Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Sebelum Memutuskan Benci Feminis, Kalian Perlu Paham Konteks

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
21 Mei 2020
A A
Sebelum Memutuskan Benci Feminis, Kalian Perlu Paham Konteks

benci feminis peyorasi feminis makna peyoratif misoginis misandrists misandris feminis radikal kesetaraan gender feminis menyebalkan antifeminis mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Benci feminis boleh aja, tapi tentu kalian bakal menjelma jadi anti-feminis, bukan misoginis. Hah nggak paham? Lha kalian ngertinya feminis versi makna peyoratifnya sih!

Belakangan ini banyak orang koar-koar soal cewek feminis yang udah keterlaluan. Mulai dari ketidaksetujuan terhadap artikel yang agak salah dipahami, statemen mendebat hukum waris, hingga stigmatisasi kalau semua feminis hanyalah sekumpulan cewek tidak bahagia dan sakit hati.

Iklan

Jujur aja saya ngakak lirih, ibaratnya kalian lagi mendebat ideologi komunis tapi nggak tahu ada buku yang judulnya Das Kapital. Bilang kalau sate klathak nggak enak padahal baru menghirup asap bakar-bakaranya doang.

Saya nggak lagi memosisikan diri sebagai feminis yang membela diri. Benci feminis sah-sah aja. Saya justru mempersilakan kalian baku hantam ideologi sampai mati. Tapi mbok pakai amunisi yang benar gitu lho. Saya juga nggak setuju kok kalau pernikahan dikatakan sebagai prostitusi yang paling “mahal”.

Pengertian feminis sebenar-benarnya

Feminis secara sederhana bisa dimaknai sebagai sebuah ideologi atau gerakan untuk menyetarakan gender. Setara bukan berarti sama. Setara adalah wujud keadilan. Jadi bukan berarti kalau laki-laki disunat, perempuan juga harus ikut. Perempuan kesakitan saat PMS, laki-laki perlu merasakan sakitnya dengan ditonjok. Semua ada porsinya, Ges, chill.

Kesetaraan lebih fokus pada bagaimana perempuan dan laki-laki diperlakukan dengan adil. Ada kalanya perempuan tanggung ingin berjalan dengan aman di tengah kerumunan laki-laki tanpa disuit-suitin. Sama seperti laki-laki yang jelas hampir tidak pernah khawatir untuk lewat di depan cewek yang lagi kongkow manja.

Kalau masih ada yang bilang reverse gender and you will see differences, mungkin dia belum paham betul kalau konsep setara adalah adil, setara bukan berarti sama persis. Gitu ya, Ngab.

Kesetaraan bukan hanya tentang perempuan. Perjuangan agar tidak ada pemaksaan maskulinitas juga perjuangan feminis. Normalisasi anggapan cowok yang menangis itu nggak macho adalah PR feminis. Cowok harus jadi tulang punggung, cowok harus nyetir mobil, cowok harus berani sama kecoa, semuanya standarisasi ini layak didobrak. Perjuangan ini bukan tentang perempuan aja. Feminis yang sebenar-benarnya feminis adalah memperjuangkan keadilan gender yang juga dilakukan oleh sebagian laki-laki.

Eh, tapi kok yang kebanyakan koar-koar feminis itu cewek sih?

Karena sebagian besar masyarakat di bumi ini budayanya patriarki, Mylov. Perempuan yang merasakan haknya telah dikebiri mungkin saja muntab. Tapi kalau di tengah jalan kalian menemukan ketidakadilan pada laki-laki, ya ayo, gugat. Gaaas!

Makna peyoratif feminisme

Saya rasa nggak semua perempuan yang mengaku feminis tahu betul perjuangan feminis sejatinya gimana. Tuntutan atas keadilan justru bikin mereka terlihat misandrists. Feminis tidak diciptakan untuk membenci laki-laki. Ada sebuah konsep feminis radikalis, yang walau terlihat seolah-olah mereka benci laki-laki, pada dasarnya mereka cuma ingin memosisikan perempuan sebagai entitas yang terbebas dari laki-laki baik dalam konsep seksualitas dan peran.

Sementara misandrists itu adalah yang kalian kira feminis di berbagai bacotan media sosial. Misandrists adalah perempuan yang benci laki-laki. Kayak misoginis gitu lho, Bor, cuma dibalik aja gendernya. Si misandrists ini bakal melihat segala sesuatu terasa salah, apa yang dilakukan laki-laki adalah miskonsepsi dan perempuan harusnya menang. Mereka ini yang kalian tuduh sebagai “pembela hak tapi lupa kewajiban”.

Iklan

Sekali lagi, yang kalian benci di media sosial itu misandrists, bukan feminis dalam makna sebenarnya.

Walau mau diakui atau tidak, sebagian individual feminis ada yang memang benci sama laki-laki. Fakta ini serupa pil pahit yang harus ditelan oleh para feminis itu sendiri. Saking banyaknya orang-orang penuh kebencian di tubuh feminis, makna peyoratif feminisme nggak bisa dihindari. Seperti yang sedang terjadi di lini masa media sosial kalian itu tuh~

Kalau ada yang tetap yakin mau benci feminis, maka…

Kalian harus mendebat feminis dari akar-akarnya. Kalau kalian benci konsepnya maka kalian harus mengumpulkan argumen buat mematahkannya. Jangan cuma pakai perasaan doang lah, itu namanya baper.

Benci feminis nggak harus benci perempuan. Karena jika kalian jadi benci perempuan dalam usaha mendebat kau feminis maka kalian bakal terjerembab ke jurang misoginis. Bukankah sungguh mengerikan? Sebaiknya nggak perlu sampai jadi misoginis jika kalian adalah laki-laki yang masih bisa naksir cewek dan ingin punya keturunan dari cewek.

Biar nggak auto-misoginis, maka kalian perlu mendeklarasikan diri sebagai antifeminis. Poros ini setidaknya punya beberapa poin penting. Pertama antifeminis meyakini kalau tatanan sosial antara perempuan dan laki-laki terjadi secara alami dan tidak ditentukan oleh salah satu gender yang lebih superior. Kedua, tatanan sosial memang benar berpihak pada laki-laki. Ketiga antifeminis sadar betul ada tindakan kolektif yang bisa dilakukan untuk sekadar menangani hak dan kewajiban perempuan.

Kalau ada artikel yang bilang jadi PSK itu merdeka secara seksual dan kalian nggak setuju, ya nggak perlu ad hominem dengan ngejekin media dan penulisnya. Coba disikat dari sisi kelimuwan dengan bumbu-bubu fakta lapangan. Buktikan kalau pernyataan itu salah dengan argumen, bukan dengan bacotan ngalor-ngidul.

Lha wong namanya aja topik diskursif. Mau pro, mau kontra, bebas aja. Asal jangan sampai tiba-tiba pro atau kontra cuma karena feeling. Halah, Kasino juga bisa nyanyinya. Feeling mengapa hatiku feeling~

BACA JUGA Penjelasan Sederhana Kenapa Siulan Bisa Dianggap Pelecehan Seksual atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2020 oleh

Tags: antifeminisfeminismisoginis
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Seandainya Semua Anak Perempuan Tahu Seberapa Besar Cinta Seorang Ayah

31 Oktober 2021
ilustrasi 3 Cara Perempuan Berjalan Melewati Segerombolan Laki-laki yang Mungkin Melakukan Catcalling mojok.co

3 Cara Perempuan Berjalan Melewati Segerombolan Laki-laki yang Mungkin Melakukan Catcalling

14 Agustus 2021

Ilmu Parenting Misae dan Hiroshi dalam Mendidik Shinchan

4 Juli 2021
ilustrasi Cewek Memang Harusnya Izin ke Pacar kalau Mau Pake Baju Apa mojok.co

Cewek Memang Harusnya Izin ke Pacar kalau Mau Pake Baju Apa

29 Maret 2021
Feminis di Indonesia Itu Nggak Membenci Laki-laki. Netizen Budiman, Muhasabah Diri Anda, Hei! mojok.co

Feminis di Indonesia Itu Nggak Membenci Laki-laki. Netizen Budiman, Muhasabah Diri Anda, Hei!

26 Maret 2021
Zara, Posting Video Pribadi Emang Hak Kamu, tapi Hak Itu Nggak Bebas Konsekuensi perempuan edgy kalis mardiasih mojok.co

Momen-Momen ketika Ibu Menangis

14 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

ilustrasi - PSEL DIY di dekat TPA Piyungan. MOJOK.CO

Pemda DIY Bakal Serap 1.000 Tenaga Kerja Khususnya Warlok untuk Olah Sampah Jadi Energi Listrik di Dekat TPA Piyungan

11 Agustus 2026
Konferensi pers menuju lima tahun Cherrypop sebagai lebaran skena MOJOK.CO

Cherrypop 2026: 5 Tahun Lebaran Skena, Jeda, dan Cerita-cerita di Balik Panggung yang Ubah Jalan Hidup Banyak Orang

10 Agustus 2026
Alumnus Peternakan UMM Kerja Jadi Manager di Australia. MOJOK.CO

Dulu Kuliah Tanpa Punya Laptop, Alumnus UMM Ini Buktikan Bisa Kerja di Australia sebagai Manajer Peternakan

11 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

1 Juta Sarjana Jadi Pengangguran hingga Terpaksa Pinjol untuk Biaya Konsumtif, Apa yang Harus Pemerintah Lakukan?

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.