Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Halloween Bukan Budaya Kita, Orang Indonesia Nggak Perlu Merayakannya

Redaksi oleh Redaksi
31 Oktober 2019
A A
asal-usul halloween cerita seram inspirasi kostum halloween bukan budaya indonesia

asal-usul halloween cerita seram inspirasi kostum halloween bukan budaya indonesia

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Belakangan orang Indonesia di perkotaan mulai merayakan Halloween dengan mengadakan pesta kostum. Padahal perayaan ini kan bukan tradisi kita. 

Dewasa ini Halloween tak lebih dari perayaan fesyen semata. Padahal napas Halloween adalah mengenang para orang beriman yang telah wafat. Halloween adalah tradisi Kristen ketika pada malam hari 31 Oktober, umat mengenang kembali almarhum orang-orang suci, santo dan santa, martir, dan mendiang umat-umat yang beriman.

Iklan

Sebenarnya, ritual ini bersifat religius, tapi makin ke sini makin melenceng dan akhirnya menjadi sekuler.

Orang sekarang merayakannya berlomba-lomba pakai kostum menyeramkan seperti hantu dan monster. Apakah maksudnya orang yang sudah meninggal berubah jadi hantu seperti dalam lagu “Yee Tu Hantu”? Mestinya kan tidak.

Untuk mengenang hari wafat seseorang, orang Indonesia biasa mengadakan haul setiap tahunnya. Haul diisi dengan mengenang jasa-jasa almarhum dan almarhumah semasa hidup, lalu mengirim doa kepada mereka yang telah mendahului kita. Diakhiri dengan bagi-bagi nasi kotak yang di dalamnya pasti ada buah pisangnya.

Sementara di film Hollywood, orang-orang merayakan Halloween sampai bela-belain pakai kostum seram dan mengetuk pintu-pintu rumah tetangga untuk menakut-nakuti sembari berseru, “Trick or treat!” Tujuannya hanyalah untuk mendapatkan beberapa biji permen dan cemilan manis.

Sementara di Indonesia, kalau mau permen, tinggal beli sembako ke warung dekat rumah ketika pemiliknya nggak ada uang receh, nanti juga dapat kembalian permen. Nah, ini nih budaya kita. Perlu dilestarikan.

Perayaan Helloween juga lekat dengan tradisi mengukir waluh menjadi Jack-o’-lantern. Yakni lentera dari labu kuning dengan lilin menyala di dalamnya. Sebuah aktivitas yang menjurus ke mubazir. Padahal lebih enak kalau dimasak jadi kolak.

Selain itu Halloween diisi dengan pembacaan dongeng yang menyeramkan. Nah, ini sih masih relevan dengan budaya warganet Indonesia yang sering kecanduan thread horor di Twitter. Tapi ya nggak perlu nunggu Halloween, kan? Tiap Malam Jumat juga bisa.

Momen Halloween bisa dimanfaatkan oleh industri komersial untuk meningkatkan penjualan film. Sebab aktivitas nonton film horor bareng kerap diadakan pada hari ini. Di Indonesia, sineas Andibachtiar Yusuf merilis filmnya, Love for Sale 2, bertepatan dengan Halloween. Padahal filmnya bukan film tentang hantu. Namun, tetap terasa menyeramkan juga sih. Sebab ceritanya tentang kisah cinta yang ambyar. Pada hakikatnya, patah hati memang jauh lebih seram dan realistis daripada cerita horor.

Jika mengacu pada asal-usulnya, Halloween jelas bukan budaya kita. Orang Indonesia nggak perlu merayakannya. Namun, penolakan kepada Halloween tidak segalak penolakan kepada Valentine’s Day. Ya mungkin sebagian orang Indonesia masih alergi dengan kasih sayang, tapi masih menerima yang seram-seram.

Belakangan orang Indonesia di perkotaan mulai merayakan Halloween dengan mengadakan pesta kostum. Mungkin event cosplay masih belum mengakomodir mereka yang ingin menyalurkan bakatnya bergaya hantu dan tokoh seram Dunia Barat, di luar dari karakter anime. Sebenarnya, untuk musim ini, menghadiri perayaan kostum sudah terkesan menakutkan hanya dengan pakai jersey Manchester United.

(hrs)

BACA JUGA Minum Yakult Banyak-banyak, Aman Nggak Sih? atau komentar aneh di rubrik POJOKAN lainnya.

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2019 oleh

Tags: cerita hororHalloweenkostum seram
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja: Tentang Sosok Hantu Perempuan yang Muncul dari Tempat yang Tidak Terduga

22 Mei 2025
Asrama Horor di Sudut Magelang MOJOK.CO
Malam Jumat

Asrama Horor di Sudut Magelang: Tentang Bisikan Dingin yang Tidak Terjawab

6 Maret 2025
Horor di Stasiun Tugu Jogja: Semakin Dicari Sisi Logisnya, Semakin Seram Ceritanya.MOJOK.CO
Ragam

Horor di Stasiun Tugu Jogja: Semakin Dicari Sisi Logisnya, Semakin Seram Ceritanya

14 Januari 2025
Sunardi Hilang Diculik Genderuwo MOJOK.CO
Malam Jumat

Sunardi Hilang Diculik Genderuwo

26 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.