Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kenyataan Pahit Soal Ucapan RIP yang Memang Berkaitan dengan Agama Katolik

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
19 Februari 2020
A A
ucapan RIP rest in peace singkatan RIP rhyme in peace ashraf sinclair ucapan nasrani katolik roma RIP umat kristen belasungkawa duka cita bunga citra lestari yahudi batu nisa RIP

ucapan RIP rest in peace singkatan RIP rhyme in peace ashraf sinclair ucapan nasrani katolik roma RIP umat kristen belasungkawa duka cita bunga citra lestari yahudi batu nisa RIP

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lagi ribut soal ucapan RIP yang disampaikan ke muslim ya? Tenang, nggak usah terpancing emosi sampai berujung perisakan gitu ah! Pada intinya “RIP” memang berkaitan dengan agama tertentu.

Meninggalnya Ashraf Sinclair jadi perhatian masyarakat luas, terutama orang-orang Indonesia dan Malaysia. Namun, bukan orang Indonesia namanya kalau tidak ada gimmick-gimmick yang berubah jadi perdebatan, seakan tidak ada hari lain yang lebih pantas buat berantem.

(Tanpa mengurangi rasa hormat, saya menyampaikan belasungkawa terhadap meninggalnya Ashraf Sinclair, semoga almarhum ditempatkan di tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.)

Seorang netizen memutuskan menuliskan RIP di unggahan twit Billboard Indonesia. Tidak lupa emoji high five yang selama ini dianggap sebagai emoji berdoa pun dibubuhkan. Kemudian netizen lainnya nyerobot dengan melarang pakai ucapan RIP kepada seorang muslim.

RIP ?

— Aline Yoana Tan (@TanYoana) February 18, 2020

Iya, iya. Konyol memang menegur orang yang ingin menyampaikan belasungkawa lalu menceramahinya dengan dalil agama. Di balik semua latar belakang agama, esensi belasungkawa adalah wujud dukacita yang menandakan bahwa kita turut kehilangan.

Sayangnya netizen ini bersikeras bilang kalau ucapan RIP nggak boleh disampaikan ke orang muslim. Garis bawahi ya, ucapan “RIP”, guys!

Ada orang Muslim meninggal dunia, koq dibilang RIP? Apakah RIP sebuah ucapan belasungkawa? Ucapan belasungkawa yang biasa gunakan kaum Nasrani adalah ungkapan “In my deepest condolence (pada duka cita yang amat dalam)” atau serupa itu. @TanYoana

— Neng Anyar (@NengAnyar15) February 18, 2020

Tidak lupa netizen tersebut juga menyarankan ucapan yang tepat buat kaum Nasrani. Mencengangkan memang. Paham nggak sih kalau beginian memancing keributan? Tahu sendiri kalau spesies sumbu pendek itu banyak.

Kawan-kawan yang budiman, janganlah merisak orang-orang macam begini. Alangkah baiknya kalau logikanya dicerahkan, maka kalian akan mencegah kecerobohan seseorang saat ngetwit. Anggaplah Neng Anyar memang nggak ngerti soal sejarah ucapan RIP, maka saya kasih tahu.

Ucapan RIP atau R.I.P yang secara umum dipahami sebagai akronim rest in peace adalah sebuah istilah yang berakar dari bahasa Latin, requiescat in pace yang artinya sama, ‘beristirahatlah dalam kedamaian’. Kalau disingkat memang jadi sama-sama R.I.P.

Ucapan RIP punya kaitan erat dengan Katolik Roma. Istilah RIP dan R.I.P (dengan titik) sudah dipakai di makam-makam Kristen sejak abad ke-8 Masehi. Secara makna, umat Kristen percaya bahwa ungkapan beristirahat dalam kedamaian terkait dengan ajaran keagamaan di mana orang yang meninggal akan bersatu dengan Kristus.

Sebenarnya nggak salah kalau melarang orang mengucapkan RIP kepada almarhum berkeyakinan muslim dengan alasan RIP adalah kebiasaan agama lain. Memang begitu adanya.

T-t-tapi….

Iklan

Seiring berjalannya waktu ucapan RIP semakin umum, bahkan orang Yahudi juga kerap menggunakannya di batu nisan. RIP akhirnya disesuaikan dalam berbagai penggunaan bahasa, misalnya repose en paix dalam bahasa Prancis. Menandakan betapa populernya istilah ini saat ada seseorang yang meninggal.

Mengenai ucapan RIP pantas atau tidak disampaikan langsung tentu ini berkaitan dengan budaya masing-masing. Mungkin akan nggak pantas disampaikan langsung dan lebih familiar di konteks media sosial. Bayangkan saja kalian sedang melawat, lalu salaman dengan keluarga almarhum dan hanya bilang, “RIP, Bu….” Kalaupun almarhum adalah penutur bahasa Inggris, bukankah lebih elok kalau ucapannya “May his/her soul rest in peace.”

Nggak usah kejauhan deh, lagunya Bondan Prakoso juga ada yang berjudul “R.I.P. (Rhyme In Peace)”. RIP pun mengalami banyak perubahan biar makin edgy. Ada yang mengartikannya jadi rest in power sampai rest in pride. Pada akhirnya ucapan RIP adalah sebuah ekspresi bahasa yang sudah sering digunakan.

Baik, kita coba analogikan ucapan RIP dengan fenomena yang nggak ada sangkut pautnya sama agama. Kalian tahu emoji berdoa kan? Ngomong-ngomong, emoji ini juga dipakai di atas.

Menurut Emojipedia, simbol dua telapak tangan yang tertangkup seperti ini ? awalnya disebut emoji high five alias tos, bukan emoji berdoa. Namun, kebanyakan orang telanjur salah paham dan terus-menerus menggunakannya. Secara masif, makna tos pada emoji ini nggak digunakan lagi. Orang-orang pun meyakini emoji ini sebagai ekspresi berdoa dan sering dipakai setelah ucapan terima kasih atau mohon maaf. (Buat yang baru tahu, thank me later, fellas.)

Kasus emoji ini sama dengan ucapan RIP yang pemaknaannya kini sudah mengalami banyak perubahan dan pemakluman. Nggak selamanya ucapan RIP berarti almarhum adalah umat agama tertentu. Meskipun mengucapkan “innalilahi wainnailaihi rajiun” kepada muslim yang meninggal adalah yang dianjurkan selama ini.

Jika di antara kalian ada anti banget sama kata-kata RIP saat ada muslim yang meninggal, coba tanamkan di pikiran kalian bahwa singkatan RIP adalah Rapalkan Innalilahi Padanya. Niscaya teredakan segala emosi yang ada. Intinya kayak gini nggak usah diributin sampai bikin emosi. Memberikan simpati pada keluarga yang ditinggalkan juga bisa dengan diam, nggak bacot melulu.

Dan terjemahan versi Mas @arieparikesit ini rasanya contoh bagaimana kawan-kawan Muslim bisa mengisi celah pemaknaan yg masih terbuka bagi singkatan RIP, pun jadi dapat memandangnya scr lebih tenteram, tak lagi terlalu perlu utk memperdebatkannya.https://t.co/HRg1s7cLXJ

— yosef kelik (@sefkelik) February 18, 2020

BACA JUGA Tak Sopannya Belasungkawa Hasto Kristiyanto Memang Penyakit Politikus Narsis atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2020 oleh

Tags: ashraf sinclairrest in peaceucapan RIP
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

serangan jantung mojok.co
Penjaskes

Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung yang Perlu Kamu Ketahui

18 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana nganggur diteror info loker di grup WA keluarga. MOJOK.CO

Grup WhatsApp Keluarga Besar Isinya “Teror” bagi Sarjana Nganggur, Sehari-hari Dikasih Info Loker Aneh-aneh

18 Februari 2026
OAOT, gerakan menanam pohon di lereng Gunung Muria, Kudus. MOJOK.CO

Pelajaran dari Lereng Muria: Menanam Pohon Memang Seharusnya Menjadi Hal Wajar, Bukan Kelangkaan

15 Februari 2026
Barongsai di bandara saat imlek. MOJOK.CO

Semangat Tahun Kuda Api bikin Trafik Penumpang Milik InJourney Melambung 10 Persen Saat Imlek 2026

19 Februari 2026
Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

19 Februari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

19 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.