Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kenapa Taro Harus Tetap Ada Meski Produsen Taro Bangkrut

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
19 Januari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kabar produsen Taro bangkrut cukup menyita perhatian sekaligus kekhawatiran tersendiri. Setidaknya, ada beberapa alasan untuk kita berharap agar hal ini tidak terjadi.

Sejak beberapa hari lalu, kabar pailitnya produsen Taro hingga memunculkan isu bangkrut cukup mengejutkan banyak pihak. Sebagai anak-anak generasi 90-an, kita (hah, kita???) yang telah mengikuti sepak terjang jajanan Taro pun patut untuk ikut-ikutan kaget mendengar kabar memilukan ini. Maksud saya, di balik keterkenalannya yang sedemikian rupa, siapa sangka produsen Taro ternyata sama seperti kita: terlilit utang???

Iklan

Eh tunggu sebentar—kita???

Ya, Saudara-saudara, PT Tiga Pilar Sejahtera Food (TPS Food), sang produsen Taro, disebut tengah menjalani tagihan utang yang angkanya mencapai 498 miliar. Tapi, tapi, tapiiiii, sebenarnya, benarkah perusahan Taro bangkrut dan tak bisa bangkit lagi?

Ternyata, kabar kebangkrutan ini langsung dibantah oleh TPS alias Tempat Pemungutan Suara Food. Pihak manajemen, melalui keterangan dalam laman BEI (Bursa Efek Indonesia), mengklaim bahwa pihaknya masih berada dalam masa Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) hingga beberapa waktu ke depan. Penundaan pembayaran utang inilah yang kemudian disebut sebagai bentuk ketidakmampuan perusahaan melunasi tanggungan sehingga menimbulkan kabar produsen Taro bangkrut.

Yaaah, secara sederhana, PKPU mungkin sama seperti kalimat, “Eh, maaf ya, aku belum bisa bayar utang bulan ini. Tunggu aku gajian bulan depan, boleh?” yang kita ucapkan (hah, kita???) waktu ditagih untuk melunasi utang kepada seorang teman. Hehe~

Meski begitu, Saudara-saudara, kabar mengenai produsen Taro bangkrut ini cukup menyita perhatian sekaligus kekhawatiran tersendiri. Gimana nggak khawatir—lah wong Taro yang rasa rumput laut itu kan enak banget!!! Kalau sampai mereka beneran bangkrut, kita harus ambil jajan apa lagi, dong, di Indomaret???

Setidaknya, ada beberapa alasan kuat untuk kita tak putus-putus mendoakan yang terbaik bagi TPS Food agar dapat melewati cobaan PKPU dan menghindar dari jurang kebangkrutan. Pasanya, kenangan bersama Taro sudah kita lewati bersama-sama sampai mereka punya tempat yang spesial di diri kita. Hah, kit—iya, iya, kita semua.

Pertama, Taro membantu kita dalam banyak hal, mulai dari kelaparan hingga ke pelajaran Bahasa Indonesia.

Jadi begini, Saudara-saudara: manfaat Taro ternyata tak hanya sebatas cemilan semata. Dalam bidang akademik, siapa sangka Taro pun memiliki kebaikannya tersendiri. Nggak percaya?

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, tentu guru kita pernah bicara soal majas metonimia dalam tulisan. Jika diartikan, majas metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan merek suatu barang untuk menyebut barang sejenis. Buktinya, makanan ringan dengan micin—khususnya yang berbentuk jaring-jaring, meski dijual di warung jajan kiloan—sering kali disebut dengan nama Taro, padahal jajan tadi bukanlah produk Taro!

See? Betapa mendarah dagingnya budaya Tayo dalam hidup kita, Gaes-gaesku~

Kedua, Taro membuat kita semua memaklumi Dora dalam Dora the Explorer.

Dalam serial Dora the Explorer, Dora selalu pergi dengan seekor monyet ke mana-mana. Dalam kehidupan nyata, tentu agak sulit bagi kita membayangkan seorang anak bersahabat dengan monyet. Sekian tahun lamanya, kita men-judge Dora sebagai anak aneh yang tak punya teman dan terpaksa berteman dengan Boots.

Iklan

Tapi untungnya, Taro Boy—maskot jajanan Taro—hadir dengan seekor monyet. Mula-mula, di awal kemunculannya, Taro Boy digambarkan sebagai maskot tunggal Taro dan berbentuk 2 Dimensi. Namun, seiring berjalannya waktu, seekor monyet bernama Pota digambarkan sebagai sahabat Taro Boy, dan keduanya ditampilkan dalam bentuk animasi 3 Dimensi—seperti Dora.

Yah, dengan hadirnya Pota, kita (hah, kita banget, nih???) jadi lebih memaklumi Dora yang sudah lebih dulu bersahabat dengan monyet, walaupun kita masih bertanya-tanya monyet jenis apakah Boots itu. Ya gimana, loh; udah mah warnanya biru, bisa ngomong, pula!

Ketiga, jajanan Taro adalah pembeda dari taro kekinian yang berasal dari talas.

Sebagian dari kita (hah, kita maning!) mungkin memiliki bayangan visual yang berbeda saat mendengar nama “Taro”. Alih-alih makanan ringan bertabur micin dan bumbu rumput laut, “Taro” zaman kini lebih akrab digambarkan sebagai makanan berupa talas dengan rasa manis dan sedikit rasa kacang. Taro yang berupa talas ini, selain dikonsumsi dengan cara digoreng, kerap pula dijadikan pewarna makanan alami dan varian rasa dalam bubble tea.

Naaaah, populernya taro-si-talas ini justru membuat kecintaan kita pada Taro yang merupakan makanan ringan sebagai suatu keunikan tersendiri. Di tengah-tengah gempuran perkembangan zaman, Taro-si-makanan-ringan menjadi hal yang bisa kita banggakan karena mampu bertahan cukup lama dalam industri kehidupan.

Jadi, kebayang, kan kalau sampai produsen Taro bangkrut kita bakal sesedih apa??? :(((

Keempat, kemungkinan produsen Taro bangkrut hanya akan menambah luka dan kesedihan.

Sebagai anak-anak tukang jajan, saya dan kamu mungkin harus sekali lagi mengelap air mata kalau memang benar produsen Taro harus gulung tikar. Selama bertahun-tahun, Taro telah setia menggoda kita (dan dompet bapak-ibu kita) melalui deretan produknya di rak warung-warung terdekat. Sejak kita masih kecil dan belum mengenal sakit akibat kisah cinta yang pilu hingga hari ini, Taro mungkin menjadi pilihan utama saat kita ingin mengunyah sesuatu yang kriuk-kriuk dan bermicin. Jika kelak Taro harus pergi dari kehidupan kita, bakal sepilu apa hati ini coba???

Maksud saya, apakah kita sudah siap kehilangan Taro, setelah kita harus merelakan Anak Mas, Kenji, Mie Remez, Anak Mamee, hingga Gulai Ayam yang kian langka dan mungkin telah menghilang dari pasaran? :(((

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: bubble teaprodusenPT Tiga Pilar SejahteraTaro bangkrutTPS Food
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Boba di Bubble Tea MOJOK.CO
Penjaskes

Soal Boba di Bubble Tea, Apa Betul Bikin Minuman Hits Ini Nggak Sehat?

27 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.