Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kenapa Sih, Kita Cemburu Sama Mantannya Pacar?

Audian Laili oleh Audian Laili
19 Desember 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Cemburu pada mantannya pacar itu cuma menunjukkan bahwa kita merasa rendah diri dan tidak cukup baik bersanding dengannya.

Jika ada seseorang yang sering kita anggap musuh, meski kita—bisa jadi—belum pernah ketemu dengannya apalagi berhubungan dengannya. Hanya dari sebuah cerita saja kita bisa langsung memutuskan nggak suka dengannya, itu adalah: mantannya pacar.

Iklan

Biasanya, rasa cemburu kepada mantannya pacar—apalagi bagi perempuan—itu sungguh sulit dibendung. Meski kita cuma mendengar dari cerita-ceritanya saja dan tahu bahwa si mantan tidak mungkin cawe-cawe hubungan kita saat ini. Meski kita betul-betul menyadari, bahwa mantannya hanyalah cerita di masa lalunya yang kita pun juga punya cerita itu sendiri…

…rasa cemburu itu tetap ada dan mudah berkembang biak. Ah, andai rasa cemburu itu laku kalau dijual~

Misalnya, hanya karena kita tahu bahwa si mantannya pacar ini lebih cantik dan menarik dari kita, kita langsung cemburu begitu saja. Atau karena kita tahu bahwa mereka sudah berpacaran cukup lama, kita merasa tidak cukup baik berada di antara hubungan mereka. Kita merasa keberadaan kita saat ini justru menganggu kemungkinan mereka yang berharap pengin balikan.

Lha terus, apa ya salahnya si mantannya pacar, kalau dia lebih cantik dan lebih lama pacaran sama kekasih kita sekarang? Toh, hubungan tersebut juga sudah berakhir meski masih mungkin bisa dimulai kembali.

Lantas, mengapa kita masih saja membuang energi untuk menyimpan rasa curiga terhadap cerita yang telah lalu itu? Bahkan jika hal ini dibiarkan ada, justu sering kali memunculkan konflik dan pertengkaran di dalam hubungan kita.

Ingat, Sayang. Rasa cemburu itu muncul karena kita merasa tidak mampu, karena kita merasa TIDAK CUKUP BAIK DIBANDINGKAN DIA!!!111!1!! Mamam tuh.

Nah, supaya api cemburu itu tidak terus meradang dan membuat hubungan kita semakin tidak kondusif, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, untuk me-manage-nya.

Misalnya, berusaha untuk intropeksi pada diri sendiri, menanyakan pada diri kita sendiri: kenapa sih, kita harus cemburu dengan dia? Kenapa sih, kita pengin misuh kalau inget cerita tentang mereka berdua? Padahal kenal aja nggak!

Apakah, karena kita merasa rendah diri ketika membandingkan diri dengannya? Ataukah kita merasa sang kekasih masih bersikap berlebihan sama mantannya? Masih sering chatingan, telponan, video call-an, bahkan ketemuan? Atau yang paling parah…

…dia masih merasa bertanggung jawab terhadap kehidupan si mantan pacar yang tidak tahu diri itu?!! Sehingga, dia berusaha selalu ada untuk mantannya, meski saat ini ia sudah menjalin komitmen dengan kita. Apakah saat ini, justru bukan kita prioritas dalam hidupnya? Iya?

Ataukah sebetulnya nggak ada alasan apa-apa? Yang kita rasakan cuma ‘POKOKNYA NGGAK SUKA SAMA MANTANNYA PACAR’. Kita sudah berusaha memikirkan alasan, namun tak juga menemukannya. Pokoknya ya, kita nggak suka aja!

Coba kita tanyakan pada diri kita dan catat, apa saja hal-hal yang membuat kita menganggap perasaan cemburu itu ada. Dengan mencatatnya, kita akan lebih mudah menemukan si ‘benang merah’ untuk memahami gejolak yang ada di dada.

Iklan

Selanjutnya, jika kita sudah membuat list tersebut, ceritakan perasaan tersebut kepada seseorang yang dekat dan kita percaya. Hal ini supaya mereka dapat memandang rasa cemburu kita itu dengan lebih objektif.

Pasalnya, kalau anggapan ini hanya berdasarkan dengan apa yang kita rasakan doang—yang mungkin terjadi—kita justru merasa sakit-sakit sendiri. Atau sebaliknya, langsung pengin ngelabrak si mantannya pacar karena dianya udah keganjenan seperti orang yang kurang belaian kasih sayang.

Jadi sudut pandang orang ketiga lain dibutuhkan untuk membantu kita lebih menetralkan rasa. Uwww~

Jika kita merasa bahwa kecemburuan kita pada mantannya pacar memang beralasan dan perlu untuk dikomunikasikan, sebaiknya kita menceritakannya langsung pada pacar. Tentang hal-hal yang kita rasakan. Tentang perasaan rendah diri dan tidak pantas. Atau tentang sikap pacar yang memang sudah keterlaluan ketika berhubungan dengan mantannya itu.

Siapa tahu sang kekasih punya solusi, supaya kita tidak perlu lagi memiliki perasaan-perasaan yang mendatangkan penyakit hati seperti: cemburu, dengki, dan iri hati. Namun yang harus diingat, kita harus menceritakannya dengan menggunakan alasan. Jangan cuma mengatasnamakan ‘pokoknya’ dan ‘pokoknya’.

Sayang, tidak akan ada yang dapat membantu, jika kita hanya menggunakan alasan ‘pokoknya’ dalam pembicaraan semi-semi sensitif ini. Menggunakan alasan ‘pokoknya’ dengan berlebihan, akan membuat kita terlihat ‘pekoknya’. Sungguh, jika ini terjadi, justru menjatuhkan kita dengan paripurna.

Selanjutnya, jangan biarkan api cemburu itu menguasai kita terlalu lama. Pasalnya, kita malah merasa lelah-lelah sendiri. Perasaan negatif yang melingkupi kita, tidak hanya membuat kita lelah, namun juga menjadikan kita tidak tahu apa yang harus dilakukan. Semuanya yang tertutupi kemarahan membuat kita tidak akan sanggup untuk berpikir lebih jernih.

Tapi, kalau memang cemburu tersebut beralasan dan kita sudah terlalu sering makan hati dengan sikapnya yang—keseringan—kelewat batas, UDAH PUTUSIN AJA!!11!! *Iklan bukunya Felix Siauw~

Itu artinya dia memang tidak betul-betul menjadikan kita sebagai prioritasnya. Sebaliknya, kita tidak perlu lagi menjadikan dia sebagai prioritas dalam hidup kita. Perasaan cinta harusnya membawa energi positif, bukan bawa-bawa penyakit.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2019 oleh

Tags: cemburuhubungan cintamantannya pacarperempuan
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO
Esai

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO
Esai

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO
Esai

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan
Urban

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala.MOJOK.CO

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala

13 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.