Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kalau Emak Nyuruh Mengepel Lantai dengan Alasan Olahraga, Kamu Bisa Meng-counter Argumennya

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
27 Juli 2021
A A
ilustrasi Kalau Emak Nyuruh Mengepel Lantai dengan Alasan Olahraga, Kamu Bisa Meng-counter Argumennya mojok.co pekerjaan rumah tangga anak durhaka

ilustrasi Kalau Emak Nyuruh Mengepel Lantai dengan Alasan Olahraga, Kamu Bisa Meng-counter Argumennya mojok.co pekerjaan rumah tangga anak durhaka

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kadang kala, emak-emak nyuruh kita mengepel lantai dan melakukan pekerjaan rumah lainnya dengan alasan: Dah, biar sekalian olahraga.

Gini, gini. Perlu ditekankan kalau saya sedang tidak bermaksud mengajak orang-orang untuk jadi anak durhaka. Niatnya hanya untuk meluruskan anggapan yang salah dari kebanyakan emak-emak kalau aktivitas mengepel lantai, menyapu, bersihin lantai kamar mandi, dan pekerjaan rumah lainnya adalah bagian dari olahraga.

Nggak ada sama sekali olahraga yang memang gerakannya kayak nyapu atau ngepel lantai. Meski pekerjaan rumah demikian memang juga menghasilkan keringat, ini saja tak cukup buat menyebutnya sebagai olahraga. Lha, makan pedas aja bisa berkeringat kok, apakah itu juga olahraga? Nggak dong. Argumen yang bakal saya utarakan ini juga berkaitan dengan emak-emak yang kalau diajak jogging dan lari pagi selalu menolah dengan alasan, “Olahraga saya cukup mengepel lantai dan nyuci baju aja, Sis.” Oh, tidak semudah itu, Bu-ibu….

Olahraga itu apa?

Kegiatan fisik yang melibatkan otot nggak semuanya bisa dimaknai sebagai olahraga. Kegiatan kita sehari-hari kayak ngangkatin galon dan menggendong bayi memang membutuhkan tenaga dan seringnya menghasilkan keringat, tapi nggak semuanya termasuk dalam exercise. Ada juga kegiatan sehari-hari yang dikerjakan pakai otot tapi masuk ke dalam kegiatan non-exercise. Olahraga itu, serangkaian kegiatan yang lebih kompleks.

Harus ada komponen FITT

Kegiatan fisik yang masuk ke dalam exercise itu harus setidaknya melibatkan empat komponen khusus, yaitu FITT (frequency, intencity, time, type). Frekuensinya harus ada, kegitannya memang perlu dilakukan berulang-ulang dalam waktu durasi tertentu. Intensitasnya harus ada, alias selama periode mengepel lantai itu apa aja sih yang dilakukan? Ngencengin otot bisep? Ngencengin otot trisep, atau gimana nih? Komponen ini juga termasuk ke dalam “tipe” yang harus ada dalam olahraga.

Sejauh ini memang mengepel lantai, nyuci baju, dan pekerjaan rumah lain sekilas punya komponen FITT. Tapi, kita kan nggak pernah ya melakukan kegiatan itu lalu di-timer pakai stopwatch dengan ketentuan ngepel pojokan 3 kali usap, menyapu kolong 5 kali sodok, atau nyuci baju 15 kali peras. Semua kegiatan itu kita lakukan secara tidak beraturan. Ya memang tujuannya kan buat bersih-bersih, bukan buat melatih bagian otot tertentu.

Beda lagi kalau kita ngomongin olahraga. Olahraga itu ada komponen keteraturan, ada intensitasnya, bahkan kadang dilakukan secara progresif. Hari ini lari 3 putaran, besok 4 putaran, besok lagi kalau sudah semakin kuat 5 putaran, dan seterusnya. Begitu pula kalau kita datang ke gym, hari ini angkat beban 2 kilogram, besok kalau udah kuat ditambah lagi bebannya. Ada keteraturan dalam olahraga dan itu semua bisa melatih otot sekaligus bakar lemak.

Pekerjaan rumah tangga bukan olahraga, sapu dan pel punya beban nggak beraturan

Nah, kalau benar-benar pengin kegiatan mengepel lantai dan kawan-kawan dianggap sebaga olahraga, sebaiknya kita memang menerapkan beban tertentu dan memproramnya sebagai latihan. Pel lantai hari ini 1 kilogram terbuat dari kayu, besok 2 kilogram terbuat dari aluminium, dan seterusnya. Duh, ribet dong ya mau beli sapu dan pel aja harus custom. Makanya kalau emak-emak kalian mulai nyuruh: Sana lho nyuci baju biar olahraga di rumah. Kayaknya emak kalian perlu dicerahkan dengan pengertian olahraga yang sesungguhnya.

Iya, melakukan kegiatan itu memang bisa bakar kalori, tapi…

Gini deh, kalau dilogikakan memang kegiatan tersebut bisa membakar kalori. Tapi, sungguh tidur dan napas aja membakar kalori. Bahkan bisa jadi, kalori yang terbakar saat tidur lebih besar kalau dibandingkan kalori yang terbakar saat mengepel lantai. Nah, loh. Enak juga tidur. Kecuali kalau kalian meniatkan bersih-bersih rumah setiap hari dan menghabiskan waktu satu jam, ya mungkin memang bisa secapek itu. Tapi, ototnya terbentuk dan bikin tubuh makin bugar nggak? No no no, dong.

Di mana-mana orang mengepel lantai, nyapu, nyuci baju, dan menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah itu tujuannya bukan untuk olahraga, tapi biar rumah nggak kotor. Niatnya aja udah beda dong. Capek setelah olahraga dan capek setelah ngepel juga bisa beda banget. Rasakanlah perbedaannya sendiri, Bunda-bunda.

Jadi begitu, Kawan-kawan sobat rebahan yang malas mengepel lantai. Jika memang kalian disuruh emak mengepel lantai dengan alasan biar olahraga, coba ajukan diri buat mengepel jalanan. Ngepel jalanan jelas lebih capek dan lebih banyak unsur cardio-nya. Misal emak-emak mau nyuruh suami atau anaknya bantuin pekerjaan rumah tanga, mending embel-embelnya bukan olahraga deh. Terus terang aja, “Nak, emak capek nih, bantuin dong.” Kalau sudah begitu kalian masih nggak mau bantuin, ya mohon maaf, risiko ditanggung masing-masing deh.

BACA JUGA Cabang-cabang Olahraga yang Sesuai dengan Sifat Anda dan tulisan rubrik POJOKAN lainnya.

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2021 oleh

Tags: membantu ibumencuci bajumengepel lantaiolahragapekerjaan domestikpekerjaan rumahpenjaskesrumah tangga
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Mohammad Turi, doktor termuda Unesa. MOJOK.CO
Kampus

Olahraga Jadi Alasan Hidup Pemuda Asal Madura Ini usai Ayah dan Ibu Tiada, hingga Raih Gelar Doktor Termuda di Unesa dengan IPK Sempurna

20 November 2025
Fitbar Mojok.co
Kilas

Lari Sambil Nikmati Kopi dan Pastry, Fitbar Hadirkan Shake Out Run Pertama di Indonesia

15 November 2025
Gorengan, Sumber Konflik Rumah Tangga Paling Nggak Terduga
Pojokan

Gorengan, Sumber Konflik Rumah Tangga Paling Nggak Terduga

28 Juni 2025
Orang yang Kasar pas Main Mini Soccer Baiknya Memang Dipegangin Kepalanya Bareng-bareng, Lalu Dijedotin ke Gapura 182 Kali
Pojokan

Orang yang Kasar pas Main Mini Soccer Baiknya Memang Dipegangin Kepalanya Bareng-bareng, lalu Dijedotin ke Gapura 182 Kali

27 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.