Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Beda Polisi Wakanda dengan Polisi Indonesia

Polisi Wakanda harus meniru cara-cara humanis polisi Indonesia dalam memperlakukan masyarakat di akar rumput. Selalu dengan ramah dan rela mambantu rakyat tanpa pernah memungut biaya sepersen pun.

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
16 Oktober 2021
A A
Diagnosis Saya Sebagai Mahasiswa Kedokteran Tentang Penyakit yang Diderita Pejabat Wakanda MOJOK.CO

Diagnosis Saya Sebagai Mahasiswa Kedokteran Tentang Penyakit yang Diderita Pejabat Wakanda MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Polisi Wakanda sedang dikritik keras oleh masyarakat di sana. Beda sekali dengan Polisi Indonesia yang profesional dan tak pernah korupsi.

Polisi Wakanda belakangan sedang dirasani di mana-mana. Bahkan tidak hanya di dalam negeri, tapi juga terkenal di negara tetangga mereka di Indonesia. Maklum, mereka belakangan ini sedang lucu-lucunya.

Bahkan tagar #PercumaLaporPolisiWakanda pun sempat jadi trending berhari-hari, termasuk juga diramaikan oleh netizen di Indonesia.

Yang terbaru, ada berita seorang perwira polisi di sebuah daerah di Wakanda yang diduga mengirim pesan bernada mesra ke anak seorang tersangka sebuah tindak kejahatan di sana.

Di pesan itu, disebutkan, si perwira polisi Wakanda ini menjanjikan ke anak bahwa sang ayah akan dibebaskan, tapi dengan syarat si anak mau menuruti segala keinginan si perwira ini.

Untungnya, untuk kali ini, Kepolisian Wakanda yang terbiasa lelet kalau mengurusi persoalan internal jadi lebih gesit. Menurut informasi terkini, si perwira sudah dibebastugaskan dan sedang dalam pemeriksaan. Meski kita juga tidak tahu pemeriksaan dengan hasil apa yang akan terjadi ke depannya.

Hal seperti ini tentu tidak bakal terjadi di Kepolisian Republik Indonesia yang kerap menjunjung martabat rakyat Indonesia dan selalu menjadi pengayom masyarakat. Sepanjang Negara Kepolisian Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdiri, tidak pernah ada rekam jejak kesalahan yang pernah dilakukan kepolisian di negeri ini.

Jangankan urusan pemeriksaan yang lelet, kepikiran untuk menjanjikan bisa membebaskan tersangka sebuah kasus pun tidak pernah ada di Indonesia. Ya alasannya simpel; korupsi, kolusi, dan nepotisme kan memang tidak dikenal sama sekali oleh polisi-polisi Indonesia.

Itulah yang jadi sebab, lembaga pemberantasan korupsi di Indonesia fungsi dan kekuatannya agak dikurangi dalam beberapa tahun ke belakang. Ya karena alasannya aparat penegak hukumnya sudah bersih semua.

Lah iya dong. Kalau negara sudah pada bersih, aparat penegak hukumnya sudah bekerja dengan baik, lantas ngapain juga perlu ada lembaga anti-korupsi yang kuat? Kan nggak perlu to?

Hal semacam ini sayangnya sangat berbeda dengan kondisi di Wakanda. Di mana ada banyak sekali oknum-oknum aparat yang masih kerap bermain-main dengan hukum. Dari mulai membantu koruptor di bawah meja sampai dengan sikap represif terhadap masyarakat di akar rumput.

Seperti yang juga terjadi di sebuah daerah di Wakanda, ketika ada beberapa mahasiswa di sana sedang melangsungkan demonstrasi. Seorang polisi Wakanda, dengan semena-mena melakukan bantingan berbahaya terhadap seorang anggota demonstran.

Si mahasiswa ini pun sempat mengalami kejang-kejang sesaat setelah dibanting. Anehnya, tak lama berselang, si polisi Wakanda yang membanting mahasiswa ini meminta maaf dan si mahasiswa menerima maafnya begitu saja. Kayak nggak ada apa-apa gitu. Terus keadaan seolah damai-damai saja.

Tragisnya, beberapa hari kemudian, mahasiswa yang dibanting ini kabar terakhirnya mengalami sesak napas dan merasakan gejala tidak sehat. Pihak kepolisian Wakanda pun mengonfirmasi bahwa si mahasiswa ini ternyata punya riwayat komorbid. Meski polisi Wakanda juga tidak merinci, riwayat komorbid apa yang diderita oleh si mahasiswa.

Iklan

Sampai sekarang polisi Wakanda yang menyerang mahasiswa ini pun sudah diamankan Propam. Tentu saja “diamankan” di negara Wakanda ini artinya bisa banyak hal.

Diamankan agar tidak diamuk massa, diamankan agar tidak dibully netizen, atau diamankan agar tetap berada di kesatuan kepolisian Wakanda? Tidak ada yang benar-benar tahu, karena di Wakanda, apapun yang ada embel-embel polisinya itu memang selalu terkesan lebih misterius.

Hal semacam ini tentu tidak bakal terjadi juga di Indonesia. Di negeri ini, polisi yang menjaga demonstran selalu mampu mengontrol emosi. Polisi Indonesia sadar bahwa rakyat berhak menyuarakan pendapat di muka umum, sehingga mereka akan dikawal dengan langkah-langkah humanis.

Bahkan konon, kalau ada demonstran yang kecapekan dan kehausan, Polisi Indonesia tidak segan untuk membelikan es teh dan mijitin.

“Yang semangat demonya, ya, Dek. Perjuanganmu masih panjang. Meski kita berbeda pendapat, tapi saya hormati pilihanmu,” adalah kata-kata lumrah dari anggota kepolisian negeri ini.

Beda banget dengan polisi Wakanda, yang kalau ketemu rakyat tukang protes ke pemerintah selalu agresif. Jangankan di jalanan, bahkan di media sosial pun juga suka galak. Belum ketambahan dengan polisi siber Wakanda yang punya senjata ampuh bernama undang-undang telekomunikasi elektronik.

Sebuah undang-undang yang berkali-kali membalikkan posisi korban jadi tersangka dan pelaku kejahatan tiba-tiba jadi dibelain hukum. Ada banyak sekali kasus di sana. Seseorang yang dilecehkan, posting di media sosial, malah kena ancaman penjara atas nama pencemaran nama baik.

Ada aktivis HAM di Wakanda, yang menyindir pejabat di sana karena punya saham yang menambang vibranium di salah satu provinsi di sana. Penambangan yang diduga oleh si aktivis, kerap merugikan masyarakat sekitar pertambangan.

Bukannya si pejabat tersebut mengoreksi diri, eh, si aktivis malah dilaporkan karena dianggap melakukan tindakan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik.

Beberapa hal yang diceritakan di atas itu tadi, tentu tidak pernah dan tidak akan terjadi di Indonesia. Selama-lama-lama-lamanya.

Padahal ya kalau mau buka-bukaan saja, di Indonesia, baik kepolisian maupun penegak hukumnya juga punya undang-undang yang mirip seperti di Wakanda itu, cuma kalau di sini namanya UU ITE. Undang-undang yang dipakai untuk memberantas kejahatan-kejahatan siber dan bermanfaat sekali bagi masyarakat.

Seperti misalnya, UU ITE di Indonesia digunakan untuk memberantas peretas-peretas alat komunikasi rakyat di media sosial, buzzer penyebar postingan provokatif, penyebar data pribadi masyarakat, sampai dipakai untuk mengatasi pinjol, penipuan online, sampai telepon mama minta pulsa.

Sebuah undang-undang yang sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat pada umumnya dan dijalankan dengan penuh bijaksana oleh aparat hukumnya. Itulah kenapa, bagi pejabat-pejabat di Wakanda atau aparat penegak hukum di sana, penting kiranya untuk mereka mempertimbangkan mau melakukan studi banding ke negara Indonesia.

Negara yang pemimpinnya merupakan seorang jenius, ketua partai penguasanya adalah pakar di bidang riset dan seorang doktor, pejabatnya berisi kolega-kolega yang berjuang untuk kepentingan rakyat, serta aparat penegak hukumnya yang selalu mengajarkan kebajikan dan menumpas segala macam kejahatan. Hukum di Indonesia pun ditegakkan tidak hanya tajam ke bawah, tapi juga tajam ke atas.

Itulah sebabnya, sudah saatnya kita bersyukur dianugerahi sebuah negeri yang kaya alamnya plus pejabat dan penegak hukum yang selalu memikirkan rakyat.

Terima kasih Tuhan, terima kasih Pemerintah Indonesia, terima kasih Pak Polisi, terima kasih oligarki, terima kasih semua.

Salam, Indonesia forever.

BACA JUGA Beda Polisi Australia dengan Polisi Indonesia dan tulisan rubrik POJOKAN lainnya.

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2021 oleh

Tags: AktivisbuzzerHamkorupsiKoruptorMahasiswaPolisitambangUU ITEwakanda
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung
Sehari-hari

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
OTT Wali Kota Madiun
Aktual

Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

20 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO
Esai

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Yamaha Grand Filano lebih cocok untuk jarak jauh daripada BeAT. MOJOK.CO

Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

26 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
Denza D9 Bikin Alphard Terlihat Tua dan Tidak Menarik MOJOK.CO

Denza D9 Datang, Bikin Alphard Langsung Terlihat Tua dan Tidak Menarik: Pelajaran dari “Mobil China” yang Mengusik Singgasana Sang Raja

28 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.