Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kenapa Kalau Belum Makan Nasi Kita Merasa Belum Kenyang?

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
2 Januari 2020
A A
konsumsi nasi, nasi, indeks glikemik, diabetes

konsumsi nasi, nasi, indeks glikemik, diabetes

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Memisahkan orang Indonesia dengan nasi itu susah. Konsumsi nasi orang Indonesia dengan semua lauk terlihat aneh sekaligus berbahaya.

Indonesia itu punya hubungan yang unik dengan nasi. Katanya, belum kenyang kalau belum makan nasi. Lauk apa pun, pasti dimakan dengan nasi. Soto dengan nasi, mi dengan nasi, burger dengan nasi, bahkan nasi goreng dengan nasi.

Iklan

Pandangan belum makan nasi belum kenyang ada benarnya karena nasi mengandung karbohidrat yang tinggi. Masalahnya adalah, tandem makan nasi orang Indonesia itu ajaib. Kentang yang punya kandungan karbohidrat yang tinggi pun tetap masuk sebagai kategori lauk bagi orang Indonesia. Memang belum ditemukan orang makan french fries McD pakai nasi sih, tapi kalau sop kentang pakai nasi pasti banyak.

Kita nggak perlu bayangin betapa kenyang orang memakan karbo lauk karbo itu. Tapi kandungan karbohidratnya itu lho, jadi berlebih.

Sebenarnya kenapa orang Indonesia punya fetish tersendiri terhadap nasi? Nggak makan nasi juga nggak mati jane. Nyatanya di wilayah timur, sagu, pisang, dan ubi lebih banyak dikonsumsi.

Nasi, terutama nasi putih, adalah makanan dengan indeks glikemik tinggi. Dikutip dari Alodokter, indek glikemik adalah ukuran seberapa cepat makanan yang diproses memengaruhi kadar gula dalam tubuh. Semakin tinggi indeksnya, semakin cepat makanan menjadi gula.

Selain nasi putih, angka indeks glikemik tinggi dimiliki roti putih, kentang, gula, minuman bersoda, dan minuman manis. Nggak, senyuman dia nggak termasuk. Udah 2020, cari jokes lain.

Yang sebenarnya terjadi kenapa orang Indonesia belum kenyang kalau belum makan nasi adalah karena cepatnya proses makanan diubah menjadi gula sehingga otak menjadi ketagihan. Logikanya mirip ketika haus terus minum minuman manis, kita justru makin haus. Ketagihan itu membuat otak kita meminta gula dari nasi terus-terusan. Itulah kenapa orang Indonesia rata-rata ngerasa belum kenyang kalau belum makan nasi.

Masalahnya adalah, kesadaran akan kandungan dalam makanan untuk orang Indonesia belum terlalu tinggi. Masih gampang ditemui orang makan olahan kentang macam kentang goreng atau sop kentang dengan nasi porsi orang dewasa. Apapun lauknya, meski kandungan karbohidratnya tinggi sekali un, tetap dihajar dengan nasi.

Tidak mengherankan dengan gaya makan superrusuh tadi, Indonesia menempati peringkat 6 penderita diabetes tertinggi di dunia dengan jumlah penderita 10,3 juta orang. Penderita diabetes di Indonesia 95 persen tidak mengkonsumsi buah dan sayur secara rutin, jadi aman untuk dibilang kalau penyebab diabetes di Indonesia adalah masalah gaya hidup.

Apa berarti kita harus stop makan nasi? Ya nggak juga. Yang penting konsumsi nasi kita harus dikontrol. Kalau sering ke warung padang dan makan nasi 3 porsi plus lauk rendang kuah gule, coba diakali dengan makan nasinya 1 porsi saja. Makanan pengganti nasi dengan kandungan yang setara masih banyak dan lebih aman, contohnya nasi merah.

Suatu hal kalau ditelateni pasti akan membuahkan hasil. Kalau kita telaten untuk menjaga konsumsi nasi dan menjaga gaya hidup, penyakit macam diabetes bisa kita hindari. Asal bisa menjaga, kita tidak akan merasa ketagihan. Selamat mencoba.

BACA JUGA Penjelasan Sederhana Tentang Razia Kondom yang Bodohnya Bukan Main dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2021 oleh

Tags: diabetesindeks glikemikMakan Nasimitos nasi
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO
Eksplor

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Hadiah sepatu mahal merek Adidas untuk ibu dari gaji UMR Jogja. MOJOK.CO
Ragam

Tak Tega Lihat Ibu Sakit-sakitan, Akhirnya Belikan Sepatu Mahal dari Hasil Gaji UMR Jogja agar Ibu Lekas Sembuh

19 November 2025
minuman kemasan bergula tinggi di indomaret dan alfamart ladang diabetes.MOJOK.CO
Kabar

Bahaya Gula Minuman Kemasan di Indomaret hingga Alfamart yang Semakin Mengkhawatirkan

9 September 2024
Nessie Judge Dirujak Netizen dan Angka Diabetes Meningkat Drastis
Video

Nessie Judge Dirujak Netizen dan Angka Diabetes Meningkat Drastis

9 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
jadi bridesmaid usai cut off di pernikahan mantan sahabat. MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026
Lulusan SMK buka jasa cleaning service. MOJOK.CO

Lulusan SMK Pernah Kerja Jadi Cleaning Service dengan Upah Rp20 per Jam, Kini Buka Usaha Sendiri hingga Hasilkan Omzet Rp70 Juta

29 Juli 2026
Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang MOJOK.CO

Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang

27 Juli 2026
cut off pertemanan. MOJOK.CO

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan

31 Juli 2026
Peserta Pekan Budaya Difabel di Jogja. MOJOK.CO

Pekan Budaya Difabel 2026: Saat Anak-anak Terbebas dari Stigma lewat Seni dan Terapi di Ruang Inklusif

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.