Ada satu tempat wisata di Sleman yang sudah sejak lama ingin saya kunjungi, tetapi belum juga kesampaian yaitu Gamplong Studio Alam. Sebagai pembaca novel Bumi Manusia dan penonton filmnya, tempat ini memiliki daya tarik tersendiri. Ingin rasanya melihat langsung rumah Minke yang disyuting di tempat ini.
Bagi yang belum tahu, Gamplong Studio Alam adalah sebuah studio film yang dibangun di alam terbuka. Beberapa film sudah dibuat di sana seperti Bumi Manusia dan Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta. Ketika tidak digunakan untuk syuting film, studio ini dibuka untuk umum sebagai tempat wisata edukasi maupun kebutuhan lain.
Sejak film Bumi Manusia booming saya sudah pengin ke sana. Namun, niat ini menguap setelah melihat jaraknya yang begitu jauh dari rumah saya. Walau sama-sama terletak Sleman, rumah saya dan tempat wisata ini terpaut jarak sekitar 28 km atau kurang lebih 1 jam mengendarai sepeda motor. Gamplong Studio Alam berada di sisi barat Sleman, tepatnya di Desa Gamplong, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman. Sementara tempat tinggal saya di Jalan Kaliurang.
Itu mengapa, sebelum berwisata ke Gamplong, saya tanya ke teman-teman yang pernah ke sana. Mereka menyarankan saya untuk mampir ke sana kalau memang belum pernah. Namun, mereka mengaku tidak akan mengunjunginya lagi, cukup mampir sekali saja untuk menikmati Gamplong Studio Alam Sleman.
Cuma asyik buat foto-foto
Gamplong Studio Alam menawarkan hiburan yang nggak ada di tempat lain. Rasa-rasanya memang cuma tempat ini yang bisa menawarkan pengalaman main ke tempat syuting film.
“Kalau suka foto-foto, ke sana aja,” kata salah satu teman saya. Di tempat wisata ini pengunjung bisa melihat bangunan-bangunan bergaya lawas yang estetik. Bahkan, pengunjung bisa masuk ke beberapa bangunan itu. Tiap sudut Gamplong memang sangat Instagramable. Sepertinya asal jepret aja hasilnya tetap bagus
Akan tetapi, kalau pengunjung nggak suka foto-foto, Gamplong Studio Alam bukanlah tempat yang cocok. Sebab, tidak ada hal lain yang bisa dicoba. Paling pol mencoba kereta yang jalurnya tidak panjang itu. Itupun sekali naik cukup. Pilihan lain, jajan makanan dan minuman yang nggak menu dan rasanya nggak spesial-spesial amat.
Gamplong Studio Alam panas ora umum
Saya bertanya pada 5 orang kawan saya yang pernah ke sana. Ada yang mampir pada 2018 ketika Gamplong Studio Alam sedang viral-viralnya. Ada juga yang berwisata pada 2020 dan 2022 ketika hype tempat ini mulai landai. Walau mengunjungi di waktu yang berbeda, mereka dengan kompak memberi testimoni: puanas ora umum (panas nggak masuk akal). Sengaja saya selipkan “u” karena begitulah kata teman saya untuk menggambarkan betapa panas tempat wisata Sleman ini.
Mereka merasa tempat ini gersang. Tidak ada pepohonan rimbun yang meneduhkan. Angin yang berhembus pun panas. Teman-teman saya benar-benar tersiksa selama melihat-lihat gedung estetik yang ada di sana.
Gamplong Studio Alam di Sleman mungkin tempat yang unik dan estetik, tapi kata teman-teman saya cukup dikunjungi sekali saja sebagai pengalaman. Sebab, di sana cuma asyik untuk berfoto dan begitu-begitu saja, tidak ada inovasi atau aktivasi lain. Sebenarnya hal itu bisa dipahami sih karena Gamplong Studio Alam aslinya adalah lokasi syuting. Mungkin inovasi yang berkaitan dengan keperluan syuting lebih diutamakan daripada wisata.
Akan tetapi, kalau kalian senang hunting foto atau perlu spot prewedding atau kebutuhan lain, Gamplong Studio Alam layak masuk daftar.
Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA 5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.
