Kalau Prabowo-Sandiaga Menang, Itu Karena Sandiaganya, Bukan Prabowonya

sandiaga

Pilpres tinggal menghitung hari. Dari berbagai survei dan rekam jejak elektabilitas yang sudah-sudah, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin diprediksi bakal memenangkan perhelatan Pilpres mendatang.

Rasanya susah bagi pasangan Prabowo-Sandiaga untuk mengejar ketertinggalan mereka.

Kendati demikian, masih adakah harapan bagi Prabowo-Sandiaga untuk memenangkan Pilpres? Tentu saja ada. Harapan adalah bukti bahwa Tuhan memanglah bekerja.

Dan menurut saya, harapan itu muncul dari sosok Sandiaga Uno. Ini serius. Setidaknya ada beberapa hal yang membuat saya meyakini Bahwa Sandiaga adalah kunci kecil yang kemungkinan bisa membawa Koalisi Adil Makmur menuju kemenangan.

Pertama, orang Indonesia ini adalah tipikal orang mudah bosan. Dalam hal apa saja, termasuk dalam urusan politik. Dari sisi ini, Prabowo boleh jadi merupakan sosok yang sudah terlalu membosankan. Ia sudah beredar setidaknya dalam dua Pilpres terakhir, baik sebagai calon wakil presiden, maupun sebagai calon presiden. Dan kita semua tahu, dua-duanya kalah.

Kalau cuma sekali kalah, mungkin itu memang cuma masalah peruntungan. Namun dua kali kalah, itu sudah merupakan sebuah tanda, bahwa bisa jadi, orang-orang memang tak pernah punya minat untuk memberi Prabowo kesempatan.

Nah, di sinilah peran Sandiaga. Ia adalah sosok yang baru, yang fresh, yang masih sangat kinyis-kinyis. Kalau kata guyonan orang Jawa: Isih mambu pabrik.

Sandiaga bisa menjadi semacam alternatif baru yang memberikan angin segar. Kemenangannya di Pilgub Jakarta lalu menjadi modal yang penting bahwa sebagai orang baru, ia cukup punya reputasi yang menjanjikan.

Kedua, Sandiaga lebih aktif dalam berkampanye.

Ini tak bisa dimungkiri, bahwa dalam beberapa waktu terakhir, Sandiaga memang jauh lebih aktif bergerak dan bermanuver untuk berkampanye ketimbang Prabowo yang terlihat lebih sering diam.

Manuver-manuver yang dilakukan oleh Sandiaga bahkan tak jarang kerap membuat kita tertawa, dari mulai pernyataan-pernyataannya (tempe setipis ATM?), sampai gerak-gerik dan tingkah lakunya (mulai jurus bangau sampai wig petai) yang memang tak pernah gagal menarik perhatian orang.

Sewagu apapun itu, manuver-manuver Sandiaga tersebut merupakan salah satu dari bagian penting untuk membuat banyak orang mengetahui dirinya.

Sandiaga aktif diberitakan turun ke pasar, ke kampung, ke daerah-daerah di saat Prabowo justru lebih banyak diberitakan aktif di mimbar pidato dan forum-forum pertemuan.

Ketiga, Sandiaga punya modal fisik yang mumpuni.

Ini tak bisa disangkal, sebagai lelaki dengan paras yang tampan, terlebih ia seorang pengusaha sukses dengan keluarga yang tampak sangat harmonis, ia seakan menjadi role model dan representasi sosok besar.

Oke… oke, ini Pilpres, bukan pemilihan coverboy majalah Hai. Tapi pliiiiis, realistislah. Dalam politik, kita tak bisa menafikan fakta bahwa selain kapasitas kepemimpinan yang mumpuni, fisik yang caem dan kece pun juga menjadi salah satu kunci sukses seorang figur dalam memenangkan pemilihan umum.

Kalau nggak percaya, coba tanya sama emak atau simbah kita yang dulu di tahun 2004 begitu mengidolakan partai Demokrat oleh sebab melihat sosok pak Beye yang begitu cakep, gagah, dan sedap dipandang (tentu dengan kantung mata yang masih sangat tipis, tidak seperti sekarang).

Kalau masih nggak percaya juga, lihat deh itu Pasha Ungu, atau Zumi Zola, atau Ganjar Pranowo.

Nah, dalam hal ini, Sandiaga memenuhi syarat.

Ketampanannya dan kegagahannya cukup ampuh untuk menggaet suara, utamanya dari pemilih perempuan (yang mana kita ketahui jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang pemilih laki-laki.

Nah, itulah beberapa hal yang membuat saya yakin, bahwa Sandiaga adalah sosok yang bisa menyalakah harapan kemenangan untuk pasangan Prabowo-Sandiaga.

Pemilu, semeyakinkan apapun, ia tetap akan punya banyak kejutan. Dan Sandiaga kelihatannya adalah sosok yang paling memungkinkan untuk memberikan kejutan.

Apakah memang demikian? Kita tunggu saja.

Exit mobile version