Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Jangan Kaget Kalau Ada yang Membela Ferdian Paleka Karena Perbedaan Bisa Dianggap Dosa

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
6 Mei 2020
A A
ferdian paleka, prank, transpuan mojok.co

ferdian paleka, prank, transpuan mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Video pembela Ferdian Paleka begitu menggelikan untuk dilihat. Orang menebarkan ketakutan tanpa sadar bahwa nyali mereka tak sebesar mulut mereka.

Sejak awal saya tahu bakal ada yang belain Ferdian Paleka. Yakin betul saya pasti ada satu orang yang kontra dengan pendapat mayoritas. Alasannya apalagi kalau bukan karena “menegakkan keadilan”.

Iklan

Dan, tebakan saya benar.

Lini Zurlia mengunggah video dua orang membela Ferdian Paleka dengan alasan agama. Di “agamanya”, transpuan dihukum dengan dibunuh, katanya. Dibunuh saja boleh, apalagi cuma prank.

Sekali lagi, dibunuh saja boleh, apalagi cuma prank.

terenyuh ats solidaritas mengutuk FERDIAN ngeprank teman2 transpuan dg box isi sampah & batu bata

Skg muncul sosok pembela FERDIAN mengatasnamakan islam, menyeru kebencian yg dapat mengarah pd pembunuhan

Wonder why susbcriber dia puluhan ribu? ya krn banyak org macam mereka ini pic.twitter.com/tuzvHQXtOf

— Lini Zurlia (@Lini_ZQ) May 5, 2020

Saya tidak pernah paham sama orang yang ngomong “dibunuh saja” segampang mengucapkan kangen. Perkara nyawa, atas nama perbedaan, kok bisa dengan mudah dihilangkan.

Tapi, kita nggak perlu kaget kalau ada yang membela Ferdian Paleka. Mereka dengan entengnya membawa alasan “agama ngajarinnya begitu” padahal maksudnya nggak kayak gitu.

Orang kayak gini banyak jumlahnya, dan nggak kaget kalau mereka membela dengan alasan yang seperti itu. Justru kalau mereka membela Ferdian Paleka dengan alasan yang lain, baru kita boleh kaget.

Kita juga nggak perlu kaget kalau mereka mengeluarkan narasi membunuh orang “yang berbeda” itu dibenarkan.

Maksudnya begini. Orang paham kalau membunuh itu salah apapun alasannya. Kita membunuh pembunuh saja salah, apalagi membunuh orang hanya karena berbeda. Agama mana pun menempatkan pembunuhan sebagai dosa terbesar. Kalau pun ada pengecualian, kita dibolehkan membunuh hanya dalam keadaan perang atau membela diri.

Lha cecunguk dua ini dengan entengnya ngomong bunuh. Kita berharap apa dari orang kayak gini? Common sense aja nggak ada.

Dua orang ini kayaknya luput satu hal. Kalau sampai mereka membunuh transpuan (melihat kapasitas otaknya, anything’s possible), maka mereka baru saja melakukan dosa terbesar dalam agama, yaitu membunuh.

Plot twist-nya, kalau mereka masuk neraka karena membunuh, berarti setan berhasil menunaikan tugasnya, yaitu menggiring manusia ke dalam api neraka. Bahkan kayaknya setan nggak perlu ngapa-ngapain, itu manusia bakal bikin auto-dosa.

Iklan

Kayaknya sih mereka berdua nggak kepikiran sampai situ ketika belain Ferdian Paleka dan menyerang transpuan. Padahal, ketika banyak marah sama Ferdian Paleka, artinya ada sedikit harapan akan kemanusiaan. Ketika manusia menghargai sesama meskipun berbeda.

Kita tahu sendiri, kan, kalau transpuan diperlakukan begitu buruk selama ini. Ketika mau lega dikit aja, ehh, ada aja yang bikin gerah. Ya dua bocil itu, yang teriak-teriak bunuh. Sedih, di Indonesia ini, seakan-akan, kalau berbeda sudah auto-dosa.

BACA JUGA Dibakar, Dikeroyok, dan Dimonetisasi: Daftar Panjang Persekusi terhadap Transpuan dan tulisan menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2020 oleh

Tags: ferdian palekapranktranspuan
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

ponpes al fatah.MOJOK.CO
Ragam

Hak Prerogatif Tuhan di Ponpes Waria Al Fatah

14 Juli 2025
pesantren waria
Kotak Suara

Mengenang Sosok Shinta Ratri, Satu-satunya Pemimpin Pesantren Transpuan di Dunia

3 Februari 2023
KTP yang Diangankan Kaum Rentan: Sebuah Kisah Sulitnya Transpuan Mendapatkan Pengakuan MOJOK.CO
Esai

KTP yang Diangankan Kaum Rentan: Sebuah Kisah Sulitnya Transpuan Mendapatkan Pengakuan

8 September 2021
Pojokan

Puan Maharani dan Dua Politisi PDIP Kritik Pemerintahan Jokowi? Lah, Tumben?

3 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.