Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Embel-embel Info Valid yang Justru Bikin Informasinya Nggak Valid

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
27 Mei 2020
A A
info valid, kebenaran, lulus, SMA, ngeles, hoaks mojok.co

info valid, kebenaran, lulus, SMA, ngeles, hoaks mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Embel-embel “info valid” pada sebuah informasi justru memberi sense bahwa info tersebut sama sekali nggak valid. Kebenaran nggak akan susah payah mengklaim dirinya benar.

“Info A1, ada tiga siswa tidak lulus!”

Iklan

“Info valid, anak IPS nggak lulus 15, IPA 25, Bahasa 8, semoga kita semua dapet yang terbaik ya teman-teman!”

Info brengsek macam itu berhasil membuat saya hampir menangis sembilan tahun lalu. Maklum, saya menghabiskan SMA selama empat tahun, jadinya mendengar kabar ada yang nggak lulus UAN adalah hal yang mengerikan. Info-info brengsek yang dikeluarkan entah siapa itu sukses membuat saya tidak tidur semalaman.

Tapi akhirnya saya lulus SMA, setelah empat tahun. Kemarahan saya atas “info valid” tersebut menguap, tertutupi euforia corat-coret seragam. Tapi setelah itu saya belajar satu hal, kata-kata “info valid” adalah ironi.

Contohnya seperti ini.

Saya yakin followers saya adlh orang yg kritis & memiliki sikap tastabbut (re-check) trhdp suatu informasi.

Perlawanan rakyat akan mudah dipecah dgn isu anti komunis, jg (semisal) isu anti LGBT & isu anti-anti lain ke depan yg bertentangan dgn ajaran agama.

JANGAN TERPROVOKASI! pic.twitter.com/yXFovdP2Oi

— Kamal (@kamalbukankemal) May 25, 2020


Embel-embel “valid” pada sebuah info kalau dirasakan betul justru memberikan sense bahwa info tersebut nggak valid. Maksudnya begini, sejauh ini belum ada edaran resmi atau informasi yang benar dengan embel-embel valid.

Singkatnya, informasi yang benar tidak bersusah payah mengklaim dirinya benar.

Informasi wagu yang diberi embel-embel valid itu fungsinya satu, agar meyakinkan untuk dipercaya. Ya hanya terlihat meyakinkan, bukan pantas untuk dipercaya. Mirip cowok yang meyakinkan ceweknya bahwa dia nggak akan merokok dan berubah kalau diterima jadi pacar, alias lamis.

Kenapa orang mau bersusah payah membuat info palsu lalu berusaha agar info tersebut dipercaya? Mungkin karena mereka memang ingin dianggap tahu segala hal. Mungkin juga karena mereka nggak tahu kebenaran dan hanya asal nerusin. Mungkin juga karena ingin tercipta kekacauan.

Some men just want to watch the world burn. Katakan ini kepada adik kalian yang deg-degan menunggu pengumuman kelulusan suatu saat nanti.

Tapi yang lebih memuakkan adalah sikap orang-orang yang ketauan menyebarkan info bohong. Seringnya, alih-alih minta maaf, mereka lebih memilih bersilat lidah. Mereka setidaknya ingin terlihat tidak terlalu salah, meski pada dasarnya mereka tetap salah.

Cara mereka ngeles kadang terlalu polos, atau terlalu goblok. Saya kasih contohnya.

Cara ngeles pertama yang paling digunakan adalah “saya cuma dapet kabar dari grup”. Ini cara ngeles paling polos sekaligus bodoh karena sebenarnya orang bisa saja mengecek kabar tersebut dengan menanyakan balik. Tapi rendahnya minat ngecek meningkatkan minat forward, maka terjadilah persebaran info dobol tersebut.

Iklan

Biasanya orang yang punya alasan kayak gini mukanya datar, dan nggak ngerasa salah blas. Alasan lain macam “tetap harus waspada”, , “untuk jaga diri” itu ya tetep masuk kategori ini.

ngirim berita hoax di wa grup keluarga giliran dikasih tau dan di ingetin kalo itu salah jawabannya seperti tidak terima wkwkwkwk pic.twitter.com/CPcObXd9TO

— ? (@roycosachet) May 25, 2020

Cara ngeles kedua adalah dengan marah-marah. Ketauan kalau “info valid” yang dibagikan ternyata hoaks atau salah, si penyebar info justru marah-marah. Sudah jadi pengetahuan umum kalau di negara ini, orang yang salah justru ngegas duluan. Biar apa? Biar yang ngingetin jadi takut dan yang salah jadi ketutup salahnya.

Ya persis kek orang ngutang. Pas ngutang bermanis-manis, pas ditagih malah ngegas. Orang-orang macam ini didoain saja biar cepet dapet hidayah. Dengan doain usahanya bangkrut, misale.

Cok jahat banget, becanda gaes.

Cara ngeles ketiga adalah dengan “sekedar mengingatkan” dan “kembali ke pribadi masing-masing”. Kalau nemu orang kayak gini, mending kasih tau kalau mereka mending diem. Nggak semua orang butuh diingatkan, dan orang-orang ya tahu kalau pendapat orang itu beda.

[ada berita hoax di grup wa keluarga]

??ini hoax
??mAu hOAx aTaU gA aPa sALaHnYa JagA2, cUmA InGeTiN aJa
??iya
??iNi hoAx PoSitIf uNtuk PeNceGahAn
??*left*

— Firgiawan (@seterahdeh) July 31, 2018

Akhirnya terlihat jelas, bahwa embel-embel “info valid” dan penyebarnya adalah satu paket ironi. Infonya dipoles agar terlihat menarik, yang menyebarkan nggak tahu apa –apa tentang info tersebut. Hasilnya bisa ditebak, yaitu kebodohan massal.

BACA JUGA Negara Boleh Goblok, Kita Jangan dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

 

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2020 oleh

Tags: hoaksinfo validKebenaranlulusngelesSMA
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
ibu dua anak, SMA Internasional Budi Mulia Dua, sekolah islam yang tidak mewajibkan siswinya berjilbab.
Ragam

Ibu Dua Anak Nekat Balik Masuk SMA Demi “Memutus Kemiskinan”, Cita-Cita Ingin Kuliah Kedokteran

29 Januari 2026
sekolah negeri, sekolah swasta.SALAM, sekolah di Jogja. MOJOK.CO
Fragmen

Sekolah Negeri Makin Tak Diminati, Mengapa Sekolah Swasta Kian Seksi di Mata Orang Tua?

28 Januari 2026
laundry murah andalan mahasiswa menyiksa pekerja lulusan SMA.MOJOK.CO
Ragam

Derita Pekerja Lulusan SMA di Jasa Laundry Andalan Mahasiswa Jogja: Gaji Rendah, Dituduh Mencuri hingga Kerap Kerja 18 Jam Sehari

14 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengelolaan sampah di TPA Troketon oleh Pemkab Klaten. MOJOK.CO

Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan

29 Juli 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026
Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6 MOJOK.CO

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6

27 Juli 2026
kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Putusan MK Perlu Diapresiasi, tapi Anggaran MBG Harus Tetap Keluar dari Dana Pendidikan Mulai 2027

30 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.