Kita adalah anggota Polri dan ketentuan dari Undang-Undang Kepolisian dan KPK tidak ada larangan. Kita tetap dinas aktif dan melaksanakan tugas penegakan hukum,” kata Firli.

Meski begitu, Komjen Firli tetap dicopot dari jabatannya di Kepolisian. Hal ini sudah sesuai dengan Pasal 29 UU Nomor 30 tahun 2002. Bahwa meski anggota polri tidak harus mundur dari kesatuan, namun yang bersangkutan harus dilepaskan jabatan sktrukturnya di kepolisian.

Artinya, posisi Firli ketika dilantik menjadi Ketua KPK adalah tetap seorang anggota polisi, meski tanpa jabatan di keanggotaan.

Hal ini sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan. Dulu, Budi Gunawan malah jadi Kepala Intelejen Negara (BIN) tanpa perlu mundur dari kepolisian. Begitu pula dengan dengan Budi Waseso yang menjabat di urusan Bulog. Jadi Direktur Utama lagi. Apakah blio mundur dari kepolisian? Haya nggak perlu, nggak ada undang-undang yang mengharuskan kok.

Artinya, dari urusan intelejen negara sampai urusan beras, negeri ini “dikepung” oleh anggota polisi. Hal ini menunjukkan bahwa anggota polisi Indonesia memang multitalenta dan benar-benar mau repot disibukkan oleh banyak urusan negara. Hm, mulia sekali.

Bahkan kalau mau menengok ke bidang lain. Polisi bahkan sampai masuk juga ke ranah sepak bola. Yang terbaru adalah Mochamad Iriawan atau yang biasa dikenal dengan sebutan Iwan Bule, resmi menjabat sebagai Ketua PSSI. Itu baru di federasi, di urusan klub sepak bola saja polisi juga punya wakilnya dengan Bhayangkara FC.

Mendapati fakta tersebut, akan melecehkan sekali kalau kepolisian Indonesia sekarang dianggap melakukan “dwifungsi” polri. Sebab itu semua bukan praktik dwifungsi, melainkan multifungsi. Sebab memang anggota polisi itu jago di segala bidang. Tak seperti rakyat jelata, kere, bodoh, kayak kita-kita ini.

Iklan

Hal yang sama juga dialami oleh Firli. Meski menjabat pimpinan sebuah lembaga independen sekelas KPK, tapi Firli tak merasa perlu untuk mundur dari polri. Alasannya memang sudah tepat. Nggak ada aturan harus mundur kok?

Lagipula, dengan adanya orang dalam kepolisian yang mengisi pos pimpinan KPK, hal ini bakal semakin menguatkan penanganan korupsi di Indonesia. Bisa diprediksi, untuk beberapa tahun ke depan, angka tersangka korupsi dari pihak kepolisian bakal nggak ada lagi.

Hal semacam ini sangat baik, karena akan menjadikan polisi semakin bersih citranya ke depan. Warbiyasa, warbiyasa.

Dan yang terpenting, setelah bertahun-tahun sinetron Cicak vs Buaya tayang, episodenya berakhir pula. Haya gimana, kepala cicaknya udah diganti sama buaya. Kalah telak cuy. Kalah total.

Kalah karena alasan yang sangat sederhana saja…

…kalah multifungsi soalnya.

BACA JUGA Jalan Firli Bahuri Menjadi Ketua KPK Mulus Banget Kayak Tol atau tulisan Ahmad Khadafi lainnya.

Terakhir diperbarui pada 26 November 2019 oleh

Tags: Dwifungsi ABRIFirliketua kpkpolri
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Polisi gelontorkan uang banyak untuk gas air mata yang digunakan dalam demo. MOJOK.CO
Kabar

Saat Duit Rakyat Hanya Dipakai buat Membeli Gas Air Mata Kadaluwarsa oleh Polisi

31 Agustus 2025
Dwifungsi ABRI dan Ambisi Kuasa di Luar Barak
Video

Dwifungsi ABRI dan Ambisi Kuasa di Luar Barak

10 Mei 2025
RUU TNI disahkan. MOJOK.CO
Ragam

Mencaci Maki UU TNI Tak Membatalkan Puasa, Marhaban ya Melawan!

20 Maret 2025
tentara, dwifungsi tni, tni, militer.MOJOK.CO
Kabar

Dwifungsi TNI is Back, Ancaman Nyata Bagi Dunia Akademik

20 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.